Rufina Madeleine Lusida, Animator 3D dan Seniman Previs.

0
883
Rufina Madeleine Lusida. IST

Kita sangat beruntung dapat berhubungan dengan Rufina Madeleine Lusida dan kami ingin berbagi percakapan kami di bawah ini.

Halo Rufina Madeleine, mengapa kamu memilih untuk mengejar jalur kreatif?

Saya selalu mendapatkan pujian atas kemampuan menggambar saya, sehingga saya tahu bahwa bidang saya adalah  kesenian. Namun, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan bisa menjadikan animasi sebagai karier.

Saya tumbuh dalam keluarga yang bergerak dalam bidang kedokteran dan insinyur, sehingga bekerja dalam bidang industri hiburan ,tidaklah pernah terlintas dalam pikiran saya. Di Indonesia, negara saya, sebagian besar orang yang berbakat dalam bidang kesenian, akan memilih arsitektur sebagai karier seninya,ini yang membuat saya memilih arsitektur sebagai bidang saya untuk sarjana S1 di University of Washington di Seattle.

Setelah mengikuti magang dan mempelajari lebih banyak tentang arsitektur secara lebih dalam,membuat saya berpikir bahwa dunia itu bukanlah tempat saya .

Suatu hari, profesor arsitektur saya memperkenalkan saya pada bidang seni visual dan seni pertunjukan, dan pada saat itulah saya semakin berpikir untuk  mencari tahu lebih banyak tentang karier yang memungkinkan saya untuk tampil, mengkoreografi dan bercerita. Ini terjadi pada tahun yang sama ketika film Coco dari Pixar dirilis. Menonton Coco benar-benar membuka mata dan memunculkan rasa ingin tahu saya tentang animasi dan membuat saya untuk semakin tau apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya kelak.Film animasi selalu membahagiakan bagi saya , dan film Coco adalah yang membuat saya menyadari bahwa saya ingin menggunakan bakat saya untuk menginspirasi dan menghibur orang lain.

Lukisan kartun dengan model Romo Robini Marianto OP yang dibuat Rufina Madeleine Lusida. IST

Mari kita bahas tentang pekerjaan? Ceritakan lebih banyak tentang karier Anda dan apa yang dapat Anda bagikan dengan komunitas kami.

Saya masih menjelajahi identitas atau keunikan saya sebagai seorang seniman. Dalam animasi pribadi saya, saya lebih condong pada akting emosional dengan menggunakan ekspresi mikro dan akting mata. Pengaruh terbesar saya datang ,terutama dari drama dan film Asia, di mana para aktor menggunakan mata dan ekspresi mikro untuk berkomunikasi dan mengekspresikan pemikiran dan perasaan mereka. Saya juga belajar dari film-film Pixar, Disney, DreamWorks, Illumination, dan Sony dengan melihat lebih dalam di setiap adegan secara frame-by-frame. Ada pepatah terkenal bahwa setiap frame adalah karya seni, sehingga saya berusaha belajar dari apa yang dilakukan oleh animator berbakat di setiap frame karya mereka. Latihan ini telah membantu saya mencapai posisi saat ini, dan saya semakin menyadari bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari.

Masuk ke industri animasi atau hiburan memang sangat sulit. Meskipun industri ini relatif kecil, persaingan dalam dunia animasi sangat ketat. Salah satu faktor kunci dalam mendapatkan pekerjaan pertama saya di The Third Floor Inc. adalah memiliki jaringan hubungan yang kuat dan aktif di media sosial. Saya sangat bangga dengan proyek-proyek besar yang telah saya kerjakan di perusahaan tersebut, namun perjalanan ini tidaklah mudah karena setiap hari dihadapkan dengan tantangan. Bagi saya, kunci untuk tumbuh dan mendapatkan pengakuan dari mentor dan rekan kerja adalah memiliki keinginan yang kuat untuk terus belajar dan menerima tantangan. Saya beruntung karena para pimpinan dan supervisor saya dengan sabar mengajari dan melatih saya untuk menjadi seorang seniman yang semakin baik dari hari ke hari.Kepercayaan yang mereka berikan telah memberi saya keyakinan untuk terus maju dan berkembang. Meski begitu, tujuan utama saya adalah bekerja pada animasi akhir untuk film animasi fitur. Oleh karena itu, saya berusaha untuk mengambil lebih banyak kelas mentorship dan menciptakan proyek pribadi baru sambil membangun karier saya sebagai seorang animator.

