Home BERITA TERKINI Karnaval 124 Tahun Merauke: Merajut Keberagaman dan Jejak Misionaris Katolik

Karnaval 124 Tahun Merauke: Merajut Keberagaman dan Jejak Misionaris Katolik

0

MERAUKE, Pena Katolik – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 Kota Merauke berlangsung meriah dengan digelarnya Karnaval pada Sabtu, 7 Februari 2026. Acara ini menjadi refleksi mendalam atas peran sejarah Gereja Katolik dan misionaris dalam membangun peradaban di Bumi Anim Ha.

Romo Robby Balia mengungkapkan rasa kagum dan bangganya menyaksikan 43 etnis yang berdomisili di Merauke tumpah ruah di jalanan mengenakan pakaian adat masing-masing. Menurutnya, karnaval ini merupakan langkah tepat Pemerintah Daerah untuk merangkul seluruh elemen bangsa.

“Karnaval ini bukan sekadar ajang unjuk budaya masing-masing, tetapi momentum bagi setiap suku dan agama untuk menjunjung tinggi budaya setempat. Kita harus menyadari bahwa semua etnis harus hidup berdampingan,” ujar Romo Robby.

Romo Robby menekankan bahwa keberagaman ini harus dibalut dalam semangat Izakod Kai Izakod Bekai yang berarti ‘Satu Hati, Satu Tujuan’. Baginya, nilai kebersamaan yang ditunjukkan dalam karnaval ini sangat selaras dengan ajaran Katolik yang memandang sesama sebagai saudara.

Romo Robby juga mengingatkan kembali sejarah 124 tahun silam. Keberadaan Merauke tidak lepas dari peran misionaris Katolik, khususnya pengaruh etnis Kei dan Tanimbar yang datang membawa guru-guru dan tukang untuk membuka cakrawala pendidikan serta peradaban bagi masyarakat asli Marind Anim.

“Karena keduanya membawa guru dan tukang dari daerahnya sambil membuka peradaban orang marind anim.”

“Peran pengembangan Berita Injil oleh Gereja Katolik selama 124 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah hasil kerja keras para biarawan-biarawati serta katekis awam terdahulu,” tambahnya.

Romo Robby mengatakan, peran pengembagan berita injil pertama kali adalah Gereja Katolik dimulai pada 124 tahun lalu. Ini bukan waktu yang singkat, tetapi orang asli Merauke tahu bahwa budaya setiap etnis juga patut dijunjung juga.

“Para birawan biawati bekerja sama dengan katekis awam terdahulu,” ujarnya.

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, secara resmi melepas karnaval yang dimulai dari Jl. Aru, melewati Jl. Raya Mandala, Jl. Ahmad Yani, dan berakhir di Tugu Kapsul Waktu. Ribuan warga memadati sepanjang rute untuk menyaksikan kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke.

“Momentum ini kami berikan sebagai ruang bebas bagi seluruh etnis untuk berpartisipasi. Merauke adalah istana cinta kasih, damai, dan persaudaraan Nusantara,” tegas Bupati Yoseph dalam sambutannya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah; Sekda Merauke, Yerimias Paulus Ndiken; Ketua DPR Papua Selatan, Heribertus Silfinus Sulubun; serta unsur Forkopimda lainnya. Sebagai rangkaian HUT yang jatuh pada 12 Februari, kemeriahan juga dilanjutkan dengan pembukaan Pasar Malam oleh Sekda Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, pada Senin, 9 Februari 2025.

Melalui peringatan ke-124 ini, Merauke kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota yang dibangun di atas fondasi iman, sejarah misionaris yang kuat, dan persaudaraan lintas etnis yang harmonis. (Agapitus Batbual/Merauke)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version