Senin, Juli 15, 2024
28.3 C
Jakarta

Budaya dan Matematika, Artikel Helbi Tutui San Agustin Terpilih dalam Seminar Nasional, Entikong

SANGGAU, Pena Katolik– Awal kami ada mata kuliah etnomatematika dan ada tugas membuat artikel dan Saya melihat adanya perlombaan pemakalah dan saya summits tugas saya dan puji Tuhan terpilih sebagai ke 5 pemakalah terbaik dan dipresentasikan hasil dari artikel saya disiminar ini.

Setidaknya itulah pengakuan dari Helbi Tutui dimana makalahnya termasuk dalam 5 orang yang terpilih.

Tepat pada Senin 1 Juli 2022 STKIP Melawi Entikong menjadi tuan rumah bagi Seminar Nasional bertajuk “Studi Etnomatematika: Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya Dayak di Kalimantan Barat”.

Acara itu dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk pj Bupati Sanggau, pembina STKIP Melawi Entikong Dr. Muhammad Rifat. M.Pd, Rektor UNU Kalbar, Ketua STKIP Melawi Entikong Septian Petrianus, S.S, M.Hum, serta Ketua STKIP Tanjung Pura Rachmat Dian Nor, M.Pd.

Turut hadir juga lima pemakalah terpilih serta sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan.

Seminar hari itu bertujuan utama membahas integrasi elemen budaya dalam pembelajaran matematika, dengan harapan agar nilai-nilai budaya lokal, khususnya budaya Dayak di Kalimantan Barat, tetap terjaga dalam era globalisasi yang kian berkembang.

Pemakalah terpilih, termasuk Helbi Tutui (20 tahun) dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, berhasil menyampaikan ide-ide inovatif dalam sesi presentasinya.

Menurut Tutui, seminar itu berfungsi sebagai wadah bagi mereka untuk menyampaikan ide-ide yang telah mereka kembangkan dalam mata kuliah etnomatematika.

Meskipun dosen telah memberikan apresiasi melalui penilaian, seminar itu memberikan penghargaan yang lebih besar. Baginya hal itu dapat memotivasinya lebih jauh dalam kegiatan pembelajaran matematika di kampus.

Helbi Tutui, Kampus I San Agustin (menggunakan Almamater Merah) 2024.

“Seminar ini sangat penting karena memberikan kesempatan bagi saya untuk memperluas wawasan tentang pengajaran matematika yang berbasis budaya,” ujar Helbi Tutui, mahasiswa semester 4 program studi Pendidikan Matematika San Agustinus Hippo dalam wawancara pagi ini, (03/07/24).

Tutui sangat bersyukur dapat terlibat dalam forum itu dan berbagi pemikiran mengenai potensi etnomatematika sebagai alat pelestarian budaya Dayak. Kesempatan itu baginya adalah sebuah simbolisasi dari hobi dan kecintaannya tentang budaya dan matematika.

Tutui, yang berhasil meraih posisi sebagai salah satu dari lima pemakalah terbaik, juga mengekspresikan harapannya terhadap masa depan etnomatematika di kampusnya.

Kehadiran Helbi Tutui dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam Seminar Nasional itu bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai kontribusi dalam memajukan pendidikan matematika yang berkelanjutan juga berbalut wawasan budaya di Indonesia. Dalam konteks ini adalah Budaya Dayak di Kalimantan Barat.

“Saya berharap agar Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo terus memberikan dukungan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka, tidak hanya dalam matematika tetapi juga dalam bidang-bidang lainnya,” harapnya, (03/07/24).

Menurutnya pembelajaran berbasis budaya sangat perlu diulik karena sebagai tempat pelestarian budaya dan juga sebagai aplikasi praktis pembelajaran matematika.

Melalui budaya, siswa dapat lebih mudah memahami pembelajaran matematika.

“Saya berharap ke depannya banyak mahasiswa dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, khususnya program studi Pendidikan Matematika, untuk melihat lebih jauh etnomatematika ini sebagai alat pelestarian budaya, khususnya budaya Dayak di Kalimantan Barat,” tambah Tutui, (03/07/24).

Sebagai Dosen pengampu Wike Ellissi M.Pd berkolaborasi dengan Sepriani Liliana M. Pd menurut mereka Helbi Tutui mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo mengikuti Seminar Nasional Studi Etnomatematika-Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya Dayak DiKalimanta Barat.

Kegiatan Seminar Nasional tersebut merupakan salah satu ouput yang telah direncanakan dalam Mata Kuliah Etnomatematika pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

Wike mengatakan adanya  kegiatan Seminar Nasional Studi Etnomatematika merupakan wadah kepada mahasiswa untuk mengkomunikasikan hasil penelitian pada Mata Kuliah Etnomatematika.

“Kegiatan seminar Nasional diselenggarakan oleh STKIP Melawi, Kampus Entikong pada tanggal 1 Juli 2024,” kata Wike dalam wawancara, (02/07/24).  

Wike berharap semoga wawasan dan pengetahuan mahasiswa dapat bekembang melalui Mata Kuliah yang terintegrasi dengan kegiatan diluar kampus.

Seminar Nasional ini diorganisir oleh STKIP Melawi Entikong, dengan dukungan dari Universitas Nahdllatul Ulama Kalimantan Barat  (UNU Kalbar) dan STKIP Tanjung Pura Ketapang, sebagai upaya kolaboratif dalam mengembangkan pendidikan berbasis budaya di wilayah perbatasan Entikong. (Sam).

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini