Kardinal Luis Antonio Tagle menahbiskan 24 diakon dari 13 negara yang sedang belajar di Kolese Kepausan Urbaniana Roma, satu di antaranya dari Indonesia (Semua foto diambil secara screenshot oleh PEN@ Katolik/pcp)
Kardinal Luis Antonio Tagle menahbiskan 24 diakon dari 13 negara yang sedang belajar di Kolese Kepausan Urbaniana Roma, satu di antaranya dari Indonesia (Semua foto diambil secara screenshot oleh PEN@ Katolik/pcp)

Kardinal Luis Antonio Tagle memimpin Misa Tahbisan 24 diakon dari 13 negara yang sedang belajar di Kolese Kepausan Urbaniana Roma, sebuah seminari besar di bawah asuhan Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa yang dipimpinnya. Misa itu dirayakan di Basilika Santo Petrus, 1 Mei.

Satu dari 24 diakon itu yang menerima Tahbisan Diakonat pada peringatan Santo Yosef Pekerja itu adalah Yoseph Kristinus Guntur dari Keuskupan Bogor yang sedang menempuh pendidikan licentiate untuk Teologi Biblis di Universitas Urbaniana itu.

Kardinal Ragle mengucapkan selamat dan berterima kasih kepada mereka atas tanggapan tegas mereka terhadap panggilan Tuhan, serta memberikan penghormatan atas dukungan dan pembinaan yang diterima dari keluarga, keuskupan asal mereka, para dosen dan komunitas seminari mereka. Sebanyak 24 diakon itu berasal dari Camerun, Benin, Senegal, Nigeria, Tanzania, Uganda, Sudan Selatan, Zimbabwe, India, Cina, Korea Selatan, Indonesia, dan Papua Nugini, dan menjadi “kesaksian tentang universalitas Gereja dan misinya.”

Dalam homilinya, Kardinal Tagle mengenang konstitusi Lumen Gentium dari Vatikan II yang menjelaskan peran para diakon “dalam pelayanan liturgi, Injil, dan amal kasih,” serta mengutip Santo Polikarpus bahwa para diakon “penuh belas kasihan, rajin, berjalan sesuai kebenaran Tuhan, yang menjadi hamba dari semua orang.” Kardinal itu menggarisbawahi bahwa “para diakon dipanggil untuk menjadi tanda-tanda yang hidup dari Yesus, yang ketuhanan-Nya terungkap dalam pelayanan rendah hati kepada semua orang.” Dengan rahmat Allah itu, mereka mengingatkan umat Kristen tentang “panggilan bersama kita untuk melayani seperti yang dilakukan Yesus.”

Mengingat pembacaan Injil, saat Yesus berkata, “Tetaplah di dalam aku, karena aku tetap di dalam kamu … Akulah pokok anggur, kamu adalah ranting-rantingnya … tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa,” Kardinal Tagle mencatat makna khusus hari ini untuk para diakon baru itu. Kardinal mengatakan, tidak cukup hanya mengetahui bahwa Yesus hidup di dalam kita, tetapi bahwa “kita harus memilih untuk hidup dan tetap tinggal di dalam Dia,” sehingga kita bisa “menjadi seperti Dia dalam cinta dan pelayanan.” Kardinal Tagle mendorong para diakon baru itu untuk “menunjukkan kepada dunia kehebatan dari pelayanan yang rendah hati, yang merupakan buah dari hidup di dalam Yesus.”

Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa itu juga mempercayakan para diakon baru itu pada perhatian dan perlindungan Maria, Bunda kita, dan Santo Yosef, “keduanya adalah hamba yang rendah hati, yang hidup untuk dan di dalam Yesus.”(PEN@ Katolik/paul c pati/Vatican News)

Diakon
Frater Yoseph Kristinus Guntur (baris depan kedua dari kanan)

Diakon 5Diakon 3

Tinggalkan Pesan