Home BERITA TERKINI Gereja Katolik di Madura: Lahir di Arah Terbit Sang Surya

Gereja Katolik di Madura: Lahir di Arah Terbit Sang Surya

0

SUMENEP, Pena Katolik – Berjalan-jalan di sekitar Marengan, Sumenep, Jawa Timur, boleh jadi orang tidak akan lagi menemukan Hotel Van Duyne. Tempat penginapan terkenal pada zaman Belanda itu, kini telah menjadi kompleks sekolah. Hotel yang dimiliki pengusaha berkebangsaan belanda, Dirk van Duyne ini, pada zamannya menjadi gambaran majunya industri garam di Pulau Madura.

Siapa sangka, Hotel Van Duyne ternyata menandai salah satu titik perkembangan umat Katolik di Madura, khususnya di Sumenep.

Salah satu catatan, pernah ada Misa di hotel itu pada sekitar bulan April 1934. Namun, itu bukanlah yang pertama, Misa di tempat itu, sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Belum punya gereja yang permanen, umat Katolik di Sumenep, sempat juga merayakan Misa di kediaman Asisten Residen Busselaar yang beserta istri dan anaknya akhirnya juga menjadi Katolik.

Pada sekitar tahun 1930-an ini, beberapa orang Tionghoa yang telah menjadi Katolik. Orang Tionghoa inilah, bersama orang Belanda yang bekerja di perusahaan garam, menjadi umat-umat Katolik awal yang tinggal di Sumenep.

Hingga akhirnya, pada 15 Oktober 1937, Vikaris Apostolik Malang, Mgr Antonius Everardo Johannes Albers OCarm memberkati gereja dan pastoran di Sumenep. Mgr Albers juga mengumumkan peresmian paroki baru dan menugaskan Romo

Richard Vissers OCarm sebagai Romo Kepala Paroki St Maria dari Gunung Karmel Sumenep yang pertama.

Gereja Lahir

Pada masa-masa awal ini, tidak banyak umat Katolik di Sumenep. Perayaan Natal tahun 1937, hanya 12 umat yang menghadiri Misa. Jumlah ini meningkat secara signifikan setahun kemudian. Ketika itu, tahun 1938, umat Katolik yang tinggal di Sumenep tercatat sebanyak 200-an orang.

Romo Vissers tidak sendiri ketika mulai paroki baru itu, ia bekerja bersama lima Suster dari Tarekat Darah Mulia (Liefdezusters Van Het Kostbaar Bloed/ADM). Rencana awal, kelima suster ini sebenarnya akan bekerja untuk karya pendidikan di Pamekasan. Namun, dengan beragam pertimbangan, mereka akhirnya memilih Sumenep sebagai ladang karya.

Awalnya, Suster-suster Darah Mulia ini tinggal di daerah Moncol, Sumenep, komunitas suster akhirnya dipindahkan ke Pabean di rumah yang lebih besar. Di tempat ini, Suster darah Mulia merintis Sekolah Katolik. Setelah pembangunan sekolah selesai pada 2 Februari 1942, sekolah ini terpaksa ditutup setelah Jepang mulai masuk ke Nusantara dan juga ke Madura. Suster-suster dan Romo N. Kroode OCarm, yang ketika itu sudah bertugas di Sumenep menggantikan Romo Vissers, akhirnya mengungsi ke Jawa.

Pada masa ini sampai setelah kemerdekaan, praktis menjadi masa suram bagi perkembangan kekatolikan di Sumenep. Selama itu juga, aset-aset Gereja Katolik, baik itu pastoran dan sekolah menjadi tak terurus. Kedaan ini mulai berubah sejak tahun 1949 ketika gereja darurat mulai dibangun. Sekolah pun dapat difungsikan sebagaimana mestinya pada Juli 1950.

Gereja St. Maria dari Gunung Karmel Sumenep. Dok. PSMGK

Awalnya dari Sumenep

Sejak mulai karya di Sumenep, Romo Vissers tidak hanya bertugas untuk wilayah sebelah timur Madura. Ladang kerasulannya membentang dari Sumenep sampai di Bangkalan. Dua kali sebulan, Romo Vissers mengunjungi Pamekasan. Ia dibantu para Suster Darah Mulia setiap kali mengunjungiPamekasan.

Namun, pelayanan di Pamekasan sebenarnya sudah berjalan jauh sebelumnya. Tahun 1930, saat Romo W. Ards OCarm menjadi Pastor Pembantu di Probolinggo, ia sudah rutin mengunjungi Pamekasan dan memberikan pelayanan sakramen untuk umat Katolik, yang kebanyakan berkebangsaan Belanda. Romo Ards sering kali dibantu beberapa awam dalam menjalankan tugasnya. Pada pertengahan 1930-an sampai 1941, Pamekasan dilayani layaknya stasi dari Paroki Sumenep.

