Home BERITA TERKINI Pendeta Gereja Baptis yang Lalu Menjadi Imam Katolik, Mendapat Dispensasi dari Paus

Pendeta Gereja Baptis yang Lalu Menjadi Imam Katolik, Mendapat Dispensasi dari Paus

0

WEST VIRGINIA, Pena Katolik – Perjalanan menuju imamat Katolik sering kali penuh cerita panggilan yang mendalam, namun kisah Pastor Travis Moger tergolong unik. Ia adalah mantan pendeta Gereja Baptis, sekaligus pembimbing rohani di Angkatan Laut Amerika Serikat. Setelah masuk ke dalam Gereja Katolik, ia ditahbiskan sebagai imam Katolik pada Mei 2025. Saat ini, ia adalah imam di Keuskupan Wheeling-Charleston, West Virginia.

Peristiwa ini terjadi tujuh tahun setelah ia bersama istrinya, Amelia, dan putranya, Mark, resmi masuk Gereja Katolik.

“Awalnya saya tidak masuk Gereja Katolik untuk menjadi imam; namunTuhan menggunakan doa untuk menarik saya masuk,” ungkap Moger kepada EWTN News.

Panggilan di Tengah Tugas Militer

Kisah konversi keluarga Moger bermula saat ia bertugas dalam sebuah kampanye militer sebagai kapelan Angkatan Laut. Di tengah kesibukan itu, baik Moger, Amelia, maupun Mark, masing-masing mulai merasakan panggilan menuju Katolik.

Ketika Moger masih berada di medan tugas, Amelia memulai katekumen (Rite of Christian Initiation of Adults/RCIA). Langkah ini menjadi awal perjalanan iman keluarga mereka hingga akhirnya seluruh keluarga diterima dalam Gereja Katolik.

Kisah Pastor Moger menjadi inspirasi bahwa panggilan Tuhan dapat hadir dalam berbagai cara, bahkan di tengah kehidupan yang tampak sudah mapan. Pastor Moger kini menjadi saksi hidup bahwa iman, doa, dan keberanian untuk mengikuti suara hati dapat membuka jalan menuju pelayanan yang tak terduga.

Perjalanan iman Pastor Moger sudah terlihat sejak masa tugas militernya. Saat itulah, Moger mulai terhubung dengan liturgi Katolik.

“Ia mulai menyatu dengan liturgi. Misa Katolik jelas sangat jauh dari tradisinya, tetapi saya bisa melihat itu menyentuh hatinya,” ungkap atasannya di Angkatan Laut.

Ketika Moger kembali dari penugasan, ia mendapati bahwa mereka berdua memiliki pengalaman iman baru. Moger mengakui, pengalaman tersebut adalah karya Tuhan.

“Itu benar-benar pekerjaan Allah yang menarik istri saya menuju Gereja Katolik,” katanya.

Kisah ini menunjukkan bagaimana panggilan iman sering kali tumbuh secara perlahan, melalui pengalaman liturgi, doa, dan gerakan Roh Kudus yang menyatukan keluarga dalam perjalanan menuju Gereja Katolik. Pastor Moger kini menjadi saksi hidup bahwa benih panggilan yang ditanam Tuhan dapat bertumbuh hingga berbuah dalam pelayanan imamat.

Panggilan Imamat

Moger; istrinya, Amelia; dan putranya, Mark; akhirnya diterima secara penuh dalam Gereja Katolik pada Hari Paskah 2018. Moger mengakui bahwa ketika ia masuk Gereja Katolik, ia tidak tahu apakah ada jalan menuju imamat baginya.

“Saya masuk Gereja tanpa mengetahui apakah akan ada jalan menuju imamat. Tuhanlah yang menuntun,” ungkapnya.

Ketika ada ketertarikannya untuk menjadi imam Katolik. Panggilan ini mencapai titik penting ketika Paus Fransiskus memberikan dispensasi khusus dari syarat selibat yang biasanya berlaku bagi calon imam Katolik. Dengan izin tersebut, Pastor Moger akhirnya ditahbiskan menjadi imam di Keuskupan Wheeling-Charleston.

Uskup Wheeling-Charleston, Mgr. Mark Brennan menjelaskan bahwa pengalaman berkeluarga justru menjadi nilai tambah bagi seorang imam.

“Ketika saya menjadi direktur panggilan, saya selalu bertanya: apakah pria ini akan menjadi suami dan ayah yang baik? Jika iya, kemungkinan besar ia juga akan menjadi imam yang baik,” kata Brennan.

Perspektif Baru

Pastor Moger sendiri menegaskan bahwa pengalaman sebagai suami dan ayah memberikan perspektif unik dalam menjalani imamat.

“Ada sesuatu tentang membawa seorang anak ke dunia, lalu merawatnya dan berinvestasi penuh dalam dirinya. Pengalaman itu memengaruhi cara saya melihat peran sebagai bapa rohani dan bagaimana saya memahami kebapaan Allah,” jelasnya.

Putranya, Mark, turut merasakan dampak dari panggilan baru sang ayah. Ia mengatakan bahwa imamat ayahnya telah membawa “spiritualitas yang lebih dalam” ke dalam kehidupan keluarga mereka.

Kisah Pastor Travis Moger menjadi inspirasi bahwa panggilan Tuhan dapat hadir melalui perjalanan panjang, doa, dan pengalaman hidup berkeluarga. Dari seorang pendeta Baptis hingga imam Katolik, ia kini melayani umat dengan membawa kekayaan pengalaman iman dan kasih keluarga yang memperdalam makna kebapaan rohani.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version