Home BERITA TERKINI Satu Abad Percetakan Kanisius, Di Awal Sejarahnya Pernah Mencetak Mata Uang Indonesia

Satu Abad Percetakan Kanisius, Di Awal Sejarahnya Pernah Mencetak Mata Uang Indonesia

0
Para pekerja pada tahun-tahun awal Canisius Drukkerij atau Percetakan Kanisius yang dimulai dari sebuah gedung bekas pabrik besi di Yogyakarta. Dok. PT Kanisius.

YOGYAKARTA, Pena Katolik – Tahun ini, PT Kanisius berusia satu abad. Tonggak ini mengukuhkan bahwa Kanisius menjadi perusahaan penerbitan dan percetakan di Indonesia yang mampu bertahan hingga usia 100 tahun. Rentang usia ini tentu bukan sebuah perjalanan yang mudah. Ada dinamika, ada jatuh bangun dalam “nguri-uri” perusahaan penerbitan yang berdiri sejak 26 Januari 1922 ini.

Canisius Drukkerij begitu nama yang diberikan di awal berdidinya Kanisius. Awalnya berdiri di Jalan P Senopati, Yogyakarta tak jauh dari Tugu 0 Km. awalnya, sebuah Gudang bekas pabrik besi digunakan sebagai workshop awal percetakan.

Salah satu catatan sejarah terdapat dalam terbitan Kompas tertanggal 30 April 1972. Saat itu, Kanisius sudah berusia 50 tahun. Laporan itu menyatakan Kanisius, penerbit milik Serikat Yesus ini, sebagai tiga penerbit terbesar di Indonesia.

“Pertjetakan ini jang dimulai serba ketjil2an setengah abad jang lampau, kini telah berkembang, terutama setelah beberapa tahun terachir ini menjadi sebuah pertjetakan modern dan besar (termasuk tiga besar di seluruh Indonesia” (harian Kompas, 30 April 1972). Perayaan syukur 50 tahun itu diadakan di Hotel Garuda Yogyakarta, April 1972.  Kanisius sudah berusia 50 tahun, saat Indonesia masih tergolong muda, 27 tahun.

Adalah Romo J Hoeberechts SJ yang dri budinya lahir gagasan untuk meletakkan dasat membangun sebuah percetakan yang lahir dari “Rahim” Katolik Hindia Belanda. Bahkan sebelum gagasan tentang Indonesia lahir, lewat peristiwa Sumpah Pemuda, Kanisius sudah dirintis Bruder Bellinus FIC. Keduanya tak akan menyangka, kini usia Kanisius melampaui usia 50 tahun.

Serba Ketjil2an

“Serba ketjil2an” begitu laporan Kompas menuliskan bagaimana Kanisius diawali. Pernyataan ini rasanya tidak bisa dimaknai lain, bahwa semua serba sederhana, saat percetakan ini dimulai. Saat mulai beroperasi, Canisius Drukkerij hanya mampu mengoperasikan dua mesin. Pegawainya pun “ketjil2an” yaitu hanya tiga orang.

Dibutuhkan waktu hanya setahun, setahun kemudian, Canisius Drukkerij membangun gedung seluas 200 meter persegi. Bruder Bellinus juga mendatangkan mesin-mesin baru dari Eropa. Dari tiga karyawan, pegawai kemudian bertambah menjadi 20 orang. Saat Bruder Baldewinus FIC memimpin percetakan ini tahun 1934, lokasi percetakan ini pindah lagi di Jalan P Senopati 24 yang lebih luas. Kapasitas mesin pun ditingkatkan.

Saat berusia 20 tahun, ibarat seorang pemuda yang sedang dalam gelora semangatnya, Canisius Drukkerij percetakan ini dibuat hampir mati selama penjajahan Jepang tahun 1942. Bruder Baldewinus diasingkan oleh Jepang, karena dianggap “antek Belanda”.

Penampakan Oeang Reborblik Indonesia (ORI) yang dicetak oleh PT Kanisius tahun 1946. Dok. IST

Mencetak Uang Indonesia

Perusahaan ini berangsur “hidup” kembali ketika Jepang menyerah dan Indonesia merdeka. Titik ini juga menjadi penanda pergantian manajemen Kanisius. Pemerintah Indonesia menyerahkan pengelolaan Kanisius kepada Pastor A Djajasepoetra SJ sebagai wakil uskup pada 8 Mei 1946. Pada awal kelahiran Indonesia ini, Kanisius mendapat kepercayaan dari negara untuk mencetak Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).

