Home RENUNGAN Bacaan dan Renungan Sabtu 19 Juli 2025; Pekan Biasa ke-XV (Hijau)

Bacaan dan Renungan Sabtu 19 Juli 2025; Pekan Biasa ke-XV (Hijau)

0

Bacaan I – Kidung Agung 3:1-4a

“Impian mempelai perempuan.”

Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata: Pada malam hari, di atas peraduanku, kucari jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku.

Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” Baru saja meninggalkan mereka, kutemukan jantung hatiku. Kupegang dia, dan tak kulepaskan lagi.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9

Ref. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan, ingin melihat wajah Allah.

  • Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan Dikau tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair.
  • Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Dikau.
  • Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak sorai, mulutku memuji-muji.
  • Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Katakanlah Maria, engkau melihat apa? Wajah Yesusku yang hidup, sungguh mulia hingga aku takjub.

Bacaan Injil Yohanes 20:1.11-18

“Ibu mengapakah engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?”

Pada hari Minggu Paska, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ; tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman.

Maka ia berkata kepadanya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Kata Yesus kepadanya, “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!” artinya: Guru. Kata Yesus kepada-Nya, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa.

Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

***

Siapa Maria Magdalena

Maria Magdalena kita peringati pestanya pada hari ini. Siapakah dia? Kita mengenal kisahnya dari Injil. Maria terhitung sebagai salah satu di antara wanita yang disembuhkan Yesus dari kuasa Roh jahat dan kemudian menjadi pengikut dan pelayan Yesus selama karya-Nya.

Maria juga hadir pada saat kematian Lazarus, hadir di jalan salib Yesus hingga di bawah kaki salib, hadir saat penguburan Yesus dan mendatangi kubur untuk mengurapi jenazah Yesus bersama para wanita lain.

Dan puncaknya, Maria Magdalena menjadi satu-satunya wanita yang melihat Yesus setelah kebangkitan-Nya. Yesus menampakkan diri kepada-Nya dan menyapa dirinya dengan ‘nama’nya (bdk. Yoh. 20:11-18).

Menyapa dengan ‘nama’ pribadi memperlihatkan kedalaman relasi dan cinta. Kedalaman relasi itu semakin kuat terasa ketika seseorang kehilangan kekasih jiwanya. Lihatlah Maria Magdalena bagai orang linglung mencari Yesus sambil menangis di sekitar kuburan.

Rasa kehilangan itu indah dilukiskan dalam Kitab Kidung Agung: ”… pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. … Aku ditemui peronda-peronda kota. ”Apakah kamu melihat jantung hatiku?”(Kid. 3:1-3).

Maria Magdalena telah menjadi kekasih jiwa Yesus, jantung hati-Nya. Maria mengalami sendiri rahmat belas kasih dan pengampunan Tuhan. Ia yang dosanya paling banyak diampuni Tuhan, akan paling besar sukacitanya.

Kita semua juga ingin menjadi kekasih jiwa Yesus, jantung hati-Nya sendiri. Untuk itu, kita belajar dari Maria Magdalena untuk berani datang kepada Yesus mohon ampunan dosa dan bertobat.

Betapa Yesus amat mencintai pendosa yang bertobat, yang mengikuti hidup dan karya Yesus hingga mau mati dan bangkit dalam nama-Nya.

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Mahamulia, Putra-Mu yang tunggal menyampaikan kabar sukacita Paskah yang mulia kepada Maria Magdalena mendahului para murid lainnya. Semoga berkat teladan dan doanya kami mewartakan Kristus yang hidup dan kelak melihat-Nya meraja dalam kemuliaan-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Sumber https://www.renunganhariankatolik.web.id/

***

Santo Arsenius Agung, Pertapa

Arsenius dikenal sebagai seorang pejabat tinggi di istana Kaisar Teodosius di Konstantinopel. Selain mengerjakan tugas-tugas wajib kenegaraan, ia pun menjadi guru dan pendidik bagi putera-puteri kaisar Teodosius. Dalam kedudukannya ini, Arsenius terkenal kaya-raya. Harta miliknya yang berlimpah itu cukup untuk memuaskan semua keinginan dan hawa nafsu duniawinya. Tampak jelas bahwa Arsenius berfoya-foya dengan kekayaannya itu, namun sesungguhnya ia sama sekali tidak merasa puas dan tenang-tenteram. Lama kelamaan, ia mulai merasa bahwa kepuasan dan ketenangan batin tidak bisa diperoleh dengan hidup berfoya-foya.

Ia mulai merobah cara hidupnya dengan lebih banyak meluangkan waktu untuk merenungkan makna kehidupannya di dunia ini. Lambat laun berkat rahmat Allah yang dicurahkan kepadanya, ia mulai mengerti dan menyadari kehampaan dan kesia-siaan kekayaan dan hormat duniawi. Dalam renungan-renungannya untuk lebih memahami makna hidupnya, ia terus memohon terang Roh Kudus agar dapat mengerti kehendak dan rencana Tuhan atas dirinya. Dengan cara inilah, ia mulai memperoleh ketenangan batin yang didambakannya.

