Home BERITA TERKINI Kisah Romo Catur yang Membangun Musala Sebagai Wujud Toleransi di Banyuwangi

Kisah Romo Catur yang Membangun Musala Sebagai Wujud Toleransi di Banyuwangi

0
Romo Tiburtius Catur Wibawa mendirikan mushala di Griya Ekologi Kelir di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dok. Pribadi

BANYUWANGI, Pena Katolik – Satu hari, pengunjung di Griya Ekologi Kelir (GEK) bertanya, di manakah ia dapat menunaikan salat di lokasi pusat pendidikan ekologi itu. Akhirnya, karena saat itu belum ada tempat khusus, mereka pun salat di sebuah ruangan.

Namun, pada kesempatan lain, selalu saja ada pengunjung GEK yang menanyakan di mana mereka dapat menunaikan salat. Hal inilah, yang kemudian mendorong Romo Tiburtius Catur Wibawa untuk membangun sebuah musala di lokasi GEK.

GEK adalah pusat pembelajaran ekologi yang dikelola oleh SMA Katolik Hikmah Mandala, Banyuwangi. Lokasinya kurang lebih 10 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi.

Musala Bergaya Osing

Musala yang ada di GEK dibangun dengan gaya arsitektur bergaya Osing. Sederhana dengan ukuran tiga kali empat meter, musala ini cukup nyaman dan teduh dipakai untuk menunaikan salat, meski cuaca di siang hari cukup panas.

“Karena melihat hal itu dan kebutuhan untuk salat maka saya punya ide untuk menyediakan tempat bagi mereka yang ingin salat supaya salat lebih nyaman dan tenang,” ujar Romo Catur.

Sebagai pusat pembelajaran ekologi, GEK mengedepankan nilai-nilai universal dan teleransi. Romo Catur menjelaskan, bangunan musala itu juga sebagai wujud rasa toleransi beragama yang harus diciptakan di manapun berada.

Banyak pengunjung GEK berasal dari berbagai agama, terutama Islam. Ada banyak kegiatan oleh kelompok-kelompok berlatar belakang Islam yang menggunakan tempat itu untuk berbagai kegiatan.

“Tempat ini memang kita bangun untuk bertolenasi antar umat beragama. Karena toleransi itu sangat indah. Sehingga wujud toleransi di tempat ini salah satunya membangun musalah ini,” kata Romo Catur.

Menurut Romo Catur, beribadah tidak hanya dengan berdoa, baik di gereja untuk orang Kristen, dan maupun musala saja untuk umat Muslim. Menudutnya, menjaga dan melestarikan lingkungan juga merupakan wujud dari imadah. Ia mencontohkan, mengurangi pemakaian bahan sekali pakai, yang terbuat dari plastic, juga bisa dikatakan bentuk lain dari ibadah.

“Berbiadah itu tidah harus kita datang ke gereja atau datang ke masjid bagi umat muslim. Tapi juga dengan melestarikan lingkungan,” kata Romo Catur.

Terkait GEK, Romo Catur membuka bagi siapa saja untuk berkegiatan di tempat ini, baik dari umat Islam, Hindu, Budha, Kristen, Konghucu, dan Katolik. Di tempat ini, setiap orang diundang untuk menjaga toleransi beragama.

“Gria Ekologi Kelir ini bebas digunakan untuk siapa saja asalkan itu kegaiatan yang positif. entah itu dari saudara kita yang muslim, kristen, hindu maupun budha silahkan. Tapi tetap menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas Romo Catur.

Proses pembangunan musala di GEK. Dok GEK

Sambutan dari Umat Muslim

Musala yang dibangun di lokasi GEK nyatanya disambut baik dan diapresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi yang sejak awal mendukung pembangunan musala ini. Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Banyuwangi, memandang keberadaaan musala yang dibangun oleh seseoarang pastur ini menunjukkan Banyuwangi sangat toleran antarumat beragama.

Ketua FKUB Banyuwangi, KH Muhammad Yamin mengatakan, salat di mana saja bisa. Ia melihat bahwa di GEK ada banyak pengunjung dari berbagai kalangan agama, jadi tidak ada salahnya kalau dibangun musala. Ia tidak mempermasalahkan jika nantinya musala yang ada di GEK ada juga tempat ibadah pemeluk agama lainya.

“Salat dimana saja bisa asalkan suci, jika di tempat itu ada musala wajar karena itu bagian dari fasilitas usaha. Di hotel dan restoran juga ada musala,” kata Kiai Yamin.

Ketua Tanfizia PC NU Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini mengatakan, siapa saja bisa membangun musala atau masjid, asal memenuhi persyaratan. Gus Maki mengatakan, membangun musala tidak pernah disebutkan harus oleh orang muslim.

Gus Maki mengatakan, dari ilmu fiqih tidak ada permasalahan jika pembangunan musala dan masjid dilakukan oleh orang non muslim. Ia menyebutkan, di tempat lain sudah banyak contohnya masjid dibangun oleh orang non muslim.

“Seperti di Negara Palestina hampir seluruh masjid yang ada di negara tersebut awalnya dibanguna oleh orang Yahudi,” tambah Gus Maki.

Edukasi Ekologi

Di tempat ini pihak pengelola, menerapkan konsep ramah lingkungan. Sehingga setiap masyarakat yang mengadakan kegiatan, tidak boleh menggunakan tempat makanan dan minuman dari plastik yang sekali pakai. Hal ini untuk mengurangi sampah palstik di Banyuwangi.

“Kalau berakitan dengan ekologi kami minimalkan menggunakan sampah plastik, menggunkan plastik sekali pakai untuk mengurangi sampah plastik, sehingga tidak ada botol atau gelas plastik yang kami sediakan,” tambah Romo Catur. (AES)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mengapa Game Online Semakin Sulit Ditinggalkan oleh Pemain di Era Digital?

