Home BERITA TERKINI Panggilan Paus Fransiskus dan Suburnya Panggilan di Indonesia

Panggilan Paus Fransiskus dan Suburnya Panggilan di Indonesia

0

JAKARTA, Pena Katolik – Paus Fransiskus mengatakan bahwa di tengah krisis panggilan, Indonesia adalah tempat di mana panggilan masih ada. Hal ini diungkapkan Paus saat memimpin Misa Pesta Pesta Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah pada 2 Februari 2022, yang juga menandai Hari Doa Sedunia untuk Hidup Bakti.

“Ada krisis, ya bukalah hati. Kurang panggilan, pergilah ke pulau-pulau di Indonesia untuk menemukan seseorang di sana,” demikian kata Paus dalam kotbahnya 4 Februari 2022.

Pada Hari Doa Sedunia untuk Hidup Bakti ini, di Basilika Santo Petrus Paus bersama para anggota Institut Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan, dan dia mengatakan bahwa “ini adalah pertanyaan yang setiap orang, khususnya para biarawan dan biarawati, perlu bertanya.”

“Roh menggerakkan kita untuk melihat Tuhan dalam kekecilan dan kerentanan seorang bayi, namun terkadang kita mengambil risiko melihat pentahbisan kita hanya dalam hal hasil, tujuan, dan kesuksesan: kita mencari pengaruh, visibilitas, untuk angka.”

Paus Menemukan Panggilannya

Lalu, bagaimanakah Paus Fransiskus menemukan panggilannya? Adakah keinginan untuk menjadi imam, telah tumbuh saat ia masih belia?

Pada tanggal 21 September 1953, Jorge Mario Bergoglio muda – nama kecil Paus Fransiskus –mendapatkan pengalaman belas kasih. Pengalaman inilah yang menjadi momen menentukan dalam hidupnya. Pengalaman itu menuntunnya pada panggilannya sebagai seorang imam.

Saat itu, Jorge hampir berusia 17 tahun. Pada tanggal 11 Maret 1958, ia masuk novisiat Serikat Yesus. Selanjutnya,pada tanggal 13 Desember 1969, hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ketiga puluh tiga, Jorge Mario Bergoglio ditahbiskan menjadi imam.

Di Argentina, tanggal 21 September menandai Hari Raya Pelajar. Bagi Gereja, ini adalah Hari Raya Santo Matius, seorang pendosa yang dipanggil oleh Yesus untuk menjadi Rasul. Paus sendiri pada tahun 2013 menceritakan apa yang terjadi pada hari yang sangat istimewa itu, ketika ia menemukan panggilannya pada tahun 1953.

“Sebelum pergi ke pesta, saya melewati gereja paroki yang saya tuju. Saya bertemu dengan seorang imam yang tidak saya kenal, dan merasa perlu untuk mengaku dosa,” kenang Paus Fransiskus.

Saat itu, Jorge menyadari sebuah “pengalaman perjumpaan”. Ia merasa ada seseorang yang menunggunya. Pengalaman ini tak langsung dipahami, namun ia menangkapnya sebagai sebuah pengalaman penting.

“Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi, aku tidak ingat, aku tidak begitu tahu mengapa imam itu ada di sana. Ia tidak kukenal. Mengapa aku merasakan dorongan untuk mengaku dosa? Tapi sebenarnya ada seseorang yang sedang menungguku,” kenang Paus Fransiskus.

Paus menceritakan, bahwa ternyata imam itu sudah lama menunggu. Setelah pengakuan dosa, ia merasakan ada sesuatu yang berubah. Pada saat itu, ia menyadari sebagai pribadi yang tidak sama lagi.

“Aku hanya mendengar seperti sebuah suara, sebuah panggilan: ‘saya harus menjadi seorang imam’,” kenang Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus bercanda dengan beberapa imam dalam sebuah audiensi di Vatikan. Vatican News

Panggilan Paus dan St. Matius

Pengalaman dalam iman semacam ini penting, setiap orang harus mencari Tuhan, datang kepada-Nya untuk meminta pengampunan, tetapi ketika seseorang akhirnya pergi, Tuhan telah menunggu, Dia yang pertama berinisiatif.

“Anda [seorang] orang berdosa, tetapi Dia menunggu untuk mengampunimu,” kenang Paus.

Paus menceritakan pengalaman panggilannya ini saat memimpin Misa Vigil Pentakosta 18 Mei 2013.

Panggilan Paus Fransiskus lahir dalam pengalaman belas kasihan Tuhan. Paus Fransiskus memilih “Miserando atque eligendo” sebagai motonya, yang diambil dari Homili St. Bede Yang Mulia (Hom. 21; CCL 122, 149-151).

Pengalaman panggilan ini oleh Paus Fransiskus lalu dikaitkan dengan episode Injil tentang panggilan St. Matius. “Vidit ergo lesus publicanum et quia miserando atque eligendo vidit, ait illi sequere me” ‘Yesus melihat pemungut pajak dan, karena Dia melihatnya melalui mata belas kasihan dan memilihnya, Dia berkata kepadanya: Ikuti aku’.