Jika ada teman yang berkunjung, tempat lokal apa yang anda sarankan kepada mereka untuk dijelajahi?

Saya tinggal di Los Angeles, dan di sini terdapat banyak tempat menakjubkan yang layak dikunjungi. Saya merekomendasikan dua tempat wisata di LA, yaitu Laguna Beach dan Taman Kebun/Pustaka The Huntington di Pasadena. Jika Anda ingin menikmati udara segar di tengah alam dengan pemandangan indah atau bahkan ingin melukis atau menggambar, tempat-tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi. Baru-baru ini, seorang teman datang dari Atlanta datang berkunjung selama seminggu di LA. Awalnya, kami berencana untuk menjelajahi taman nasional, pantai, pegunungan, dan danau di luar LA, tetapi waktu seminggu terasa kurang cukup, jadi kami memutuskan untuk bersantai dan mengunjungi banyak restoran dan pantai mulai dari Orange County hingga Torrance, California. Saya adalah seorang pecinta makanan, dan teman-teman saya selalu mempercayai selera saya. Mereka tahu bahwa saya memiliki rekomendasi ratusan restoran dan kafe yang saya simpan di peta Google saya. Salah satu restoran yang sangat saya rekomendasikan adalah Pasta e Pasta Allegro, restoran Jepang-Barat yang berasal dari Tokyo. Teman saya dan saya selalu membayangkan makan makanan ala anime, termasuk pasta Jepang. Salah satu tujuan kami di LA adalah mencoba pasta Jepang otentik, dan restoran tersebut sangat memuaskan. Selain itu, ketika saya berada di Atlanta, tidak banyak restoran Taiwan atau Hong Kong yang otentik, jadi ketika saya datang ke LA adalah untuk menemukan restoran-restoran tersebut. Kebetulan, saya tinggal di San Gabriel Valley yang terkenal dengan restoran Asia yang termasuk didalamnya resto Taiwan dan Kanton yang terkenal. Saya sangat merekomendasikan untuk mencoba Mian (tempat mie Taiwan dengan bintang Michelin) dan Alice’s Kitchen (tempat sarapan ala Hong Kong).

Seri Shoutout ini bertujuan untuk mengakui bahwa kesuksesan dan posisi kita dalam hidup ini sebagian besar berkat usaha, dukungan, bimbingan, cinta, dan dorongan dari orang lain. Jadi, adakah seseorang yang ingin Anda berikan shoutout?

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan kakak-kakak saya yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Saya menyadari bahwa dukungan mereka sangat saya butuhkan, ketika saya memberi tahu mereka tentang perubahan karier saya .Hal ini tidaklah mudah bagi saya dan mereka.

Kedua, saya ingin berterima kasih kepada para profesor animasi saya di SCAD Atlanta yang telah mengajar, mendorong, dan membimbing saya sejak awal ketika saya belum memiliki pengetahuan animasi sama sekali, hingga saya berhasil lulus dengan film tesis yang berhasil saya selesaikan dengan hasil sangat memuaskan. Saya sangat berterima kasih kepada Profesor Vikramaditya Prakash yang memperkenalkan saya pada dunia seni visual dan memberi nasihat dan saran, agar saya mengejar apa yang saya ingin mimpikan sebagai seorang seniman. Terakhir, teman-teman dan rekan kerja saya yang selalu ada untuk mendampingi saya ketika saya merasa sedih dan ragu-ragu tentang mimpi saya. Saya sangat yakin untuk karier dalam bidang animasi kita di masa depan dalam beberapa tahun mendatang! Mari kita bekerja keras bersama untuk mencapai tujuan kita!

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here