Pada 29 Oktober 1946, RRI Yogyakarta, menyiarkan pernyataan Wakil Presiden, Mohammad Hatta yang mengumumkan terbitnya ORI. Uang itu dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sejak saat itu juga, mata uang buatan Jepang mulai tergantikan. Saat ini ada tiga mata uang yang beredar, selain ORI dan mata uang Jepang, masih ada banyak mata uang Netherlands Indies Civil Administration (NICA () yang masih beredar luas.

Tahun 1968, Penerbit Kanisius menjadi anggota ke-19 Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Ini jadi bukti bahwa percetakan ini mampu bertahan dan terus berkarya bagi Gereja dan bangsa. dalam perjalanannya hingga tahun itu, percetakan ini terus berhasil melalui gelombang tantangan yang silih berganti datang.

“Kapal layar” yang menjadi logo percetakan ini menjadi gambaran akan ketangguhan penerbit Kanisius dalam mengarungi gelombang pasang surut sejarah Indonesia. Pada 1980, perusahaan ini menghadapi kesulitan keuangan. Percetakan Kanisius bahkan sempat hampir dijual oleh Serikat Jesus,  sebagai pemilik, kepada Percetakan Arnoldus Ende.

“hantaman” ini berhasil dikalahkan. Pimpinan dan karyawan bersama gotong royong untuk tetap mempertahankan Kanisius. Hingga memasuki era 1980 sampai 2000-an, Kanisius lalu berkembang pesat. Selain buku, berbagai macam produk multimedia hingga permainan edukatif diterbitkan. Pada periode ini, Kanisius melakukan perluasan pasar pun dilakukan hingga ke luar negeri. Pada 1996, Penerbit-Percetakan Kanisius pertama kali hadir dalam Frankfurt Book Fair di Jerman.

Taman Baca Kanisius di Yogyakarta. Dok. PT Kanisius

Kembalu diterpa

Pada 2010, gelombang besar itu kembali datang. Saat itu, Kanisius berusia 88 tahun. Kali ini krisis kepemimpinan dan kekacauan menejemen menjadi biang keladi. Tidak ad acara lain, Kanisus haru “ditata ulang”. Beruntung, usaha in berhasil, Kanisius pun kembali Berjaya.

Dengan keberhasilan melalui gemlombang terakhir ini, Kanisius menjadi perusahaan yang sepenuhnya professional. Namanya pun berganti menjadi PT (Perseroan Terbatas) Kanisius pada Januari 2014. Di sinilah, Kanisius terjun di “dunia baru” yaitu dalam bisnis digital.

Kini, diusianya ke 100 tahun, Kanisius mencetak beragam terbitan, tidak saja dalam tema-tema Gerejawi namun juga dalam bidang Pendidikan. Terbitan-terbitan ini begitu bernilai memberi bekal bagi banyak orang muda dengan ilmu.

Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyampaikan, bahwa Kanisius juga berjasa dalam kelahiran Keuskupan Agung Semarang (KAS). Ia menyanpaikan, apa yang dihasilkan Kanisius adalah sumbangan bagi Gereja dan juga bagi masyarakat Indonesia.

“Kita bersyukur, PT Kanisius dari waktu ke waktu selalu memegang misi ini, yaitu berperan aktif untuk karya perutusan Gereja dan Pendidikan masyarakat dan untuk kemuliaan Allah,” ujar Mgr. Rubi.

Direktur PT Kanisius, Romo E. Azizmurdopo Subroto SJ menyampaikan, bahwa warisan dari para leluhur berupa Percetakan Kanisius ini akan menjadi tanggung jawab seluruh karyawan untuk menjaga dan mengembangkannya. Pada momen ini, sebagai hasil refleksi seabad Kanisius, Kanisius ingin menjadi perusaan inspiratif dan berdaya ubah. Hasil refleksi ini juga memunculkan lima nilai yaitu jujur, disiplin, sigap, inovatif, dan peduli, yang akan menjadi penggerak karya Kanisius. Refleksi ini juga disarikan dalam semboyan “Cita dan karya warnai Indonesia”.

