Tahbisan Manado 6

“Jangan mencari apa-apa yang menyenangkan dirimu sendiri, tetapi carilah yang berkenan kepada Kristus. Dalam menjalankan tugas Kristus, Kepala Gereja dan Gembala, hendaklah kamu senantiasa berada dalam kesatuan dengan uskupmu dan di bawah bimbingannya. Berusahalah mengumpulkan umat beriman menjadi satu keluarga agar sangguplah kamu mengantar mereka dengan perantaraan Kristus kepada Allah Bapa dalam Roh Kudus. Teladanilah selalu Gembala Baik itu, yang tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani orang, yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Setelah menyapa dua diakon projo Manado dan enam diakon MSC dalam Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam Baru di Katedral Hati Tersuci Maria Manado, 17 April, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC meminta mereka mengikrarkan janji setia dan mereka menjawab “Ya, Saya Mau” ketika Uskup Manado itu bertanya antara lain apakah mereka mau menjalankan dengan setia tugas imamat dalam tingkatan para imam yakni sebagai pembantu yang pantas dari para uskup untuk menggembalakan umat Allah dengan bimbingan Roh Kudus.

Setelah para diakon menyatakan kesetiaan mereka, umat, para imam biarawan-biarawati yang terbatas, dan orang tua yang juga datang dari Timika, Larantuka, Langgur dan Toraja serta yang mengikuti secara virtual mendoakan para diakon yang merebahkan diri di depan altar dengan doa Litani Para Kudus. Setelah doa itu, Mgr Rolly menahbiskan para diakon itu menjadi imam lewat penumpangan tangan dan doa tahbisan.

Pastor Stevanus Micky Kojongian Pr ditempatkan di Paroki Santo Paulus Palu (Sulawesi Tengah), Pastor Cheryl Angelo Ferdy Tanod Pr di Paroki Santo Petrus Nulion (Banggai), Pastor Nicholaus Jamrewav MSC ke Komda Jawa Tengah Kalimantan Selatan (persiapan studi di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto), Pastor Jackry Marsiano Tamboto MSC di Komda SulKalTim (Paroki Dumaring), Pastor Aloysius Sever Leftubun MSC di Komda Maluku (Seminari Langgur), Pastor Yovianus Tarukan MSC di Komda SulKalTim (Paroki Segah), Pastor Advento Masinda MSC di Komda Jawa Tengah Kalsel (Paroki Mejasem), Pastor Petrus Katan Piran MSC di Komda Papua.

Menurut Mgr Rolly dalam tahbisan yang sudah tertunda dua kali karena pandemi itu, para imam baru itu sudah mengatakan “Ya”, tetapi “Ya” itu punya kisah panjang. “Perjalanan panjang para imam ini tidak lepas dari kasih Tuhan, kasih yang dimulai dari keluarga diteruskan ke dunia pendidikan calon-calon imam, ada yang hingga 16 tahun seperti Pastor Micky bahkan ada yang 19 tahun seperti Pastor Nicho karena dia mulai dari SMP. Pastor Nicho lebih banyak hidup dalam rumah bina daripada dalam keluarga,” kata uskup.

Meski semua berasal dari keluarga dengan pengalaman berbeda dan unik, lanjut uskup, “banyak orang sudah mengulurkan tangan untuk pembinaan para calon imam itu baik di rumah bina dan seminari, banyak orang membantu mereka dari lingkungan keuskupan, tarekat, umat Allah, dan Gereja universal yang peduli terhadap pendidikan calon imam.”

Maka, Uskup Rolly mengingatkan para imam baru bahwa yang diperlukan saat ini bukan sekedar output atau hasil atau kelulusan, “tapi sekarang ditekankan outcome, apa yang disumbangkan untuk masyarakat dan kesiapan ditempatkan di mana saja dengan harapan punya dampak positif dalam reksa pastoral atau tugas di mana ditempatkan.”

Selain mengumumkan penempatan para imam MSC baru, Provinsial MSC Pastor Samuel Maranresy MSC menyampaikan pesan-pesan umat yang dia temui saat berdialog dengan umat di paroki. Pertama, umat sangat menjunjung tinggi, menghargai dan mencintai serta mendukung para pastor dan “apa pun yang diminta oleh pastor, kami akan berikan sepenuh hati dan berusaha memberi yang terbaik untuk para pastor, karena para pastor itu orang-orang yang diambil dari kami oleh Tuhan dan dikuduskan oleh Tuhan untuk kemudian menguduskan kami, para umat.”

Itu ungkapan cinta umat untuk kita para pastor, kata Pastor Samuel. “Mereka hanya minta kita menghargai martabat imamat dari Tuhan untuk kita saat kita ditahbiskan dan saat Anda ditahbiskan. Martabat ini mesti kita pelihara untuk pengudusan umat.”

Pesan kedua, lanjut provinsial, “kami sangat mencintai para pastor tetapi kami juga minta supaya para pastor tidak sering meninggalkan umat, tetapi tinggal di tengah umat dan bersama umat.” Menjadi imam atau menjadi gembala, jelas Pastor Samuel, berarti diambil untuk ditempatkan di tengah umat untuk membimbing, menuntun, menggembalakan umat.” Gembala, lanjut imam itu, “tidak pernah akan tinggalkan domba-dombanya di padang sementara mereka pergi untuk urusan lain, gembala akan tinggal sambil mengawasi jangan-jangan ada binatang buas mengintai yang bisa menerkam dan membunuh domba-dombanya.”(PEN@ Katolik/michael)

UIskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC
UIskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC
Provinsial MSC Pastor Samuel Maranresy MSC
Provinsial MSC Pastor Samuel Maranresy MSC

Tahbisan Manado 5Tahbisan Manado

semua fopto Tahbisan Manado 8

 

Semua foto di atas adalah hasil screenshot dari Youtube Komsos Manado 

Tinggalkan Pesan