Semua berjalan lancar sampai pada ketika Jepang masuk Madura, umat Katolik yang sebagian adalah warga Belanda, menjadi terancam oleh tentara Dai Nippon yang mulai menguasai Madura. Alhasil, semua pelayan pastoral baik Romo maupun suster,yang berkebangsaan Belanda, akhirnya terusir dari Madura dan harus mengungsi ke Jawa.

Pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945, Gereja Katolik di Pamekasan perlahan menemukan kembali ritme yang lebih lancar. Kunjungan pelayan pastoral dari Sumenep kembali terjadi.

Puncak dari perjuangan umat akhirnya terbayar, pada 8 Mei 1984, Mgr Albers merestui dibentuknya paroki baru di wilayah tengah Pulau Madura ini. Pamekasan diresmikan menjadi paroki. Sejak itu, Romo Q. Kramer OCarm mulai menetap di Pamekasan dan melayani di sana. Pada hari yang sama, gereja stasi yang awalnya dengan pelindung St Herman Yoseph, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi gereja paroki dengan nama pelindung, St Maria Ratu Para Rasul.

Di Pamekasan sendiri, jejak kekatolikan sudah dimulai saat didirikannya Hollandsch-Chineesche School (HCS) Katolik pada 1 Juli 1933. Ini adalah Sekolah Dasar Katolik yang dirintis Romo Ards OCarm. Romo Ards mengusahakan agar Carmelsyichting, yayasan milik Ordo Karmel, membuka karya pendidikan di Pamekasan.

Sekolah ini sejak itu mulai mendidik anak-anak keturunan Tionghoa yang ada di Pamekasan. Pendidikan berjalan dengan lancar sampai Jepang masuk Madura pada awal 1942. Praktis setelah itu, pelayanan pastoral dan karya pendidikan Katolik di Pamekasan tidak berjalan. Keadaan ini baru kembali normal pada tahun 1950.

Sebuah Keluarga

Ketika Gereja akhirnya menancapkan fondasi yang cukup kuat di Pamekasan, di saat yang sama, umat Katolik di Bangkalan pun mulai tersemai. Yusuf Budiharjo mulai menetap di kompleks Kapitan Bangkalan pada 1949. Meski bukan penganut Karolik, namun istri Yusuf yang bernama Suryani dan ketiga anaknya adalah penganut Katolik yang taat. Saat itu, Yusuf hanya bersimpati saja pada iman, yang ketika itu sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarganya.

Saat Romo Kramer mendengar bahwa di Bangkalan ada umat Katolik, seketika Romo Paroki Pamekasan itu berinisiatif mengunjungi keluarga Yusuf. Setelah mengetahui dengan pasti bahwa ada keluarga Katolik di Bangkalan, seminggu kemudian Romo Kramer mengunjungi lagi keluarga Yusuf dan merayakan Misa. Sejak itu, Romo Kramer datang rutin sebulan sekali untuk merayakan Misa di rumah keluarga Yusuf, mengingat saat itu belum ada gereja Katolik di Bangkalan.

Ketika tahun 1951 Mgr Albers mengunjungi keluarga Yusuf, ia lalu memutuskan untuk mengadakan Misa setiap Minggu di Bangkalan. Seiring waktu, jumlah umat yang datang pun semakin banyak. Umat datang dari Sepulu, Banyuates, dan Batuporon di wilayah Sumenep. Puncaknya, umat lalu berpikir untuk merencanakan membangun gereja. Pada tahun 1952, umat mulai mengumpulkan dana untuk mesujudkan impian ini.

Saat dirasa umat Katolik cukup mandiri, Mgr Albers akhirnya meresmikan Bangkalan menjadi paroki pada tanggal 29 Juli 1956. Setelah diresmikan, paroki ini mengambil nama pelindung Maria dari Fatima. Ketika itu, pusat peribadatan dan paroki menggunakan sebuah gedung di jalan Sak-sak yang kini menjadi Jalan Letnan Mestu, Sumenep. Hingga sekarang, di sinilah pusat kehidupan umat Katolik di Bangkalan.

