Home BERITA TERKINI Ordo Kapusin Pontianak, Merintis Panggilan Seturut Jalan Hina Dina

Ordo Kapusin Pontianak, Merintis Panggilan Seturut Jalan Hina Dina

0
Karya Kapusin di Pulau Kalimantan bermula di Singkawang. IST

Pena Katolik- Kehadiran Ordo Saudara-saudara Dina Kapusin selama lebih dari satu abad di Indonesia, secara khusus di bumi Kalimantan ini bukanlah waktu yang singkat. Kenyataan ini menghantar para saudara kapusin Provinsi Pontianak kepada ucapan syukur dan terimakasih kepada Allah, yang menyelenggarakan karya agung-Nya, lewat para misionaris awal, para waligereja di mana para saudara kapusin Provinsi Pontianak berkarya.

Ordo Kapusin masuk Indonesia melalui para misionaris Kapusin dari Belanda, Swis dan Jerman (untuk Nias dan Sibolga). Pada 10 Oktober 1905, setelah Prefek Apostolik Pasifikus Bos dengan 5 Kapusin asal Negeri Belanda mengadakan perpisahan dengan umat setempat, mereka meninggalkan Tilburg melalui Paris ke Marseille.

Kemudian, menuju Singapura dengan kapal laut Perancis. Pada tanggal 30 November 1905 enam Kapusin asal Belanda (Pacificus J. Bos, Eugenius, Beatus, Carmillus, Wilhelmus, Theodoricus) menginjakkan kaki di Singkawang.

Mereka disambut umat Katolik Tionghoa Setempat. Rumah sakit, sekolah, kebun dan karya sosial kemanusiaan mereka galakkan. Buah-buah karya kemanusiaan dapat dinikmati oleh masyarakat Kalimantan Barat dewasa ini.

Awalnya 300-an Umat Katolik

Kedatangan para Kapusin pertama menoreh lembaran sejarah baru di tanah Kalimantan. Sekitar 300-an umat katolik mendapat pelayanan pastoral. Dengan bantuan seorang guru agama Katolik, yang sekaligus berperan sebagai juru bahasa, Tshang A Kang, pindahan Penang, mereka mulai mengunjungi umat di daerah Singkawang, Hoklonam, Nyarumkop, Samalantan dan sekitarnya.

Mereka mula-mula bergerak di bidang agama. Kemudian menembus dunia pendidikan umum. Persekolahan Katolik Nyarumkop termasuk salah satu warisan berharga misionaris Kapusin.

Sistem pendidikan yang menyatukan wujud pendidikan formal dan nonformal ternyata mendatangkan dampak positif bagi anakanak didik jebolan Nyarumkop. Asrama berpengaruh bagi pembinaan kepribadian anak didik. Dalam asrama diperkenalkan tata tertib dan disiplin tinggi.

Hasil didikan asrama tampak dari munculnya tokohtokoh masyarakat dalam bidang keagamaan maupun pemerintahan. Hingga kini mereka masih menekuni bidang pelayanan di asrama, seperti di Nyarumkop, Pahauman, Ngabang, Pusat Damai dan Sanggau.

Ketika stasi (paroki) Pontianak dibuka pada tahun 1909, pusat pelayanan dan tempat tinggal Prefek pun dipindahkan ke Pontianak pada tahun yang sama.

Dongkrak Kekuatan Kapusin

Misionaris Kapusin tidak hanya memusatkan perhatian dan pelayanan di kawasan pantai, tapi tak lama kemudian mereka mengincar daerah Pelanjau sebagai pangkalan untuk pelayanan karya misi di daerah pedalaman.

Rencana ini gagal sehingga mereka membidik Sejiram (Keuskupan Sintang) sebagai kawasan pengembangan karya misi Gereja. Segera mereka mengembangkan hidup sosial ekonomi masyarakat dan memperkenalkan dunia pendidikan formal. Mesin penggiling karet didatangkan dari Belanda Sekolah dibuka.

Tenaga-tenaga pengajar diusahakan walaupun masih sangat terbatas. Dongkrakan kuat Kapusin dalam bidang-bidang tersebut ternyata mendatangkan perubahan dan perbaikan sosial.

Mereka tidak hanya berhenti di Sejiram, tapi juga merambah tanah Kalimantan hingga ke kawasan Lanjak, Benua Martinus dan bahkan sampai di Laham (Kalimantan Timur). Semangat dasar sebagai perantau Fransiskan sangat terasa.

Kedatangan mereka diterima dengan baik karena kemampuan mereka menyesuaikan diri dengan masyarakat dan budaya lokal. Daya adaptasi para misionaris pantas dikagumi dan semangat kerasulan mereka menyentuh hati banyak orang.

Sejak awal Kapusin mencari keseimbangan dalam pelayanan bagi umat Katolik yang tersebar di kawasan kota dan pedalaman. Metode pelayanan ‘ disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

Kerasulan dalam masyarakat

Jenis kerasulan yang ditangani Kapusin waktu itu adalah mengunjungi masyarakat yang tersebar dari kawasan kota dan daerah.