Pada suatu hari ketika ia sedang berdoa, Tuhan berbicara kepadanya: “Arsenius, tinggalkanlah pergaulan dengan manusia demi keselamatan dirimu!” Suara Tuhan itu ditaatinya dengan segera meninggalkan semua sahabat kenalannya dan berlayar ke Aleksandria. Di Aleksandria, ia menjadi seorang pertapa di sebuah pertapaan di padang gurun Mesir. Dalam waktu singkat, Arsenius telah mencapai suatu kemajuan besar dalam hidup rohaninya. Ia menjadi seorang manusia baru yang saleh, rendah hati dan sabar.

Di pertapaan itu, ia sekali lagi mendengar suara panggilan Tuhan: “Arsenius, carilah sebuah tempat yang lebih sunyi, karena keheninganlah dasar keselamatan.” Arsenius menaati suara Tuhan itu. Ia pergi dari pertapaannya yang pertama, dan mendirikan sebuah gubuk pertapaan yang jauh dari sahabat-sahabatnya. Sewaktu mau meninggalkan rekan-rekannya, ia berkata: “Tuhan tahu betapa besar cinta kasihku kepada kamu sekalian. Akan tetapi tidak mungkinlah bagi aku untuk serentak bergaul dengan Tuhan dan manusia”.

Di pertapaan baru itu, Arsenius semakin bertambah maju pesat dalam cara hidup rohaninya. Banyak orang datang kepadanya meminta bimbingan rohani. Biasanya ia tidak banyak bicara. Jawaban dan petunjuk-petunjuknya serba singkat, namun jitu dan bijaksana. Beberapa kali ia pindah ke tempat yang jauh lebih sepi dan sunyi agar lebih bersatu dengan Tuhan secara pribadi. Arsenius meninggal dunia pada tahun 450.

