Seruan Moral ISKA Yogyakarta Jelang Pemilu 2024

0
34

IKATAN SARJANA KATOLIK INDONESIA-DEWAN PIMPINAN DAERAH

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

MENYIKAPI PERKEMBANGAN NEGARA DAN BANGSA INDONESIA

YANG MENGALAMI REGRESI DEMOKRASI

Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) DPD DIY merupakan organisasi kemasyarakatan yang turut memperjuangkan arena kepublikan yang bermartabat, bersolidaritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. 

Gejala kemerosotan demokrasi tengah terjadi dan dipercepat dengan perilaku lembaga negara yang berpihak pada pemilihan umum Tahun 2024.  Regresi demokrasi tersebut bersumber dari beberapa keprihatinan yang akhir-akhir ini terjadi dan membentuk “demokrasi yang bengkok”.  Untuk itu Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) DPD DIY menyampaikan seruan moral sebagai berikut:

  1. Presiden, jajarannya, dan semua lembaga negara harus menjunjung tinggi etika politik kebangsaan dan prinsip prinsip tata-kelola pemerintahan yang baik, memiliki tanggungjawab politik yang tegak lurus dengan konstitusi, sumpah jabatan, mengupayakan demokrasi substantif yang sejalan dengan undang-undang yang berlaku. 
  2. Presiden, jajarannya, dan semua lembaga negara harus menguatkan pelaksanaan demokrasi elektoral secara objektif, netral dan tidak berpihak, sehingga pemilihan umum dapat berjalan langsung, umum, bebas dari intimidasi dan kekerasan, jujur dan adil. Hal tersebut sekaligus untuk menghargai dan mengartikulasikan suara dan aspirasi rakyat dalam proses demokrasi elektoral maupun kebijakan publik.
  3. Seluruh komponen bangsa hendaknya terlibat secara aktif mewujudkan suasana yang damai dan rukun dalam Pemilu serta mengawal terwujudnya Pemilu yang Luber Jurdil  serta bermartabat. 
  4. Mendukung lahirnya Warga negara kompeten sebagai kunci terwujudnya sistem demokrasi yang berkualitas. Kebebasan kepada setiap anggota dan warga masyarakat untuk menyalurkan aspirasi politik dan hak memilih kepada calon dewan/legilslatif pada berbagai tingkatan, dewan perwakilan daerah (DPD)  dan capres/cawapres merupakan syarat penting.
  5. Nilai-nilai panduan atau “among asthabrata” digunakan sebagai sarana untuk memilih pemimpin yang memiliki keutamaan moral (jalma kang utama).  Delapan nilai-nilai panduan tersebut adalah sebagai berikut: 
  6. Konsisten dan teguh dalam mempertahankan serta mengimplementasikan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,
  7. Mengutamakan keberpihakan dan pemberdayaan bagi masyarakat yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan diffabel
  8. Menjunjung nilai martabat kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM).
  9. Memperjuangkan kesejahteraan umum (bonum commune), di atas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan golongan
  10. Membela dan memperjuangan keberagaman dan toleransi yang konsisten 
  11. Memiliki komitmen kuat penegakan hukum yang selaras dengan cita-cita reformasi untuk terbebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme
  12. Memiliki kompetensi yang unggul dalam menyusun regulasi, kebijakan publik dan modalitas efektif untuk kesejahteraan rakyat secara demokratis.
  13. Mempunyai kepedulian atas  kelestarian lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan

Demikian seruan moral ini disampaikan dengan niat baik untuk mewujudkan kehidupan demokrasi yang lebih berkualitas.

Yogyakarta, 6 Febuari 2024

Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA)

Dewan Pimpinan Daerah DIY

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here