Uskup terpilih untuk Keuskupan Rumbek Sudan Selatan, Mgr Christian Carlassare di rumah sakit
Uskup terpilih untuk Keuskupan Rumbek Sudan Selatan, Mgr Christian Carlassare di rumah sakit

“Maaf, saya akui bahwa mentalitas dunia, yaitu mentalitas iblis, kadang-kadang juga mempengaruhi kita umat Gereja… dari ranjang rumah sakit ini, saya membungkuk rendah di hadapan Allah dan memohon untuk Gereja Rumbek. Saya berdoa untuk pertobatan orang-orang berdosa. Saya mempersembahkan rasa sakit yang saya alami agar Tuhan, Allah kita, dapat memurnikan Gereja Rumbek dari semua kesalahan. Dan semoga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Sebagai gantinya, marilah berupaya membentuk Gereja sesuai ajaran Yesus,” pinta Mgr Christian Carlassare.

Pertobatan di dalam Gereja menjadi permohonan Uskup terpilih untuk Keuskupan Rumbek Sudan Selatan yang sedang merawat luka tembak di kedua kakinya di sebuah rumah sakit di Nairobi, Kenya, itu mungkin karena menyadari arah penyelidikan yang berlangsung.

Orang-orang bersenjata menembak dan melukai Uskup terpilih kelahiran Italia itu di kediamannya di Rumbek pada Minggu dini hari, 25 April. Menurut kepala wilayah Komite Investigasi dan Keamanan Negara Bagian Lakes, penyelidikan sejauh ini menunjukkan fakta bahwa insiden penembakan itu “murni masalah administratif dalam politik Gereja” terkait pengangkatan Uskup Keuskupan Sudan Selatan. Tiga imam termasuk di antara 12 tersangka lain yang ditahan oleh otoritas Negara Bagian Danau.

Uskup terpilih itu juga berterima kasih kepada umat di Rumbek atas solidaritas dan doa mereka. Dia juga berterima kasih kepada teman-teman dan simpatisan di seluruh dunia yang mendoakan kesembuhannya. Uskup terpilih itu berbicara dalam pesan video yang direkam oleh rumah media Katolik, ACIafrica, yang berbasis di Nairobi.

Dalam klip video berdurasi 5 menit 34 detik yang diberikan kepada Vatican News, Mgr Carlassare mengatakan dia sangat tersentuh oleh solidaritas Konferensi Waligereja Katolik Sudan.

“Saya mengakui solidaritas, pendirian kuat dari kakak-kakak saya dari Sudan dan Sudan Selatan karena mereka melihat serangan terhadap satu anggota ini sebagai serangan terhadap seluruh Gereja. Saya berterima kasih atas komitmen tulus Pemerintah Sudan Selatan, dari kepresidenan hingga otoritas di tingkat lokal. (Juga, atas keinginan mereka) untuk menegakkan kebenaran, dengan mengambil tindakan hukum untuk memperbaiki kejahatan yang terjadi di Rumbek sehingga hal itu tidak terjadi lagi,” kata Mgr Carlassare.

“Bukan orang Sudan Selatan yang tembak saya; bukan orang Dinka yang tembak saya. (Juga bukan orang) Agar. Itu hanya sekelompok orang yang tidak punya nilai-nilai kemanusiaan dan hanya mempermalukan komunitas mereka,” lanjut Uskup terpilih.

Mgr Carlassare mendesak pemimpin lokal untuk menyingkirkan orang yang melakukan kekerasan terhadap komunitas mereka. “Saya mengajak tokoh masyarakat dan kepala daerah untuk melihat kekerasan yang terjadi di komunitasnya dan menerapkan hukum adat yang tidak mentolerir kekerasan, apalagi kalau bisa dihindari. Jangan biarkan anggota yang kasar menyandera seluruh komunitas,” kata Mgr Calassare seraya mengatakan, dia berdoa bagi orang-orang di keuskupannya agar bersama dia membangun Gereja sesuai ajaran Yesus.(PEN@ Katolik/paul c pati/Paul Samasumo/Vatican News)

Artikel Terkait:

Uskup terpilih di Sudan Selatan ditembak sedang dalam pemulihan dan kini stabil

1 komentar

  1. Gereja perlu bertanya,mengapa sasaran kejahatan tertuju kepada Gereja?mengapa negara israel diserang setelah menyalipkanYesus sehingga mereka meninggalkan kampung halamanNya dan dikuasai negara lain?itu berarti karena mereka menentang Tuhan dan menyinggung watak Tuhan,demikian pulalah gereja.

Tinggalkan Pesan