Di samping  menjalankan pastoral di paroki, misionaris Kapusin juga mendirikan sekolah-sekolah, seperti sekolah formal (Nyarumkop — 1907, Sekolah Pertukangan di Singkawang dan Pontianak, serta Sekolah Pertanian di Nyarumkop).

Selain itu, mereka juga mendirikan asrama sebagai tempat tinggal anak-anak yang ingin menuntut ilmu di sekolah. Seminari Menengah dimulai di Pontianak. Kemudian, dipindahkan ke Nyarumkop pada tahun 1949.

Pada waktu itu, anak-anak seminari diwajibkan tinggal di asrama dengan jadwal hidup yang menolong mereka menjadi seorang imam. Perhatian bagi orang-orang sakit juga besar.

Mereka ikut mendirikan klinik dan rumah sakit untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat. Ketika misionaris Belanda sulit memasuki Indonesia (karena masalah Irian Jaya), didatangkanlah misionaris asal Swiss yang juga berkarya dalam bidang pelayanan rohani umat, sekolah, rumah retret dan karya sosial. Sampai saat ini, mereka masih meneruskan pelayanan yang dapat mereka lakukan di tengahtengah umat.

Kerjasama baik dengan umat

Pada Februari 1994, berdirilah Provinsi Kapusin Pontianak. Sebagian dari anggota provinsi baru ini masih menjalani pendidikan.

Sampai sekarang, Kapusin di Kalimantan masih menangani kerasulan parokial, pendidikan formal, serta karya kategorial yang menjunjung keadilan, kedamaian, dan keutuhan Ciptaan (Justice, Peace and Integrity of Creation).

Kerja sama yang baik dengan umat sangat terasa sehingga cita-cita meningkatkan hidup rohani dapat diwujudkan tahap per tahap.

Kapusin hadir untuk melayani dan menolong mereka yang memerlukan pertolongan. Kesediaan untuk memajukan kehidupan menggereja menjadi salah satu ciri hidup fransiskan.

Disamping itu, tanpa melupakan cita-cita dasar hidup panggilan fransiskan-kapusin, setiap saudara perlu terus-menerus membenahi dan mengembangkan diri secara profesional dalam menanggapi dan menjawab tanda-tanda zaman.

Bagaimanakah Kapusin dapat hidup dan berkembang di tengah keadaan zaman yang berubah dengan Kiprah para misionaris awal menjadi pijakan bagi para kapusin masa sekarang untuk terus 1 berupaya menerjemahkan karisma kekapusinan dalam era milenial ini.

Slogan “Be a brother for all”  diharapkan semakin  menggema melalui cara hidup kapusin yang hari demi hari diarahkan kepada kekudusan dan pelayanan yang dilaksanakan dengan setia. Gema ini kiranya menjadi tawaran spritual dalam dunia milenial yang dengannya Ordo Saudara Dina Kapusin Pontianak mengambil bagian dalam misi Gereja universal yang menguduskan. Gema ini diaharapkan membumi dalam setiap bentuk pelayanan para saudara Kapusin Pontianak yang melayani bidang parokial dan kategorial, baik milik ordo maupun keuskupan di mana para saudara Kapusin hadir.

Logo Ordo Kapusin Pontianak

1. Keuskupan Agung Pontianak

Parokial:

a. Paroki Gembala Baik Pontianak

b. Paroki St. Sesilia Pontianak

c. Paroki St. Theresia Delta Kapuas-Kubu Raya

d. Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang

e. Paroki St. Maria Nyarumkop

f. Paroki Kristus Raja Paroki Sambas

g. Paroki St. Petrus Sanggau Ledo

h. Paroki St. Mikhael Jagoi Babang

i. Paroki Salib Suci Ngabang

J. Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman

Kategorial:

a. Rumah Retret St. Fransiskus Tirta Ria Pontianak

b. Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) dan Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC).

c. Konservasi Alam Rumah Pelangi, Gunung Banuah

d. Yayasan Pendidikan Maniamas Ngabang (TK hingga SMA Maniamas)

e. Yayasan Gembala Baik Pontianak (TK hingga SMA Gembala Baik)

f. Yayasan Widya Dharma Pontianak (Universitas)

g. Yayasan Sabatu Pontianak (Pusat Rehabilitasi Orang Cacat)

h. Yayasan Santo Joseph Pontianak (Keuskupan Agung Pontianak)

i. Persekolahan Katolik Nyarumkop (Keuskupan Agung Pontianak)

j. Sekolah tinggi Teologi (STT) Pastor Bonus Siantan (Uskup se- Kalimantan)

k. Rumah Sakit St. Antonius Pontianak (Keuskupan Agung Pontianak)

2. Keuskupan Sanggau

Parokial:

a. Paroki St. Maria Tak Bernoda Pusat Damai

b. Paroki St. Maria Diangkat Ke Surga Jangkang/Balai Sebut

c. Paroki Gembala Yang Baik Kuala Dua

d. Paroki St. Paulus Rasul Sekayam/Balai Karangan

Kategorial:

a. Rumah Retret Laverna Sanggau Kapuas

b. Yayasan Pendidikan Helvetia Sanggau Kapuas (SMP Don Bosco dan SMA Soegiopranoto)

