Pastor Faustus Bagara, OFMCap Minister Propinsial Kapusin Pontianak yang Baru

0
3774
Pastor Faustus Bagara OFMCap Provinsial Kapusin Pontianak periode 2021 – 2024. (Pena Katolik)

PONTIANAK, Pena Katolik – Provinsi Ordo Kapusin Pontianak memiliki pelayan provinsi yang baru dengan terpilihnya Pastor Faustus Bagara, OFMCap sebagai provincial baru.

Profisiat Pastor Faustus Bagara, OFMCap terpilih menjadi Minister Provinsial Kapusin Pontianak 2021-2024.

Minister Provinsial:  Pastor Faustus Bagara, OFMCap.

Vikaris Provinsial/Penasehat 1:

Pastor Stephanus Gathot Purtomo, OFMCap.

Penasehat 2: Pastor Andreas Adrianus Derry, OFMCap

Penasehat 3: Pastor William Chang, OFMCap

Penasehat 4: Pastor John Wahyudi, OFMCap

Ordo Saudara-saudara Dina lahir pada tanggal 16 April 1209, ketika Fransiskus Assisi bersama Bernardus dari Quintavalle dan Petrus Catanii tiga kali membuka buku Injil dan melaksanakan Sabda Allah yang mereka temukan itu. Fransiskus mencatatnya dalam sebuah Anggaran Dasar singkat yang disahkan secara lisan oleh Paus Innocentius III.

Fransiskus adalah pemimpin dan pendiri Ordo yang baru ini, dan ia pula yang memilih namanya: “Ordo Saudara-saudara Dina” (Ordo Fratrum Minorum). Ordo ini berkembang dengan pesatnya, di Eropa dan juga di Timur Tengah. Para saudara hidup sebagai perantau dan pewarta Injil, di bawah bimbingan satu minister dan hamba seluruh persaudaraan. Dari waktu ke waktu, mereka semua berkumpul untuk membicarakan cara hidup mereka dan menimba semangat baru. Cara hidup mereka dilukiskan dalam Anggaran Dasar yang mengikuti perkembangan hidup persaudaraan. Pada tanggal 29 Nopember 1223, Paus Honorius III mengesahkan Anggaran Dasar ini secara definitif.

Cara hidup Saudara-saudara Dina memang baru dan sangat menarik bagi banyak orang, tetapi tidak selalu mudah. Hidup merantau sambil mewartakan Injil menuntut semangat religius sejati dan hanya cocok bagi orang yang matang. Padahal, mula-mula penyaringan calon dan pendidikan saudara baru kurang diperhatikan. Sehingga ada saudara yang hidup secara tak teratur, yang berkeliaran di luar ketaatan, dan ketularan ajaran sesat (bidaah). Demikian pula persaudaraan muda ini telah tergantung dari pribadi Fransiskus sendiri.

Untuk menanggulangi kesulitan itu, Fransiskus minta bantuan Kuria Roma, khususnya Kardinal Hugolino, yang kemudian menjadi Paus Gregorius IX. Maka para calon diwajibkan menempuh tahun novisiat sebelum mengucapkan kaul. Para saudara mulai menetap di rumah biara yang dipimpin oleh seorang guardian dan mempunyai tata harian seperti lazim bagi semua biarawan. Ikatan dengan Gereja diperteguh melalui jabatan kardinal protektor, dan bahaya bidaah ditangkis dengan pen- didikan teologi yang baik.

Ketika Fransiskus meninggal dunia pada tahun 1226, Ordo Saudara-saudara Dina tersebar di hampir seluruh Eropah dan di Timur Tengah. Jumlah saudara kira-kira 5000 orang, terbagi atas 12 – 13 propinsi.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here