Kini 80 tahun telah berlalu, waktu yang beranjak dari bagian Timur berjalan sambil melahirkan satu per satu paroki di Pulau Madura. Dimulai dari Sumenep, benih Gereja akhirnya juga tumbuh di Pamekasan dan Bangkalan. Laksana mentari, tumbuh kembang Gereja berawal dari timur dan berjalan ke barat. (AES)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Mengapa Struktur Vokal Kakek Zeus Bikin Kagum PendengarTrik Gerakan Memutar Moncong Senjata Wild Bandito Sangat HalusStandar Tata Akustik Ruang Kedap Siaran Studio Live KasinoAlasan Tema Mahjong Ways 1 Menjadi Cetak Biru Game ModernRahasia Sepuhan Warna Mahjong Wins 3 Tampak Begitu MenyalaBukan Sekadar Sosok Bedah Simbol Mahkota Megah Kakek ZeusTrik Manajemen Buffer PG Soft Singkirkan Waktu MenungguMengapa Denting Logam Ubin Mahjong Ways 3 Curi Fokus CepatRahasia Pengaturan Bandwidth Adaptif Server Global PragmaticKarakter Topi Lebar Koboi Wild Bandito Kuatkan Cerita TemaMengapa Lensa Kamera Live Kasino Hasilkan Kedalaman SempurnaAlasan Sudut Pandang Mahjong Wins 1 Bikin Pengguna BetahBukan Efek Instan Sketsa Partikel Badai Halus OlympusTrik Frekuensi Akustik Kakek Zeus Rangsang Saraf PendengaranMengapa Pergeseran Ubin Mahjong Ways 2 Begitu MenyenangkanStandar Kriptografi Sinyal Meja Permainan Live KasinoAlasan Dentuman Dinamis Wild Bandito Ciptakan Sensasi MagisTrik Palet Tradisional Mahjong Wins 2 Berpadu ModernitasMengapa Visual Kolosal Olympus Sukses Mengunci AntusiasmeRahasia Tata Letak Bersih Mahjong Ways 1 Mudah DipahamiBukan Server Rapuh Fondasi Jaringan Pragmatic Tahan BebanAlasan Kord Audio Kakek Zeus Selalu Bikin Penasaran PikiranTrik Animasi Halus Mahjong Wins 3 Hadirkan Nuansa BerkelasMengapa Tekstur Wajah Karakter Wild Bandito Sangat NyataStandar Reduksi Gema Ruang Khusus Siaran Live KasinoRahasia Pemilihan Warna Kontras Mahjong Ways 2 Sangat PasBukan Sekadar Musik Game Ponsel Bedah Karya Seni PG SoftAlasan Pancaran Cahaya Kakek Zeus Ciptakan Efek DramatisTrik Transparansi Lapisan Visual Mahjong Ways 3 Rapi Sekali
RTP dan Volatilitas Mahjong Ways 2 Sering Dianggap Sama Padahal Memiliki Fungsi yang BerbedaPerubahan Nilai Kemenangan Mahjong Ways 2 Menjadi Menarik Ketika Diamati dalam Rentang Waktu BerbedaPerubahan Ritme Permainan Mahjong Ways 2 Terlihat Berbeda Ketika Hasil Dicatat dalam Beberapa SesiMahjong Ways 2 dan Cara Pemain Membaca Variasi Hasil Tanpa Terjebak pada Kesimpulan Terburu-BuruPerbedaan Mekanisme Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Struktur PermainannyaMahjong Ways 2 dan Fenomena Momentum Semu yang Muncul dari Urutan Hasil Berturut-turutCatatan Hasil Sederhana Dapat Membantu Melihat Variasi Mahjong Ways 2 Secara Lebih ObjektifVolatilitas Mahjong Ways 2 Memberikan Gambaran Baru Tentang Naik Turunnya Hasil dalam Satu SesiIkon Berulang pada Mahjong Ways 2 Belum Tentu Menandakan Pola yang Bisa DiandalkanMengapa Hasil Mahjong Ways 2 Dapat Terlihat Berbeda dari Satu Sesi ke Sesi BerikutnyaPola Simbol Mahjong Ways 2 Terlihat Menarik, Tetapi Probabilitas Tetap Menjadi Bagian Penting dalam AnalisisMengapa Tampilan Visual Mahjong Ways 2 Berperan dalam Membentuk Persepsi Pengguna Saat Bermain5 Faktor yang Membentuk Pengalaman Bermain Mahjong Ways 2 dari Sudut Pandang StatistikMahjong Ways 2 dalam Kajian Data: Memisahkan Variasi Acak dari Pola yang Terlihat KonsistenPeran Scatter dan Wild pada Mahjong Ways 2 Dilihat dari Fungsi serta Pengaruhnya terhadap PermainanMahjong Ways 2 di Tengah Perkembangan Game Mobile dengan Mekanisme dan Visual yang Semakin KompleksGranularitas Data Mengubah Cara Hasil Mahjong Ways 2 Dibaca dan Dibandingkan Antar SesiCara Memahami Perubahan Hasil Mahjong Ways 2 Tanpa Menganggap Setiap Urutan sebagai Sebuah PolaStruktur Pembayaran Mahjong Ways 2 Menawarkan Perspektif Berbeda dalam Memahami Variasi Kemenangan5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membandingkan