Katedral Koln
Katedral Koln

Paus Fransiskus memerintahkan kunjungan apostolik ke Keuskupan Agung Köln, Jerman, untuk memeriksa situasi pastoral dan penanganan kasus pelecehan seksual. Paus Fransiskus mempercayakan tugas itu kepada Uskup Stockholm Kardinal Anders Aborelius dan Ketua Konferensi Waligereja Belanda Uskup Rotterdam Mgr Johannes van den Hende. Para pengunjung apostolik itu akan berusaha memahami penanganan kasus pelecehan seksual yang dilakukan keuskupan agung itu.

Sebuah surat dari Kedutaan Vatikan di Berlin mengatakan kunjungan itu akan dilakukan selama paruh pertama bulan Juni. “Utusan Takhta Suci akan mendapatkan gambaran keseluruhan tentang situasi pastoral yang kompleks dari keuskupan agung itu dan juga memeriksa kesalahan-kesalahan apa pun yang dilakukan Kardinal Rainer Maria Woelki, serta Uskup Agung Hamburg Mgr Stefan Heße, dan para uskup pembantu (Köln), Mgr Dominikus Schwaderlapp dan Mgr Ansgar Puff, mengenai kasus-kasus pelecehan seksual.”

Sebuah laporan sudah dirilis 18 Maret dengan judul, “Laporan Independen tentang Memerangi Pelecehan Seksual di Keuskupan Agung Köln.” Laporan itu ditugaskan bulan Oktober 2020 oleh Kardinal Woelki, dan merupakan hasil investigasi yang dilakukan oleh perusahaan hukum Gercke & Wollschläger .

Dokumen 800 halaman lebih itu mencakup periode tahun 1975 hingga 2018 dengan tujuan mengidentifikasi tiap kesalahan langkah atau pelanggaran hukum, dan yang bertanggung jawab. Secara khusus, laporan itu merujuk pada 314 korban pelecehan seksual, semuanya kecuali satu dari mereka di bawah umur, dan 202 penyerang, hampir dua pertiga di antaranya adalah klerus.

Dalam catatan yang dirilis 21 Mei di situs web keuskupan agung itu, Kardinal Woelki menyambut baik kunjungan apostolik itu. “Saya menyambut baik fakta bahwa dengan kunjungan apostolik itu Paus ingin mendapat gambaran pribadi dari penyelidikan independen serta konsekuensinya,” kata kardinal. “Saya akan dukung Kardinal Arborelius dan Uskup van den Hende dalam karya mereka dengan keyakinan penuh. Saya menerima semua penyelidikan objektif.” (PEN@ Katolik/paul c pati/Isabella Piro/Vatican News)

 

Tinggalkan Pesan