LUCAS HENEY | Shutterstock
LUCAS HENEY | Shutterstock

Survei terbaru dari US Catholic menunjukkan bahwa musik dalam Misa sangat penting bagi umat paroki. Meskipun konsensus itu mengatakan musik sangat penting untuk ibadah, namun, umat Katolik tidak sependapat tentang bentuk yang seharusnya diambil.

Survei itu diambil dari lebih dari 750 pembaca US Catholic. Dari jumlah itu, 80% mengatakan bahwa musik adalah bagian sangat penting dari pengalaman Misa. Meskipun mereka menjunjung tinggi musik, namun hanya 57% responden yang menilai musik paroki mereka cukup baik. Sebanyak 36% menilai musik gereja mereka dari “tidak begitu bagus” hingga “kurang sedap.”

Sebuah laporan terpisah dari US Catholic mendukung nilai yang umat beriman berikan pada musik. Ketika ditanya apakah kualitas musik menentukan tempat mereka mengikuti Misa, 74% menjawab  benar. Para responden ini menyatakan, mereka akan mempertimbangkan tempat ibadah lain jika musiknya tidak nyaman.

Musik mungkin penting untuk pengalaman ibadah, tetapi umat tampaknya tidak peduli bergabung dalam penampilan itu. Tepat 60% mengatakan mereka enak-enak “sekedar mendengarkan penampilan paduan suara. Hanya 27% yang yakin bahwa umat harus bernyanyi bersama dalam setiap lagu.

Perbedaan pendapat paling besar ditemukan pada gaya musik yang sesuai untuk Misa. Sebagian besar responden, 71%, mengatakan mereka paling senang dengan kelompok kecil paduan suara yang dipimpin oleh seorang pianis. Ini diikuti oleh penyanyi solo dan organis dengan 63%. Lebih dari setengah dari orang-orang yang disurvei mengatakan mereka ingin mendengar musik klasik atau Latin tradisional.

Beragam jawaban menanggapi pertanyaan apakah Konsili Vatikan II telah meningkatkan musik. Sekitar setengah, 52%, mengatakan mereka menikmati musik pasca-Vatikan II, sementara 28% tidak peduli. Sebanyak 73% responden mengatakan bahwa lirik lebih penting daripada musik.

Ketika ditanya apakah pantas bertepuk tangan setelah mendengar lagu paduan suara dalam Misa, 88% responden mengatakan itu tidak pantas atau tidak ideal. Hanya 17% yang mengatakan itu cara yang bagus untuk “menunjukkan penghargaan.” (PEN@ Katolik/paul c pati/J-P Mauro/Aleteia)

 

 

Tinggalkan Pesan