Santa Aurea, Martir

Aurea lahir pada tahun 856 dalam sebuah keluarga Islam. Gadis Muslim ini bertobat menjadi Kristen. Sepeninggal suaminya, ia masuk biara. Oleh seorang anggota keluarganya, Aurea dilaporkan kepada tokoh-tokoh Islam di kota Cordoba, Spanyol, sehingga ditangkap dan dipenggal kepalanya. Mayatnya dicampakkan ke sungai Guadalquivir.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Mengapa Struktur Vokal Kakek Zeus Bikin Kagum PendengarTrik Gerakan Memutar Moncong Senjata Wild Bandito Sangat HalusStandar Tata Akustik Ruang Kedap Siaran Studio Live KasinoAlasan Tema Mahjong Ways 1 Menjadi Cetak Biru Game ModernRahasia Sepuhan Warna Mahjong Wins 3 Tampak Begitu MenyalaBukan Sekadar Sosok Bedah Simbol Mahkota Megah Kakek ZeusTrik Manajemen Buffer PG Soft Singkirkan Waktu MenungguMengapa Denting Logam Ubin Mahjong Ways 3 Curi Fokus CepatRahasia Pengaturan Bandwidth Adaptif Server Global PragmaticKarakter Topi Lebar Koboi Wild Bandito Kuatkan Cerita TemaMengapa Lensa Kamera Live Kasino Hasilkan Kedalaman SempurnaAlasan Sudut Pandang Mahjong Wins 1 Bikin Pengguna BetahBukan Efek Instan Sketsa Partikel Badai Halus OlympusTrik Frekuensi Akustik Kakek Zeus Rangsang Saraf PendengaranMengapa Pergeseran Ubin Mahjong Ways 2 Begitu MenyenangkanStandar Kriptografi Sinyal Meja Permainan Live KasinoAlasan Dentuman Dinamis Wild Bandito Ciptakan Sensasi MagisTrik Palet Tradisional Mahjong Wins 2 Berpadu ModernitasMengapa Visual Kolosal Olympus Sukses Mengunci AntusiasmeRahasia Tata Letak Bersih Mahjong Ways 1 Mudah DipahamiBukan Server Rapuh Fondasi Jaringan Pragmatic Tahan BebanAlasan Kord Audio Kakek Zeus Selalu Bikin Penasaran PikiranTrik Animasi Halus Mahjong Wins 3 Hadirkan Nuansa BerkelasMengapa Tekstur Wajah Karakter Wild Bandito Sangat NyataStandar Reduksi Gema Ruang Khusus Siaran Live KasinoRahasia Pemilihan Warna Kontras Mahjong Ways 2 Sangat PasBukan Sekadar Musik Game Ponsel Bedah Karya Seni PG SoftAlasan Pancaran Cahaya Kakek Zeus Ciptakan Efek DramatisTrik Transparansi Lapisan Visual Mahjong Ways 3 Rapi Sekali
RTP dan Volatilitas Mahjong Ways 2 Sering Dianggap Sama Padahal Memiliki Fungsi yang BerbedaPerubahan Nilai Kemenangan Mahjong Ways 2 Menjadi Menarik Ketika Diamati dalam Rentang Waktu BerbedaPerubahan Ritme Permainan Mahjong Ways 2 Terlihat Berbeda Ketika Hasil Dicatat dalam Beberapa SesiMahjong Ways 2 dan Cara Pemain Membaca Variasi Hasil Tanpa Terjebak pada Kesimpulan Terburu-BuruPerbedaan Mekanisme Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Struktur PermainannyaMahjong Ways 2 dan Fenomena Momentum Semu yang Muncul dari Urutan Hasil Berturut-turutCatatan Hasil Sederhana Dapat Membantu Melihat Variasi Mahjong Ways 2 Secara Lebih ObjektifVolatilitas Mahjong Ways 2 Memberikan Gambaran Baru Tentang Naik Turunnya Hasil dalam Satu SesiIkon Berulang pada Mahjong Ways 2 Belum Tentu Menandakan Pola yang Bisa DiandalkanMengapa Hasil Mahjong Ways 2 Dapat Terlihat Berbeda dari Satu Sesi ke Sesi BerikutnyaPola Simbol Mahjong Ways 2 Terlihat Menarik, Tetapi Probabilitas Tetap Menjadi Bagian Penting dalam AnalisisMengapa Tampilan Visual Mahjong Ways 2 Berperan dalam Membentuk Persepsi Pengguna Saat Bermain5 Faktor yang Membentuk Pengalaman Bermain Mahjong Ways 2 dari Sudut Pandang StatistikMahjong Ways 2 dalam Kajian Data: Memisahkan Variasi Acak dari Pola yang Terlihat KonsistenPeran Scatter dan Wild pada Mahjong Ways 2 Dilihat dari Fungsi serta Pengaruhnya terhadap PermainanMahjong Ways 2 di Tengah Perkembangan Game Mobile dengan Mekanisme dan Visual yang Semakin KompleksGranularitas Data Mengubah Cara Hasil Mahjong Ways 2 Dibaca dan Dibandingkan Antar SesiCara Memahami Perubahan Hasil Mahjong Ways 2 Tanpa Menganggap Setiap Urutan sebagai Sebuah PolaStruktur Pembayaran Mahjong Ways 2 Menawarkan Perspektif Berbeda dalam Memahami Variasi Kemenangan5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membandingkan Hasil Mahjong Ways dengan Mahjong Ways 2Pengaruh Frekuensi Putaran terhadap Cara Pemain Menilai Hasil Mahjong Ways 2Kesalahan Umum Saat Membaca Hasil Mahjong Ways 2 Berdasarkan Beberapa Putaran SajaPerbandingan Pola Simbol Mahjong Ways 2 dan Mahjong Ways Dilihat dari Cara Kemenangan TerbentukBuy Spin pada Mahjong Ways 2 Mengubah Cara Sebagian Pengguna Berinteraksi dengan Fitur PermainanKetika Ikon Muncul Berturut-turut, Mahjong Ways 2 Rentan Membentuk Persepsi Pola yang Belum Tentu AkuratMahjong Ways 2 Bisa Terasa Berbeda pada Setiap Sesi karena Variasi Hasil Tidak Selalu Berjalan SeragamAnalisis Statistik Mahjong Ways 2 Membantu Menempatkan Hasil Permainan dalam Konteks yang Lebih TepatPerbedaan Persepsi Pemain terhadap Mahjong Ways 2 Ketika Hasil Permainan Dicatat Secara BerjenjangTeknologi Real Time dan Perkembangan Infrastruktur Digital di Balik Pengalaman Game Mahjong Ways 25 Elemen Mahjong Ways 2 yang Membentuk Struktur Permainan dari Simbol hingga Fitur BonusPerbedaan Ukuran dan Bentuk Ubin Mahjong Ways 2 Dibandingkan Versi Sebelumnya Menarik untuk DiamatiFitur Permainan Mahjong Ways 2 dan Pengaruhnya terhadap Cara Pengguna Mengambil KeputusanVariasi Kemenangan Mahjong Ways 2 Lebih Mudah Dipahami Ketika Data Tidak Hanya Dilihat dari Satu PutaranPengelolaan Modal Tetap Menjadi Pertimbangan Penting Ketika Membahas Aktivitas Mahjong Ways 2Mengapa Data Jangka Pendek Mahjong Ways 2 Tidak Selalu Cukup untuk Menilai Karakteristik PermainanMahjong Ways 2 dalam Perspektif Probabilitas: Mengapa Hasil Sebelumnya Tidak Menentukan Putaran BerikutnyaEvolusi Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Tema Tradisional Beradaptasi dengan Format Game DigitalPopularitas Mahjong Ways 2 Menunjukkan Perubahan Selera Pengguna terhadap Game Bertema TradisionalMahjong Ways 2 dan Peran Teknologi dalam Menghadirkan Pengalaman Permainan yang Lebih ResponsifDari Visual hingga Mekanisme, Mahjong Ways 2 Menawarkan Banyak Sudut untuk Dikaji dalam Permainan Digital
Exit mobile version