Santo Yosef
Santo Yosef Pekerja

Kongregasi Vatikan untuk Ibadah Ilahi dan Tata Tertib Sakramen memperkenalkan tujuh sebutan baru untuk litani guna menghormati Santo Yosef, pada hari Sabtu, 1 Mei. Inisiatif itu datang dalam Tahun Santo Yosef yang diumumkan Paus Fransiskus dari 8 Desember 2020 hingga 8 Desember 2021.

Dalam sepucuk surat kepada presiden konferensi-konferensi waligereja di seluruh dunia, Sekretaris Kongregasi itu Uskup Agung Arthur Roche, dan Wakil Sekretaris Pastor Corrado Maggioni SMM, menjelaskan alasan di balik langkah itu. “Pada peringatan 150 tahun pernyataan Santo Yosef sebagai Pelindung Gereja Universal, Bapa Suci, Paus Fransiskus, menerbitkan Surat Apostolik Patris corde, dengan tujuan ‘untuk meningkatkan cinta kita kepada orang kudus yang agung ini, untuk mendorong kita memohon perantaraannya dan untuk meneladani kebajikan dan semangatnya’,” tulis mereka. “Dalam hal ini tampaknya tepat memperbarui Litani untuk menghormati Santo Yosef, yang disetujui Tahta Apostolik tahun 1909, dengan mengintegrasikan tujuh sebutan baru yang diambil dari intervensi para Paus yang merenungkan aspek-aspek dari sosok Pelindung Gereja Universal itu.”

Kongregasi itu menyampaikan sebutan-sebutan baru itu kepada Paus Fransiskus, yang menyetujui integrasi mereka ke dalam Litani Santo Yosef.

Sebutan-sebutan baru yang aslinya berbahasa Latin itu adalah sebagai berikut: Custos Redemptoris, Serve Christi, Minister salutis, Fulcimen in hardatibus, Patrone exsulum, Patrone afflictorum, Patrone pauperum. Ini dapat diterjemahkan sebagai: Penjaga Sang Penebus, Hamba Kristus, Pelayanan keselamatan, Dukungan dalam kesulitan, Pelindung orang buangan, Pelindung orang yang menderita, dan Pelindung orang miskin.

Dengan tambahan ini, sebutan dalam Litani kepada Santo Yoseph sekarang meningkat menjadi 31.

“Tanggung jawab Konferensi-Konferensi Waligereja untuk memastikan penerjemahan dan publikasi Litani itu dalam bahasa-bahasa yang sesuai kompetensi mereka; terjemahan ini tidak membutuhkan konfirmasi Tahta Apostolik, kata kongregasi itu, yang juga mengizinkan konferensi-konferensi waligereja untuk menambahkan sebutan-sebutan lain, yang menghormati Santo Yosef di negara-negara mereka. “Penambahan seperti itu,” katanya, “harus dimasukkan di tempat yang tepat dan melestarikan genre sastra Litani itu.” (PEN@ Katolik/paul c pati/Robin Gomes/Vatican News)

Tinggalkan Pesan