Paus Fransiskus telah berulang kali menggambarkan lukisan panggilan St. Matius karya Caravaggio di Gereja San Luigi dei Francesi di Roma, Italia. Lukisan in sering ia amati. Ada arti penting yang direnungkan Paus Fransiskus, dalam kisah perjumpaan Matius dengan Yesus.

“Yesus datang dari penyembuhan orang lumpuh dan saat dia pergi dia menemukan pria bernama Matius. Injil mengatakan: ‘Dia melihat seorang pria bernama Matius.’ Dan di mana pria ini? Duduk di kantor pajak. Salah satu dari mereka yang membuat orang-orang Israel membayar pajak, untuk memberikannya kepada orang-orang Romawi: seorang pengkhianat negaranya.”

Paus Fransiskus terkesan, dalam lukisan itu Yesus menunjuk ke arah Matius, namun orang yang ditunjuk itu seakan sulit melepaskan tangannya dari uang yang ada di hadapannya.

“Jari Yesus yang seperti itu, ke arah Matius. Begitulah aku. Itulah yang aku rasakan. Seperti Matius. Sikap Matius itulah yang mengejutkanku: dia mengambil uangnya, seolah mengatakan: ‘tidak, bukan aku! Tidak, uang ini milikku!”

Namun, Paus kemudian menjelaskan, bahwa kesimpulan dari perjumpaan itu adalah Matius yang meninggalkan semua dan mengikuti Yesus.

“Inilah aku: seorang pendosa yang kepadanya Tuhan mengalihkan pandangannya. Dan inilah yang saya katakan ketika mereka bertanya apakah saya akan menerima pemilihan saya sebagai Paus,” ujar Paus Fransiskus.

Teladan Imam

Dalam Suratnya kepada Para Imam untuk peringatan 160 tahun wafatnya St. Yohanes Maria Vianny, pastor projo dari Ars, Paus Fransiskus mengucapkan terima kasih kepada para imam, yang menjadikan hidup mereka sebagai karya belas kasihan di wilayah atau situasi yang seringkali tidak ramah. Ia berterima kasih kepada para imam yang bertugas di tempat jauh atau ditinggalkan, bahkan dengan risiko yang mereka tanggung sendiri.

Paus berterima kasih kepada mereka atas teladan mereka yang berani dan terus-menerus dan mengajak mereka untuk tidak berkecil hati. Paus Fransiskus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua imam yang dengan setia dan murah hati menghabiskan hidup mereka untuk melayani orang lain.

Pada Misa Krisma di Basilika Santo Petrus, pada Kamis Putih 2015, Paus Fransiskus berbicara secara terbuka tentang “kelelahan para imam”, dan mengatakan bahwa hal itu sering kali ada dalam pikirannya.

“Saya memikirkannya dan sering mendoakannya, terutama ketika saya sendiri sedang lelah. Saya berdoa untuk Anda saat Anda bekerja di tengah umat Tuhan yang dipercayakan kepada Anda, banyak dari Anda berada di tempat yang sepi dan berbahaya. (AES)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perpaduan Efek Visual dan Mekanisme Permainan yang Menarik untuk Dipahami

Mengapa Game Digital dengan Tema Tradisional Masih Memiliki Tempat di Era Hiburan Modern?

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Menikmati Hiburan Interaktif

Mahjong Ways Memiliki Detail Simbol dan Warna yang Membentuk Karakter Visual Permainannya

Di Balik Desain Game Modern, Ada Peran Animasi dalam Membuat Interaksi Terasa Lebih Hidup

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pengalaman Visual melalui Perubahan Simbol Berantai?

Game Bertema Asia Semakin Beragam dengan Perpaduan Unsur Budaya dan Teknologi Digital

Mengapa Tampilan Antarmuka Menjadi Salah Satu Bagian Penting dalam Pengembangan Game Mobile?

Mahjong Ways dan Cara Elemen Visual Tradisional Diadaptasi ke dalam Permainan Digital

Teknologi Perangkat Mobile Membantu Pengembang Menghadirkan Game dengan Tampilan Lebih Dinamis

Mahjong Ways 2 Memiliki Ritme Permainan yang Dipengaruhi oleh Pergantian Simbol dan Animasi

Mengapa Game dengan Tampilan Sederhana Terkadang Lebih Mudah Diingat oleh Pengguna?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Bermain Semakin Bergantung pada Desain yang Responsif

Mahjong Ways Menghadirkan Nuansa Budaya Asia melalui Detail Ornamen dan Pilihan Warna

Bagaimana Efek Suara Membantu Pengguna Memahami Perubahan yang Terjadi dalam Game Digital?

Game Digital Bertema Tradisional Memiliki Cara Tersendiri untuk Menyesuaikan Diri dengan Tren Modern

Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Cascade Membentuk Alur Visual dalam Setiap Putaran

Mengapa Komunitas Pemain Sering Membahas Detail Kecil yang Ada dalam Sebuah Game?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Smartphone Turut Memengaruhi Arah Pengembangan Game Mobile

Identitas Visual Game Digital Tidak Hanya Ditentukan oleh Grafis tetapi Juga Konsistensi Desain

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten