Kekerasan Israel-Hamas berlanjut di Tanah Suci.
Kekerasan Israel-Hamas berlanjut di Tanah Suci.

Paus dan Tahta Suci “sangat prihatin” dengan kejadian di Tanah Suci. Di sana, eskalasi kekerasan antara Israel dan Hamas terus berlanjut. Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin ungkapkan kekhawatirannya 18 Mei di sela-sela acara penampilan buku yang didedikasikan untuk mantan direktur surat kabar L’Osservatore Romano Vatikan, Mario Agnes, di kedutaan Italia untuk Tahta Suci di Roma. Orang nomor dua Vatikan setelah Paus itu menegaskan kembali urgensi gencatan senjata dan menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus berlanjut “di tengah upaya masyarakat internasional untuk gencatan senjata.” Konflik itu, “membawa kehancuran serta kematian,” keluh kardinal mengenang Paus Fransiskus dalam Regina Coeli 16 Mei yang menarik perhatian dunia terhadap anak-anak yang terbunuh dalam konflik itu. “Kepedulian kami adalah kepedulian Bapa Suci serta komitmen untuk melakukan segala kemungkinan untuk hentikan konflik itu,” kata kardinal. Kepada wartawan yang bertanya apakah Tahta Suci akan bertindak sebagai penengah masalah Israel-Palestina itu, diplomat top Vatikan itu berkata, “Sepertinya ada yang mengatakan tidak inginkan campur tangan apa pun. Tapi yang pasti, kita harus ambil tindakan apa pun yang bisa, pertama-tama, membantu mengarah pada gencatan senjata, untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung lama ini, untuk mencapai resolusi sesuai solusi dua negara.” Kardinal menantikan pertemuan hari Sabtu antara Paus Fransiskus dan presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang akan juga ditemuinya. Pertemuan itu, kata kardinal, akan jadi kesempatan baru untuk membahas krisis itu. “Tentu, saya juga akan bicara dengannya tentang persoalan Israel-Palestina. Kita harus bekerja sama mencoba menghentikan krisis ini,” lanjut Kardinal Parolin.(PEN@ Katolik/paul c pati/Vatican News)

Tinggalkan Pesan