Home VATIKAN Paus, “Setelah menerima belas kasih, marilah sekarang kita berbelas kasih”

Paus, “Setelah menerima belas kasih, marilah sekarang kita berbelas kasih”

0
Merayakan Oktaf Paskah di Gereja Santo Spirito di Sassia, Paus Fransiskus menyampaikan homili dalam Misa Hari Minggu Kerahiman Ilahi. (Vatican Media)
Merayakan Oktaf Paskah di Gereja Santo Spirito di Sassia, Paus Fransiskus menyampaikan homili dalam Misa Hari Minggu Kerahiman Ilahi. (Vatican Media)

“Marilah diperbarui oleh perdamaian, pengampunan, dan luka-luka Yesus yang berbelas kasih. Marilah memohon rahmat untuk menjadi saksi-saksi belas kasihan. Hanya dengan cara ini iman kita akan hidup dan hidup kita bersatu. Hanya dengan cara ini kita akan memberitakan Injil Allah, yaitu Injil belas kasih.” Itulah nasihat Paus Fransiskus dalam homili Misa pada Minggu Kerahiman Ilahi, yang dirayakan hari Minggu kedua Paskah.

“Karena, kalau cinta hanya tentang kita, iman menjadi gersang, mandul dan sentimental. Tanpa orang lain, iman menjadi tanpa tubuh. Tanpa perbuatan belas kasih, iman mati,” kata Paus dalam Misa di Gereja Santo Spirito di Sassia. Gereja abad ke-16 yang berdekatan dengan Vatikan itu ditetapkan oleh Santo Paus Yohanes Paulus II tahun 1994 sebagai gereja resmi Kerahiman Ilahi di Roma.

Sesuai protokol kesehatan Covid-19, yang diizinkan berada dalam gereja untuk Misa hanya sekitar 80 orang, termasuk para narapidana pria dan wanita, perawat, orang cacat, pengungsi, keluarga migran, dan beberapa imam dari ‘Misionaris Cinta Kasih’ yang menjadi konselebran. Tapi, Misa itu disiarkan langsung di medsos agar peranserta lebih banyak.

Paus memulai homili dengan mengingat bagaimana Yesus yang bangkit membuat “kebangkitan para murid” dengan membangkitkan semangat mereka dan mengubah hidup mereka. Dia lakukan ini dengan belas kasihan. “Setelah menerima belas kasihan itu, pada gilirannya mereka menjadi berbelas kasih,” kata Paus. Mereka menerima belas kasihan dari-Nya melalui tiga karunia yakni damai sejahtera, Roh Kudus, dan luka-luka-Nya.

Setelah kematian Yesus, jelas Paus, para murid berkumpul di sebuah ruangan, terjebak dalam kesia-siaan dan penuh penyesalan karena telah meninggalkan dan menyangkal Tuhan mereka. Tapi Yesus datang dan menyapa mereka, “Damai sejahtera bagi kamu!”

Paus mengatakan Yesus “tidak membawa damai sejahtera yang menghilangkan masalah di luar, tetapi yang menanamkan kepercayaan di dalam. Itu bukanlah damai lahiriah, tapi damai hati.” Paus menjelaskan, “Damai sejahtera dari Yesus membuat mereka berpindah dari penyesalan ke misi.”

Damai sejahtera Yesus yang membangkitkan misi, lanjut Paus, “tidak perlukemudahan dan kenyamanan, tetapi tantangan untuk keluar dari diri sendiri,” dari penyerapan diri yang melumpuhkan, dan dari ikatan yang membuat hati tetap terpenjara. Para murid menyadari bahwa Allah tidak mencela atau merendahkan mereka, tetapi percaya kepada mereka, seperti yang dikatakan oleh Santo John Henry Newman, “Dia mencintai kita lebih daripada kita mencintai diri kita sendiri.”

Cara kedua Yesus dalam menunjukkan belas kasih, kata Paus, adalah menganugerahkan Roh Kudus untuk pengampunan dosa-dosa. Dengan diri sendiri, kata Paus, kita tidak bisa menghapus dosa dan kesalahan. “Hanya Allah yang mengambilnya, hanya Dia dengan belas kasihan-Nya yang bisa membuat kita keluar dari kedalaman kesengsaraan kita.” Maka, “kita perlu membiarkan diri diampuni.”

“Pengampunan dalam Roh Kudus adalah hadiah Paskah yang memungkinkan kebangkitan batin kita,” kata Paus, seraya mendesak umat Kristiani meminta rahmat untuk “memeluk Sakramen pengampunan.” Menurut Paus, “pengakuan dosa bukan tentang diri sendiri dan dosa-dosa kita, tetapi tentang Tuhan dan belas kasih-Nya.” Pengakuan dosa adalah Sakramen kebangkitan, belas kasih yang murni,” kata Paus yang mendorong semua orang yang mendengar pengakuan dosa menyampaikan manisnya belas kasih.

Yesus menyembuhkan kita dengan belas kasih dengan menjadikan luka kita milik-Nya dan dengan menanggung kelemahan kita di dalam tubuh-Nya sendiri, kata Paus. Luka-luka Yesus adalah “saluran terbuka antara Dia dan kita, yang mencurahkan belas kasihan atas penderitaan kita. Itulah jalan yang Tuhan buka bagi kita untuk masuk dalam kasih-Nya yang lembut dan benar-benar ‘menyentuh’ siapa Dia.” Hal itu, kata Paus, terjadi pada setiap Misa, saat Yesus mempersembahkan kepada kita Tubuh-Nya yang terluka dan bangkit. Seperti yang ditunjukkan episode Injil hari itu tentang Thomas yang ragu, “kita menemukan Allah, kita menyadari betapa dekat Dia dengan kita dan kita tergerak berseru, ‘Ya Tuhanku dan Allah!’” Rahmat menerima belas kasihan, kata paus, adalah titik awal perjalanan Kristen kita. “Hanya jika kita menerima cinta Tuhan, barulah kita bisa mempersembahkan sesuatu yang baru kepada dunia.”