Kanisius bukanlah PT yang didorong untuk mencari laba sebanyak-banyaknya. Namun misi Kanisius adalah menjadi PT yang inspiratif dan berdaya ubah. Provinsial Serikat Yesus, Romo Benedictus Hari Juliawan SJ mengatakan, berjalannya PT Kanisius hendaknya memiliki daya ubah bagi masyarakat Indoneisa menuju masyarakat yang lebih baik. “Kanisius akan hidup 100 tahun lagi,” ujar Romo Beni.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Live RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifLive RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifKolaborasi AI dan Data RTP PG Soft Dinilai Mendorong Transparansi Baru dalam Ekosistem Gaming DigitalTeknologi Terbaru di Mahjong Ways 2 Mengubah Tempo, Visual, dan Respons Permainan secara MenyeluruhMengupas Data Mahjong Ways dan Ways 3 untuk Menemukan Perbedaan Karakter di Balik Sistem PermainannyaBlack Scatter dengan RTP Stabil Jadi Perhatian, Inilah Cara Membaca Polanya secara Lebih RasionalMengamati Scatter Mahjong Ways 1 dalam 1.000 Putaran, Sejumlah Pola Menarik Mulai TerlihatSweet Bonanza Kembali Populer Berkat Perpaduan Visual dan Animasi IkonikTransformasi Baccarat Digital dari Permainan Klasik Menuju Format yang Lebih ModernMahjong Ways dan Sweet Bonanza Mengisi Tren Gaming Terbaru, Apa Daya TariknyaSweet Bonanza vs Mahjong Ways, Menelusuri Perbedaan Desain dan Kekuatan TemanyaBagaimana Media Sosial Bisa Membuat Sebuah Game Mendadak Ramai DibicarakanKonten Game Berdurasi Pendek Kini Mendominasi Media Sosial, Apa PenyebabnyaKomunitas Gamer Mulai Beralih ke Acara Online yang Lebih Interaktif dan SeruPanduan Menyiapkan Malam Bermain Bersama agar Lebih Seru, Nyaman, dan TeraturLima Kesalahan Umum yang Bisa Mengganggu Keharmonisan Komunitas Game OnlineRekomendasi Format Turnamen Online yang Cocok untuk Komunitas Gamer LokalGates of Olympus dan Rahasia Tempo Putaran, Mengapa Kecepatan serta Ketepatan Waktu Sama PentingnyaMenjelang Hari Kemerdekaan, Mahjong Ways 2 Menghadirkan Nuansa Nusantara yang Lebih SemarakMengenal Teknik Kalibrasi Volatilitas melalui Interval dan Pembacaan Data Visual yang Lebih PresisiIstilah Parlay RTP Kerap Disalahpahami, Begini Peran Statistik dalam Membaca Peluang secara ObjektifModel Saintifik untuk Menjaga Konsistensi ketika Sistem Memasuki Titik Transisi yang Sulit Diprediksi
Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Game Dipahami melalui Pendekatan Analisis DataMahjong Ways dan Pemanfaatan Data untuk Memahami Variasi Hasil PermainanPeran Algoritma dalam Membentuk Mekanisme Berbagai Game Digital Masa KiniPerkembangan AI Membuka Perspektif Baru dalam Pengembangan Industri Game DigitalMahjong Ways dalam Perspektif Teknologi Digital dan Perkembangan Industri Game ModernStarlight Princess Menggambarkan Perkembangan Desain Visual dalam Teknologi Game DigitalMemahami RTP dan Volatilitas melalui Pendekatan Statistik dalam Analisis Game DigitalGate of Olympus dan Inovasi Mekanisme Game di Tengah Perkembangan Industri DigitalStarlight Princess dan Evolusi Identitas Visual pada Platform Game Berbasis MobileMemahami Probabilitas pada Game Digital melalui Pendekatan Statistik dan Literasi DataGate of Olympus serta Perkembangan Fitur Interaktif dalam Ekosistem Game OnlineMahjong Ways dan Peran Teknologi dalam Membentuk Pengalaman Interaktif PenggunaMahjong Ways 2 dan Perubahan Desain Interaktif yang Menarik Dikaji dari Sisi TeknologiMahjong Ways 2 Menjadi Objek Menarik untuk Melihat Evolusi Mekanisme Game DigitalBagaimana Data Statistik Membantu Menjelaskan Variasi Hasil pada Permainan DigitalTeknologi Random Number Generator dan Perannya dalam Sistem Game DigitalStarlight Princess dan Hubungan antara Desain Game dengan Pengalaman PenggunaGate of Olympus Memperlihatkan Pemanfaatan Teknologi Grafis dalam Game ModernMengapa Pemain Sering Mengenali Pola pada Sistem Acak dalam Perspektif Perilaku DigitalMahjong Ways dan Perkembangan Teknologi Mobile yang Mengubah Cara Pengguna Bermain