3. Keuskupan Sintang

Parokial:

Paroki St. Dismas Lanjak/ Putussibau

Kategorial: Biara Gubbio Bejabang/Putussibau (Pelayanan Spritual untuk OSCCap)

4. Keuskupan Palangka Raya

Parokial:

a. Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik

b. Paroki St. Paulus Pangkalan Bun

5. Keuskupan Agung Jakarta

Parokial:

Paroki St. Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta Selatan

Kategorial:

Yayasan St. Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta Selatan

6. Keuskupan Agung Medan

Kategorial:

Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi St. Yohanes, Pematangsiantar

Di Indonesia, mayoritas suadara Kapusin Pontianak melayani di wilayah Keuskupan Agung Pontianak. Selain di Indonesia, Kapusin Pontianak ambil bagian juga dalam misi Ordo dan Gereja yang lebih luas yakni di Tiongkok, Timor L’este, Malaysia, Australia, Selandia Baru, dan Italia. Ini termasuk bagian tak terpisahkan dari kehadiran Ordo Kapusin (OFMCap: Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum) internasional yang melayani sesama di 110 negara.

Yang berminat bergabung dengan Ordo Kapusin, silahkan menghubungi:

Provinsialat ORDO KAPUSIN PONTIANAK

Provinsi St. Maria Ratu Para Malaikat

Jl. Adisucipto Km 9,6 – Tirta Ria – Kubu Raya, Kotak Pos 6300 PONTIANAK 78391 Kalimantan Barat Indonesia.

Phone: 0561-722430

E-mail: kapusin.pontianak@kapusin.org

Site: https://www.ofmcappontianak.org/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memiliki Pola Penyajian Animasi yang Membuat Perubahan Simbol Lebih Mudah Diikuti

Mengapa Game Digital dengan Unsur Budaya Tradisional Bisa Terasa Akrab bagi Pengguna Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Pengguna

Mahjong Ways Menampilkan Perpaduan Warna dan Ornamen yang Mengingatkan pada Estetika Asia

Bagaimana Transisi Visual dalam Game Digital Membantu Pemain Memahami Jalannya Permainan?

Game Mobile dengan Tema Klasik Menunjukkan Bahwa Inovasi Tidak Selalu Berasal dari Konsep Baru

Mahjong Ways 2 Menggunakan Efek Berantai untuk Menampilkan Perubahan Susunan Simbol dalam Permainan

Mengapa Pemilihan Warna dalam Game Digital Bisa Memengaruhi Cara Pengguna Mengenali Fitur?

Komunitas Game Online Membentuk Ruang Diskusi Baru tentang Desain dan Pengalaman Bermain

Teknologi Layar Smartphone Membawa Pengaruh terhadap Cara Game Digital Menampilkan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perpaduan Efek Visual dan Mekanisme Permainan yang Menarik untuk Dipahami

Mengapa Game Digital dengan Tema Tradisional Masih Memiliki Tempat di Era Hiburan Modern?

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Menikmati Hiburan Interaktif

Mahjong Ways Memiliki Detail Simbol dan Warna yang Membentuk Karakter Visual Permainannya

Di Balik Desain Game Modern, Ada Peran Animasi dalam Membuat Interaksi Terasa Lebih Hidup

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pengalaman Visual melalui Perubahan Simbol Berantai?

Game Bertema Asia Semakin Beragam dengan Perpaduan Unsur Budaya dan Teknologi Digital

Mengapa Tampilan Antarmuka Menjadi Salah Satu Bagian Penting dalam Pengembangan Game Mobile?

Mahjong Ways dan Cara Elemen Visual Tradisional Diadaptasi ke dalam Permainan Digital

Teknologi Perangkat Mobile Membantu Pengembang Menghadirkan Game dengan Tampilan Lebih Dinamis

Mahjong Ways 2 Memiliki Ritme Permainan yang Dipengaruhi oleh Pergantian Simbol dan Animasi

Mengapa Game dengan Tampilan Sederhana Terkadang Lebih Mudah Diingat oleh Pengguna?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Bermain Semakin Bergantung pada Desain yang Responsif

Mahjong Ways Menghadirkan Nuansa Budaya Asia melalui Detail Ornamen dan Pilihan Warna

Bagaimana Efek Suara Membantu Pengguna Memahami Perubahan yang Terjadi dalam Game Digital?

Game Digital Bertema Tradisional Memiliki Cara Tersendiri untuk Menyesuaikan Diri dengan Tren Modern

Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Cascade Membentuk Alur Visual dalam Setiap Putaran

Mengapa Komunitas Pemain Sering Membahas Detail Kecil yang Ada dalam Sebuah Game?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Smartphone Turut Memengaruhi Arah Pengembangan Game Mobile

Identitas Visual Game Digital Tidak Hanya Ditentukan oleh Grafis tetapi Juga Konsistensi Desain

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten