Selasa, Juli 23, 2024
33.1 C
Jakarta

Kunjungan Pendidikan Matematika San Agustin ke Rumah Adat Radank Saham

KALBAR, Pena Katolik, Jumat 05 Juni 2024 — Prof. Dr. Mega Teguh Budiarto, M.Pd, seorang pakar dalam bidang Pendidikan Matematika belum lama ini memberikan kuliah pakar di kampus utama San Agustin, turut memimpin kunjungan ke Rumah Adat Radank Saham, sebuah cagar budaya suku Dayak Kanayant di Kalimantan Barat.

Kunjungan itu dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pascakuliah pakar yang diselenggarakan di kampus utama pada Rabu lalu.

Kunjungan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana memanfaatkan warisan budaya sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi komunitas lokal.

Dengan demikian, upaya pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya seperti Rumah Adat Radank Saham diharapkan dapat terus didorong untuk kepentingan bersama.

Dalam kunjungannya, Prof. Mega beserta lebih dari sepuluh mahasiswa Pendidikan Matematika San Agustin memiliki kesempatan langka untuk menikmati panorama eksotis kebudayaan rumah adat tersebut.

Menurut Helbi Tutui, salah satu mahasiswa yang ikut serta dalam kunjungan tersebut, kehadiran mereka bertujuan untuk mengenali lebih dekat kekayaan budaya suku Dayak Kanayant.

Foto bersama Prof Mega. Saham (2024)

“Kami sangat berterima kasih kepada Prof. Mega atas kesempatan ini. Beliau tidak hanya memberikan kuliah pakar yang menginspirasi, tetapi juga memimpin kami dalam menghargai warisan budaya yang penting ini,” ujarnya dalam laporannya kepada Media Center (04/07/24).

Prof. Mega sendiri mengungkapkan kekagumannya terhadap keaslian Rumah Adat Radank Saham yang masih terjaga dengan baik.

“Ini adalah bentuk yang asli menurut saya. Saya bersyukur bisa menyaksikan langsung keindahan dan keaslian rumah ini di Kalimantan Barat,” ungkapnya, (04/07/24)

Namun demikian, Prof. Mega juga memberikan pandangannya mengenai perlunya manajemen yang lebih baik terhadap warisan budaya ini untuk mengoptimalkan potensi ekonominya.

Ia menyarankan agar kekayaan budaya seperti Rumah Adat Radank Saham dibicarakan dengan pemerintah setempat, termasuk melalui pendekatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat sekitar.

“Saya yakin bahwa jika dikelola dengan baik, warisan budaya ini tidak hanya akan terjaga dengan baik secara fisik, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” tambah Prof. Mega, (04/07/24).

Selain itu, Prof. Mega juga mengingatkan akan tantangan yang mungkin dihadapi, seperti masalah kebersihan dan tata cara kunjungan yang baik.

“Kebersihan dan kedisiplinan dalam mengelola tamu akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa rumah adat ini tetap berfungsi dengan baik dalam mendukung keberlanjutan budayanya,” jelasnya, (04/07/24). (Sam).

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini