St-catherine-of-siena-phrases-healing-potency-pd

Membela kebenaran di saat-saat konflik, bertekun pada kehendak Tuhan atas dirinya untuk melawan segala rintangan, dan bekerja untuk Kerajaan Allah di bumi, adalah tiga pelajaran yang bisa kita dalami dari Santa Katarina dari Siena yang agung yang pestanya dirayakan 29 April. Sudah lebih dari 600 tahun dia meninggal, namun kekudusannya abadi. Kisahnya memberi kita beberapa pelajaran yang bisa diterapkan pada umat Kristen saat ini.

  1. BERPEGANG PADA KEBENARAN DI MASA KONFLIK

Kalau Anda mengira berpikir politik zaman modern memecah belah dan berbahaya, seharusnya Anda melihat Siena di tahun 1300-an! Faksi-faksi bertikai menghancurkan semenanjung Italia, dan sebagian besar orang yang berkuasa terlibat dalam perselisihan yang sengit.

Dengan latar belakang ini, kehidupan yang suci dari Santa Katarina semakin bersinar. Dia mendorong agar orang-orang yang berperang berdamai, dan orang-orang yang menggenggam kekuatan duniawi rendah hati. Dialah pembela kebenaran Kristus yang langka di zamannya, sebuah “suara yang berteriak di padang gurun.”

Usahanya untuk berbicara tentang kebenaran dan menyebarkan pesan Kristus membuat dia terkenal bahkan selama hidupnya, meskipun hal itu tidak selalu menguntungkannya. Tahun 1378, Paus Gregorius mengirimnya ke Florence untuk mengupayakan perdamaian setelah kota itu berperang melawan Tahta Suci:

Sayangnya, karena tingkah laku yang terpecah-pecah dari rekan-rekan Florentine-nya, dia terlibat dalam politik internal kota itu, dan selama keributan populer, sebuah upaya terjadi atas hidupnya. Dia sangat kecewa atas pelariannya, dan menyatakan bahwa dosa-dosanya telah merampas mawar merah kemartirannya.

Tanggapannya untuk diselamatkan dari kematian tentu tak seperti tanggapan kebanyakan orang! Namun kita bisa belajar banyak dari keberaniannya. Santa Katarina tidak takut membela perdamaian, belas kasihan, kasih sejati. Kesaksiannya yang blak-blakan tentang Injil tidak selalu membuatnya disayangi orang lain, tentu saja! Tapi yang benar jarang menjadi yang populer. Tidak satu pun antagonisme dan fitnah yang dia hadapi menghalangi dia untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang Kristen.

  1. TETAP PADA PANGGILAN ALLAH UNTUK ANDA, BAHKAN DALAM MENGHADAPI TEKANAN

Santa Katarina menghadapi banyak pertentangan dari berbagai sumber sepanjang hidupnya. Anehnya, salah satu sumber ini adalah orang tuanya sendiri:

Pada usia 16 tahun, saudara perempuan Katarina, Bonaventura, meninggal, meninggalkan suaminya sebagai duda. Orang tua Katarina mengusulkan agar dia menikahi Katarina sebagai pengganti, tetapi Katarina menentang hal itu. Dia mulai berpuasa dan memotong pendek rambutnya agar penampilannya rusak. Orangtuanya berusaha menolak langkah untuk menghindari pernikahan ini, tetapi mereka tidak berhasil.

Saat itu, seorang wanita biasa menikahi duda saudara perempuannya. Penolakan Katarina yang terus-menerus untuk menaati orang tuanya dalam masalah ini pasti tampak seperti sikap keras kepala yang disengaja. Tetapi dia tahu bahwa Allah punya rencana lain untuknya, dan bahkan cinta bakti tidak akan membuatnya menjauhi kehendak Allah.

Saat ini kita banyak mendengar tentang “mendengarkan suara hati.” Jika “suara hati” ini adalah “suara kecil yang tenang” dari Allah yang berbicara dalam hati nurani kita, maka benar bahwa kita harus mengikutinya melawan segala rintangan.

Santa Katarina dengan hati-hati memahami kehendak Allah atas dirinya dan kemudian bertekun melakukannya. Tekadnya untuk mematuhi panggilan Allah, bahkan dalam menghadapi tekanan duniawi, adalah teladan bagi kita semua.

  1. BERKARYA UNTUK KERAJAAN ALLAH, DI BUMI DAN DI SURGA

Sangat mudah menepis bencana duniawi dengan jaminan bahwa “semuanya nanti akan baik.” Tetapi Santa Katarina sama sekali tidak mengambil pendekatan ini, meskipun dunia spiritual adalah kehadiran yang nyata dan konstan di sekelilingnya.

Santa Katarina tidak hanya mengabdikan dirinya untuk melayani orang miskin dan orang sakit, tetapi juga sangat terlibat dalam politik sipil dan gerejawi pada masanya.

Dia dikenal karena merawat orang sakit, terutama penderita penyakit paling menjijikkan, melayani orang miskin, dan berupaya untuk pertobatan para pendosa … Dia mulai mengirim surat kepada pria dan wanita dalam setiap kondisi kehidupan, mengadakan korespondensi dengan para pangeran dan pemerintah Italia, berkonsultasi dengan para utusan paus tentang urusan Gereja, dan mengatur dirinya untuk menyembuhkan luka-luka tanah kelahirannya dengan menahan amukan perang saudara dan kerusakan faksi.

Doa dan meditasi memberi energi dan membimbing usaha-usahanya. Santa Katarina adalah contoh yang hidup dari “iman dan karya” yang Santo Yakobus tulis, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26).

Santa Katarina mengingatkan kita bahwa umat Kristen memiliki kewajiban moral serius untuk mengupayakan keadilan dan perdamaian dalam hidup ini. Dia menyeimbangkan devosi spiritualnya dengan upaya-upaya yang sangat aktif untuk melakukan karya Allah di bumi.(PEN@ Katolik/paul c pati/ Theresa Civantos Barber/Aleteia)

Tinggalkan Pesan