Renungan dan Bacaan Injil Hari Jumat 15 Oktober 2021; Jumat Pekan Biasa XXVIII; PW Santa Teresia dari Avilla, Perawan

0
673
St Teresia dari Avila

Bacaan I: Rm 4:1-8

Abraham percaya kepada Allah, dan hal itu diperhitungkan sebagai kebenaran.

SAUDARA-saudara, apakah yang akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur kita? Sebab jika Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia mendapat alasan untuk bermegah, tetapi bukan di hadapan Allah. Sebab apa kata Kitab Suci?

“Abraham percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. “Kalau ada orang bekerja, upahnya diperhitungkan bukan sebagai hadiah, melainkan sebagai haknya.

Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. Demikian juga Daud memuji bahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, dan dosa-dosanya ditutupi. berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Mazmur Tanggapan: Mzm 32:1-2.5.11

Ref: Engkaulah persembunyian bagiku. Engkau melindungi aku sehingga aku selamat dan bergembira.

  • Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni, yang dosa-dosanya ditutupi!
  • Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!
  • Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata “Aku akan menghadap Tuhan. Dan mengakui segala pelanggaranku.” Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
  • Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersorak-sorailah, hari orang-orang benar, bersorak-gembiralah, hari orang-orang jujur!

Bait Pengantar Injil: Mzm 33:22

Tunjukkanlah kiranya kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab pada-Mulah kami berharap.

Bacaan Injil: Luk 12:1-7

Rambut kepalamu terhitung semuanya.

SEKALI peristiwa, Berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus lalu mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

Tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui. Karena itu apa yang kalian katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan yang kalian bisikkan ke telinga di dalam kamar akan dimaklumkan dari atas atap rumah.

Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kalian takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepadamu siapakah yang harus kalian takuti.

Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sungguh, Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dilupakan Allah.

Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut,karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”

Demikianlah Injil Tuhan

Pengalaman Perjalanan

ADA seorang hamba Tuhan yang bercerita tentang pengalaman perjalanannya berkeliling dunia untuk memberitakan Injil. Ia berkhotbah di setiap pelabuhan, tetapi ketika kembali, tidak ada sedikitpun sambutan untuknya. Tidak ada sambutan dari pemerintah, tidak ada bendera yang dikibarkan, bahkan tidak ada seorangpun yang datang menemuinya. Sungguh jauh berbeda ketika pemerintah menyambut orang yang  telah mewakili negaranya untuk melakukan sebuah tugas penting. Band dimainkan, orang-orang bersorak dan bendera-bendera dikibarkan. Akhirnya hamba Tuhan itu berkata, “Aku tidak boleh membandingkan cara penyambutan yang dilakukan terhadap mereka yang melakukan tugas kenegaraan dengan diriku. Allah telah memberikan hak istimewa padaku untuk membawa ribuan jiwa kepada Yesus di dalam perjalanan penginjilan ini. Sekalipun tidak ada yang peduli dengan apa yang sudah kulakukan.” Tiba-tiba hamba Tuhan itu tersadar dan kemudian sukacita yang baru memenuhi hatinya. Kini ia baru mengerti mengapa tidak ada penyambutan terhadap dirinya setiap kali ia selesai melakukan pemberitaan Injil. Tuhan memberikan hikmat padanya bahwa dunia bukan rumah sejatinya dan ia belum kembali ke rumah yang ditujunya, yaitu surga. Kelak ketika ia kembali ke surga, barulah Tuhan akan menyambutnya lebih dari penyambutan orang-orang dunia.

   Apakah kita adalah salah seorang yang telah melakukan berbagai upaya untuk kemajuan pekerjaan Tuhan, namun tidak pernah mendapatkan penghargaan apa-apa atau sekadar ucapan terima kasih dari manusia? Tidak ada sambutan dan tidak ada yang peduli dengan apa yang telah kita lakukan. Harapkanlah sambutan yang dari Allah, karena untuk Dialah kita bekerja. Dialah yang kita layani. Mungkin di dunia ini kita tidak mendapatkan apa-apa meskipun kita telah melakukan banyak hal dengan susah payah. Tetapi, jangan khawatir. Ketika kita kembali ke tanah air surgawi, Allah telah menyediakan sambutan yang luar biasa bagi kita. Tidak ada pekerjaan yang tidak dihargai Allah. Ia sangat peduli kepada mereka yang mengasihi Dia dan bekerja untuk-Nya. Jangan kecewa ketika tidak ada penghargaan apa-apa di dunia ini. Ingatlah bahwa dunia ini bukan rumah kita sesungguhnya, kita belum kembali ke rumah. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:

Tuhan Yesus, berilah aku semangat dan kesetiaan dalam melayani, walaupun aku tidak mendapatkan pujian dari pihak manusia.  Tanamkan dalam pikiranku bahwa saat aku melayani, aku bukan bekerja untuk manusia tapi aku bekerja untuk-Mu, maka Engkaulah yang kelak akan memberi aku pujian. Amin.

Selamat pagi dan berkiprah dihari Jumat.Tuhan Yesus Yang Maharahim dn Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dn umat manusia dimuka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekel dan manusia diseluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid 19 serta memberi kesejahteraan dn kesehatan prima sepanjang tahun 2021.Amen.

+BDGY.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here