Home BERITA TERKINI Paus Leo XIV Serukan Penghormatan Kedaulatan Venezuela Usai Penangkapan Presiden Maduro

Paus Leo XIV Serukan Penghormatan Kedaulatan Venezuela Usai Penangkapan Presiden Maduro

0

VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi di Venezuela dan menyerukan agar kedaulatan nasional negara itu sepenuhnya dihormati. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah operasi militer Amerika Serikat berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Berbicara di hadapan para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk doa Angelus, Paus menegaskan bahwa kepentingan rakyat Venezuela harus ditempatkan di atas segala pertimbangan lain.

“Dengan hati penuh keprihatinan saya mengikuti perkembangan situasi di Venezuela. Kebaikan rakyat Venezuela yang terkasih harus lebih diutamakan daripada kepentingan lain,” ujar Paus.

Ia menekankan perlunya mengatasi kekerasan dan menempuh jalan keadilan serta perdamaian, dengan tetap menjamin kedaulatan negara. Paus juga menyoroti pentingnya menegakkan hukum yang tertuang dalam konstitusi serta menghormati hak asasi manusia dan hak sipil setiap orang.

Paus Leo XIV mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama membangun masa depan yang tenang, penuh kolaborasi, stabilitas, dan persaudaraan. Ia menekankan perhatian khusus harus diberikan kepada kaum miskin yang paling menderita akibat krisis ekonomi berkepanjangan.

Sebagai penutup, Paus mengundang umat Katolik untuk bersatu dalam doa bagi Venezuela, dengan mempercayakan intensi tersebut kepada perantaraan Bunda Maria dari Coromoto serta para santo dan santa dari Venezuela, yakni José Gregorio Hernández dan Sr Carmen Rendiles, yang baru saja dikanonisasi tahun lalu.

Pernyataan Paus datang di tengah ketegangan politik dan internasional yang memuncak setelah penangkapan Maduro. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa gelombang serangan kedua akan dilakukan jika ada perlawanan dari pasukan Venezuela.

“Kami akan memerintah Venezuela sampai ada transisi yang aman,” tegas Trump dalam konferensi pers.

Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela memutuskan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk mengambil alih jabatan presiden karena “ketiadaan paksa” Maduro. Proses hukum terhadap Maduro di Amerika Serikat terkait tuduhan perdagangan narkoba diperkirakan segera dimulai.

Seruan para Uskup Venezuela

Uskup Petare, Venezuela, Mgr. Juan Carlos Bravo Salazar menyerukan agar umat tetap menjaga ketenangan, perdamaian, dan iklim doa di tengah situasi politik yang penuh ketidakpastian setelah operasi militer Amerika Serikat. Melalui pernyataan yang dirilis di akun Instagram Keuskupan Petare, Mgr. Bravo menegaskan bahwa bangsa Venezuela sedang mengalami masa penuh kebingungan, ketidakpastian, dan penderitaan.

“Kekuatan dan harapan kita ada pada Tuhan, Sang Sumber Kehidupan dan Damai,” ujarnya.

Ia meminta demi kebaikan rakyat agar tidak ada seruan untuk melakukan aksi protes di jalanan serta mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi atau berasal dari sumber yang tidak resmi.

Mgr. Bravo mengimbau agar umat tetap saling berkomunikasi, baik antar zona pastoral maupun dengan para kolaborator terdekat. Ia menekankan perlunya bimbingan Roh Kudus agar Gereja dapat menafsirkan secara setia momen bersejarah ini dalam terang iman.

“Semoga Roh Kudus menganugerahkan rahmat yang diperlukan untuk menafsirkan realitas ini sebagai murid dan gembala umat beriman,” tambahnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version