Dari Ilustrasi hingga Animasi, Begini Evolusi Seni Visual dalam Game ModernGate of Olympus dan Eksplorasi Desain Fantasi dalam Lanskap Game Digital Masa KiniStarlight Princess sebagai Gambaran Perkembangan Seni Digital dalam Industri GameMahjong Ways dan Perpaduan Estetika Visual dengan Perkembangan Budaya Game DigitalGate of Olympus dan Evolusi Estetika Visual dalam Industri Game ModernStarlight Princess dalam Perspektif Desain Karakter dan Kreativitas Visual Era DigitalPerilaku Pemain dan Perubahan Cara Menikmati Karya Visual dalam Era Game InteraktifStarlight Princess Memadukan Imajinasi, Desain Karakter, dan Teknologi dalam Satu PengalamanStarlight Princess dan Cara Warna, Karakter, serta Animasi Membentuk Identitas Sebuah GameMahjong Ways 2 Menawarkan Perspektif Menarik tentang Desain Simbol dalam Game DigitalMahjong Ways dan Cara Elemen Budaya Diolah Menjadi Identitas Visual Permainan DigitalKetika Game Menjadi Media Visual, Mahjong Ways dan Perubahan Selera Pengguna DigitalMahjong Ways 2 dan Pergeseran Estetika Game dari Tampilan Konvensional ke InteraktifMahjong Ways dan Perkembangan Bahasa Visual dalam Budaya Permainan DigitalGame Digital sebagai Medium Kreatif, Melihat Hubungan Teknologi, Seni, dan Pengalaman PemainGate of Olympus serta Perkembangan Representasi Mitologi dalam Budaya Game DigitalMengapa Estetika Menjadi Bagian Penting dalam Perancangan Game Digital ModernGate of Olympus Memperlihatkan Peran Efek Visual dalam Membangun Pengalaman InteraktifMahjong Ways 2 dan Hubungan antara Simbol Tradisional dengan Interpretasi Visual ModernDari Seni hingga Teknologi, Mahjong Ways dan Perubahan Lanskap Budaya Game Digital
Starlight PrincessMahjong Ways 2Mahjong WaysRTP LivePola GacorPola LiveRTP GacorMahjong Wins 2Mahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong WaysMahjong WaysRTP LiveMahjong Ways 2RTP GacorFortune TigerPG SoftMahjong Ways 2Pola GacorMahjong Ways 2Bonanza GoldMahjong Ways 2Pola GacorAztec GemsAztec GemsMahjong Ways 2Pola GacorPola GacorRTP LiveRTP LivePola Sugar Rush Disebut Hanya Dipahami Pemain Berpengalaman, Seberapa Masuk Akal Klaimnya?Aztec Gems Kerap Dikaitkan dengan Celah Tersembunyi, tetapi Mekanismenya Tetap Berbasis Sistem AcakFluktuasi RTP Starlight Princess Perlu Dibaca sebagai Statistik, Bukan Sinyal Pola BerikutnyaData RTP Gates of Olympus Menjelaskan Probabilitas Jangka Panjang, Bukan Hasil Putaran TertentuMahjong Ways Tetap Relevan saat Teknologi Gaming Modern Mengubah Cara Pengguna BerinteraksiEvolusi Teknologi Visual dan Pengalaman Imersif dalam Permainan DigitalMemahami Distribusi Simbol dalam Sistem Acak lewat Pendekatan MatematikaCara Kerja Algoritma RNG dalam Permainan Modern: Penjelasan Teknis dan BatasannyaData Real-Time dan Perubahan Ritme Sistem Interaktif yang Sering TerlewatMemahami Cara Kerja Multiplier dan Cascade pada Mahjong Ways 2 secara TeknikalMultiplier Berantai Mahjong Ways 2 Berubah Seiring Cascade, Begini Urutan MekanismenyaVolatilitas Permainan Bisa Diukur Lebih Objektif melalui Distribusi Hasil dan Variasi NilainyaAnalisis Real-Time Membantu Mendeteksi Perubahan Ritme Sistem yang Sulit Terlihat SekilasPeta Frekuensi Simbol Menunjukkan Mengapa Susunan Visual Bisa Berbeda dari Satu Sesi ke Sesi LainMahjong Ways Kembali Populer, Perilaku Komunitas Digital Ikut Membentuk Gelombang PerbincangannyaPeran Teknologi dalam Mempelajari Distribusi Simbol di Sistem AcakModel Matematika Membantu Membaca Probabilitas Permainan tanpa Mengubahnya Menjadi PrediksiGolden Spin Starlight Princess Ramai Dibahas, Apa Sebenarnya Fungsi Mekanisme Ini?Scatter Naga Mahjong Ways 2 Terlihat Membentuk Pola, tetapi Apakah Datanya Benar-Benar Konsisten?Putaran Ke-50 Starlight Princess Disebut Menentukan Jackpot, Statistik Justru Menjelaskan Sebaliknya
Exit mobile version