Hasil Mahjong Ways dengan Mahjong Ways 2Pengaruh Frekuensi Putaran terhadap Cara Pemain Menilai Hasil Mahjong Ways 2Kesalahan Umum Saat Membaca Hasil Mahjong Ways 2 Berdasarkan Beberapa Putaran SajaPerbandingan Pola Simbol Mahjong Ways 2 dan Mahjong Ways Dilihat dari Cara Kemenangan TerbentukBuy Spin pada Mahjong Ways 2 Mengubah Cara Sebagian Pengguna Berinteraksi dengan Fitur PermainanKetika Ikon Muncul Berturut-turut, Mahjong Ways 2 Rentan Membentuk Persepsi Pola yang Belum Tentu AkuratMahjong Ways 2 Bisa Terasa Berbeda pada Setiap Sesi karena Variasi Hasil Tidak Selalu Berjalan SeragamAnalisis Statistik Mahjong Ways 2 Membantu Menempatkan Hasil Permainan dalam Konteks yang Lebih TepatPerbedaan Persepsi Pemain terhadap Mahjong Ways 2 Ketika Hasil Permainan Dicatat Secara BerjenjangTeknologi Real Time dan Perkembangan Infrastruktur Digital di Balik Pengalaman Game Mahjong Ways 25 Elemen Mahjong Ways 2 yang Membentuk Struktur Permainan dari Simbol hingga Fitur BonusPerbedaan Ukuran dan Bentuk Ubin Mahjong Ways 2 Dibandingkan Versi Sebelumnya Menarik untuk DiamatiFitur Permainan Mahjong Ways 2 dan Pengaruhnya terhadap Cara Pengguna Mengambil KeputusanVariasi Kemenangan Mahjong Ways 2 Lebih Mudah Dipahami Ketika Data Tidak Hanya Dilihat dari Satu PutaranPengelolaan Modal Tetap Menjadi Pertimbangan Penting Ketika Membahas Aktivitas Mahjong Ways 2Mengapa Data Jangka Pendek Mahjong Ways 2 Tidak Selalu Cukup untuk Menilai Karakteristik PermainanMahjong Ways 2 dalam Perspektif Probabilitas: Mengapa Hasil Sebelumnya Tidak Menentukan Putaran BerikutnyaEvolusi Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Tema Tradisional Beradaptasi dengan Format Game DigitalPopularitas Mahjong Ways 2 Menunjukkan Perubahan Selera Pengguna terhadap Game Bertema TradisionalMahjong Ways 2 dan Peran Teknologi dalam Menghadirkan Pengalaman Permainan yang Lebih ResponsifDari Visual hingga Mekanisme, Mahjong Ways 2 Menawarkan Banyak Sudut untuk Dikaji dalam Permainan Digital
Pola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Pragmatic PlayRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3PgsoftSlot GacorRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Pragmatic PlaySlot Gacor Hari IniRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Analisa Mikrostruktur Mengurai Perubahan Kecil dalam Rangkaian AktivitasDiferensiasi Cahaya Starlight Princess 1000 Memisahkan Kedalaman Setiap LapisanDimensionalitas Ruang Gates of Olympus Terbentuk melalui Susunan BertingkatEfisiensi Backend Kasino Online Dievaluasi melalui Parameter Utilisasi SistemEksplorasi Parametrik Menguji Perubahan Respons melalui Rentang Nilai BerlainanEvaluasi Heuristik Membandingkan Strategi Pemrosesan dalam Skenario Interaktif KompleksFluktuasi Mahjong Wins 3 Mengubah Profil Komposisi Antarperiode ObservasiGame Digital Mengatur Pemrosesan Event melalui Urutan Pemicu SistemGame Online Mengatur Sinkronisasi State melalui Infrastruktur Server TerdistribusiGates of Olympus Menampilkan Struktur Perspektif melalui Kedalaman SpasialHierarki Luminansi Starlight Princess 1000 Menentukan Fokus Elemen GrafisInstrumentalitas Pragmatic Play Memperjelas Pengukuran Performa Sistem BerlapisInterpretasi Dinamis Menyesuaikan Pembacaan Data terhadap Pergeseran Kondisi SistemInterval Repetisi Scatter Hitam Menggambarkan Variasi Antarkelompok PengamatanKasino Digital Mengembangkan Federasi Infrastruktur untuk Menghubungkan Komponen IndependenKasino Online Menggunakan Komputasi Elastis untuk Menangani Variasi TrafikKecerdasan Kontekstual Menyesuaikan Interpretasi berdasarkan Karakter Aktivitas BerubahKontinuitas Kanal Live Casino Menjaga Aliran Informasi selama TransmisiKronografi Digital Mahjong Kasino Online Memetakan Urutan Kejadian SistemKuartil Mahjong Wins 2 Membagi Distribusi Kemunculan secara Proporsional
Exit mobile version