Dan ini yang dilakukan para murid, kata Paus sambil menunjuk Kisah Para Rasul. “Karena menerima belas kasihan, mereka, pada gilirannya, menjadi berbelas kasih.” Tidak seorang pun mengklaim memiliki harta benda apa pun secara pribadi, tetapi semua yang mereka miliki dimiliki bersama. Yang Paus tekankan adalah Kristen murni, bukan Komunisme. Ketakutan mereka telah dihilangkan dengan menyentuh luka-luka Tuhan, dan sekarang mereka tidak takut menyembuhkan luka-luka orang yang membutuhkan. Seraya meminta umat untuk tidak tetap acuh tak acuh, Paus berkata, “Setelah menerima belas kasih, marilah sekarang kita berbelas kasih.”

Pesta Kerahiman Ilahi telah masuk dalam kalender liturgi baru-baru ini. Seorang biarawati Polandia, Santa Faustina Kowalska, yang meninggal tahun 1938, adalah rasul devosi kepada Kerahiman Ilahi. Dalam proses pewayuhan kepadanya, Yesus meminta pada banyak kesempatan agar hari raya itu didedikasikan untuk Kerahiman Ilahi, dan pesta ini dirayakan pada hari Minggu setelah Paskah.

Teks-teks liturgi Minggu Kedua Paskah sudah menyangkut institusi Sakramen Tobat, Tribunal Kerahiman Ilahi, dan dengan demikian sesuai permintaan Yesus. Pesta ini, yang sebelumnya untuk bangsa Polandia dan dirayakan di Kota Vatikan, diperluas ke Gereja Universal oleh Paus Yohanes Paulus II saat kanonisasi Santa Faustina, 30 April 2000. Kemudian, dalam dekrit 23 Mei 2000, Kongregasi untuk Ibadah Ilahi dan Tata Tertib Sakramen Vatikan menyatakan, “di seluruh dunia, Minggu Kedua Paskah akan bernama Minggu Kerahiman Ilahi.”(PEN@ Katolik/paul c pati/Robin Gomes/Vatican News)

Minggu Kerahiman Ilahi di Gereja Santo Spirito di Sassia
Paus Fransiskus merayakan Misa di Gereja Santo Spirito di Sassia

Tidak ada komentar

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan dari Ruang Fisik ke Layar Digital

Mengapa Kecepatan Permainan Kasino Digital Dapat Memengaruhi Pengambilan Keputusan?

Di Balik Kemudahan Kasino Online, Bagaimana Pengguna Memahami Nilai Uang?

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Etika Teknologi dan Tanggung Jawab Platform

Ketika Hiburan Kasino Online Bersinggungan dengan Kesehatan Finansial Masyarakat

Bagaimana Fitur Interaktif Kasino Digital Memengaruhi Perhatian Pengguna?

Menelusuri Perubahan Cara Masyarakat Memandang Kasino Online di Era Informasi

Kasino Online dan Tantangan Mengenali Informasi yang Terlihat Meyakinkan

Mengapa Riwayat Permainan Tidak Bisa Menjamin Hasil Berikutnya di Kasino Digital?

Fenomena Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Kesadaran terhadap Waktu Layar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Desain Permainan Dapat Menyampaikan Informasi Tanpa Banyak Teks

Mengapa Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Terasa Akrab meski Menggunakan Teknologi Game Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Waktu Muat dan Kelancaran Aplikasi

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Cascade Membentuk Rangkaian Perubahan yang Terlihat di Layar

Game Digital Bertema Asia Tidak Hanya Mengandalkan Ornamen tetapi Juga Pemilihan Suasana Visual

Bagaimana Desain Game Mobile Membantu Pengguna Mengenali Fitur Baru tanpa Penjelasan Panjang?

Mahjong Ways Menghadirkan Kesan Tradisional melalui Perpaduan Motif, Warna, dan Tata Letak

Mengapa Perubahan Kecil pada Antarmuka Bisa Memengaruhi Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Teknologi Game Mobile Terus Berkembang dan Membawa Tantangan Baru dalam Pengelolaan Animasi

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Pentingnya Keteraturan Visual dalam Menampilkan Mekanisme Permainan

Mahjong Ways 2 Memiliki Sistem Pergantian Simbol yang Membuat Alur Visual Terlihat Berbeda

Mengapa Detail Latar Belakang dalam Mahjong Ways Ikut Membentuk Suasana Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memiliki Cara Menarik dalam Memadukan Cerita Budaya dan Desain Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Efek Animasi dan Informasi yang Muncul di Layar

Perubahan Tren Game Mobile Membuat Desain Sederhana Kembali Menjadi Perhatian Pengembang

Bagaimana Mahjong Ways Menggunakan Komposisi Warna untuk Memperkuat Nuansa Tradisional?

Game Digital Kini Semakin Memperhatikan Cara Pengguna Memahami Informasi dalam Waktu Singkat

Mahjong Ways 2 dan Peran Transisi Visual dalam Menjaga Alur Permainan Tetap Mudah Diikuti

Mengapa Penggunaan Ornamen Klasik dalam Game Modern Tidak Selalu Terlihat Ketinggalan Zaman?

Perkembangan Desain Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Keseimbangan antara Detail dan Kenyamanan

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?