Perkembangan Game Online Mengubah Cara Generasi Muda Menikmati Hiburan

Di Balik Popularitas Game Online, Ada Perubahan Kebiasaan yang Jarang Disadari

Mengapa Game Online dengan Tampilan Sederhana Justru Bisa Menarik Banyak Pemain?

Fenomena Game Online Modern dan Alasan Pemain Terus Mencari Pengalaman Baru

Ketika Game Online Menjadi Bagian dari Rutinitas, Apa yang Sebenarnya Berubah?

Mengapa Game Online Berbasis Smartphone Semakin Diminati Berbagai Kalangan?

Bagaimana Teknologi Mengubah Pengalaman Bermain Game Online dari Masa ke Masa?

Game Online dan Perubahan Pola Hiburan Digital yang Semakin Terasa

Mengapa Pemain Game Online Sering Merasa Waktu Berlalu Begitu Cepat?

Fenomena Game Online Multiplayer dan Cara Baru Membangun Pertemanan Digital

Mengapa Desain Karakter Game Online Bisa Begitu Melekat dalam Ingatan Pemain?

Perubahan Dunia Game Online Membuat Pengalaman Bermain Semakin Personal

Ketika Game Online Menghadirkan Dunia Virtual, Mengapa Pemain Merasa Terhubung?

Mengapa Game Online dengan Tantangan Berulang Tetap Menarik untuk Dimainkan?

Game Online dan Perkembangan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Hiburan Interaktif

Mengapa Komunitas Game Online Bisa Bertahan meski Tren Permainan Terus Berganti?

Perkembangan Game Online Membawa Tantangan Baru bagi Pengguna Internet

Bagaimana Game Online Memanfaatkan Efek Visual untuk Membangun Pengalaman Bermain?

Mengapa Industri Game Online Terus Berinovasi Mengikuti Kebiasaan Pemain?

Mengapa Game Online Kini Menjadi Ruang Hiburan sekaligus Tempat Bersosialisasi?

Perubahan Kebiasaan Gamer di Era Digital yang Semakin Terhubung

Bagaimana Game Online Menciptakan Pengalaman Berbeda bagi Setiap Generasi?

Fenomena Pemain Game Online yang Lebih Menyukai Tantangan daripada Hadiah

Mengapa Cerita dalam Game Online Bisa Membuat Pemain Merasa Terlibat?

Perkembangan Game Online Membuka Cara Baru Menikmati Hiburan Interaktif

Ketika Dunia Game Online Semakin Realistis, Apa yang Dirasakan Pemain?

Mengapa Fitur Kerja Sama Menjadi Daya Tarik dalam Game Online Modern?

Bagaimana Perubahan Tren Game Online Memengaruhi Pilihan Permainan Pengguna?

Game Online dan Munculnya Kebiasaan Baru dalam Mengisi Waktu Luang

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Muncul dalam Percakapan di Media Sosial?

Kasino Digital dan Perubahan Cara Masyarakat Memahami Risiko Permainan

Menelusuri Pengaruh Konten Video Pendek terhadap Popularitas Kasino Online

Di Balik Tampilan Kasino Online, Ada Strategi Desain yang Memengaruhi Pengguna

Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Membedakan Informasi dari Promosi

Bagaimana Kasino Digital Memanfaatkan Teknologi untuk Menjaga Aktivitas Pengguna?

Fenomena Kasino Online Memunculkan Perdebatan tentang Batas Hiburan Digital

Mengenali Pengaruh Notifikasi terhadap Kebiasaan Pengguna Kasino Online

Kasino Online dan Perubahan Persepsi Masyarakat terhadap Peluang Kemenangan

Ketika Kasino Digital Menjadi Topik Perbincangan dalam Literasi Media

Mengapa Informasi tentang Kasino Online Perlu Dilihat dari Berbagai Perspektif?

Perkembangan Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Pengawasan Konten Digital

Kasino Online dalam Sorotan Psikologi Pengambilan Keputusan Pengguna

Memahami Bagaimana Promosi Kasino Digital Membentuk Harapan Pengguna Baru

Di Tengah Arus Informasi Digital, Kasino Online Menghadirkan Tantangan Baru

Menelusuri Hubungan Kasino Online dengan Perubahan Pola Konsumsi Konten

Kasino Digital dan Pentingnya Memahami Perbedaan Hiburan dengan Risiko Keuangan

Bagaimana Pengalaman Pengguna Membentuk Pandangan terhadap Kasino Berbasis Internet?

Fenomena Kasino Online Mengingatkan Pentingnya Sikap Kritis terhadap Konten Viral

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Tanggung Jawab Platform Internet

Kasino Online dan Fenomena Normalisasi Taruhan dalam Kehidupan Digital

Mengapa Transparansi Biaya Penting dalam Layanan Kasino Berbasis Internet?

Menelusuri Pengaruh Komunitas Virtual terhadap Pandangan tentang Kasino Online

Ketika Kasino Digital Menggunakan Sistem Hadiah, Bagaimana Pengaruhnya pada Pengguna?

Kasino Online dan Tantangan Memahami Informasi di Tengah Banjir Konten Digital

Bagaimana Kebiasaan Bermain pada Malam Hari Berkaitan dengan Risiko Kasino Online?

Kasino Digital dalam Sorotan Perlindungan Pengguna dari Praktik Manipulatif

Mengenali Perbedaan antara Keberuntungan Sesaat dan Peluang dalam Kasino Online

Kasino Online dan Peran Edukasi Keluarga dalam Membangun Kesadaran Risiko

Mengapa Kemudahan Registrasi Kasino Digital Perlu Diimbangi Perlindungan Identitas?