Rosario Livatino
Rosario Livatino

Dikasteri Vatikan untuk Peningkatan Pengembangan Manusia Integral telah mengumumkan pembentukan kelompok kerja dengan tujuan memberi hukuman ekskomunikasi bagi para anggota mafia. Pembentukan kelompok itu bertepatan dengan upacara Beatifikasi 9 Mei di Agrigento, Sisilia, terhadap hakim Sisilia, Rosario Livatino, yang dibunuh oleh mafia tahun 1990. Rosario Livatino adalah hakim pertama yang dibeatifikasi dalam sejarah Gereja.

Prakarsa ini merupakan langkah lebih lanjut dalam komitmen dikasteri itu pada masalah-masalah ini. Dikasteri itu dipimpin oleh Kardinal Peter Turkson, yang telah menciptakan jaringan global internasional melawan korupsi, kejahatan terorganisir dan para mafia, Agustus 2018.

Dalam alinea 28 ensiklik Fratelli tutti, Paus Fransiskus menekankan bagaimana “kesepian, ketakutan, dan rasa tidak aman dari begitu banyak orang, yang merasa ditinggalkan oleh sistem, berarti tanah subur bagi mafia sedang diciptakan.”

Dalam teks itu, Bapa Suci mengenang cara organisasi-organisasi kejahatan terorganisir memaksakan diri dengan menampilkan diri sebagai “pelindung” bagi orang-orang terlupakan “sambil mengupayakan kepentingan jahat mereka.” Pernyataan itu menandakan adanya resiko yang diremehkan yang juga mendasari krisis sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi dan mengembangkan magisterium kepausan terbaru tentang masalah kejahatan terorganisir.

Tiga paus terakhir dengan keras mengecam kejahatan terorganisir. Santo Paus Yohanes Paulus II membuat seruan bersejarah dan bersemangat untuk pertobatan mafiosi (para anggota mafia) di situs purbakala Valle dei Templi di kota Agrigento, Italia selatan, di Sisilia, Mei 1993.

Dalam kunjungannya ke Palermo tahun 2010, Paus Benediktus XVI mendefinisikan mafia sebagai “jalan kematian”. Paus Fransiskus memberi hukuman ekskomunikasi bagi para mafiosi di Sibari, tahun 2014. Pada kesempatan itu, dalam homili Misa 21 Juni, Paus menggambarkan sindikat kejahatan “Ndrangheta” dari ‘wilayah Calabria’ sebagai ‘ibadah kejatatan dan penghinaan bagi kebaikan bersama.” Paus mengatakan mafiosi tidak dalam persekutuan dengan Allah: mereka dieksomunikasikan.”

Kelompok Kerja “ekskomunikasi mafia” diciptakan dengan tepat untuk memberikan substansi pastoral pada kata-kata yang diucapkan Paus Fransiskus, dan untuk memastikan bahwa universalitas Gereja bisa menanggapi keduniawian para mafia dengan menjelaskan bahwa menjadi anggota mafia tidak bisa kompatibel dengan Injil.” (PEN@ Katolik/paul c pati/Vatican News)

Rosario Livatino
Rosario Livatino

Tinggalkan Pesan