Antonio Ciseri | PD
Antonio Ciseri | PD

Jalan Salib adalah devosi yang indah yang bisa didoakan di mana pun. Salah satu cara paling ampuh untuk memasuki sengsara dan kematian Yesus adalah mendoakan devosi yang dikenal sebagai “Jalan Salib”. Tahun 1342 para Fransiskan ditunjuk sebagai penjaga khusus tempat-tempat suci di Tanah Suci. Mereka pun mendirikan tempat-tempat ziarah di luar ruangan, yang dikenal sebagai “stasi-stasi,” yang mereplikasi tempat-tempat suci itu. Dengan demikian orang-orang yang tidak bisa berziarah ke Tanah Suci punya kesempatan bermeditasi tentang suasana sengsara dan kematian Yesus itu di mana pun mereka berada. Selama bertahun-tahun berbagai patung dan lukisan dibuat untuk memudahkan orang merenungkan banyak misteri Jumat Agung.

Di bawah ini ditampilkan Stasi-Stasi Jalan Salib online, disertai meditasi dari “Jalan Salib Singkat” yang ditulis oleh para Fransiskan.

(PEN@ Katolik/paul c pati/Philip Kosloski/Aleteia)

Stasi 1: Yesus dihukum mati. “O Yesus! Begitu lemah lembut dan tidak mengeluh, ajari aku untuk siap menerima cobaan.” © Galeri Seni Web
Stasi 1: Yesus dihukum mati. “O Yesus! Begitu lemah lembut dan tidak mengeluh, ajari aku untuk siap menerima cobaan.”
© Galeri Seni Web
Stasi 2: Yesus memanggul salib. “Yesusku, Salib ini seharus adalah salibku, bukan salib-Mu; dosa-dosaku yang menyalibkan Engaku.” © Domain Publik
Stasi 2: Yesus memanggul salib. “Yesusku, Salib ini seharus adalah salibku, bukan salib-Mu; dosa-dosaku yang menyalibkan Engaku.”
© Domain Publik
Stasi 3: Yesus jatuh untuk pertama kalinya. “O Yesus! Dengan kejatuhan pertama ini, jangan biarkan aku jatuh ke dalam dosa berat.” © Domain Publik
Stasi 3: Yesus jatuh untuk pertama kalinya. “O Yesus! Dengan kejatuhan pertama ini, jangan biarkan aku jatuh ke dalam dosa berat.”
© Domain Publik
Stasi 4: Yesus berjumpa dengan ibu-Nya. “O Yesus! Semoga tidak ada ikatan manusiawi, betapapun disayangi, jauhkan saya dari mengikuti jalan Salib.” © Domain Publik
Stasi 4: Yesus berjumpa dengan ibu-Nya. “O Yesus! Semoga tidak ada ikatan manusiawi, betapapun disayangi, jauhkan saya dari mengikuti jalan Salib.”
© Domain Publik
Stasi 4: Yesus berjumpa dengan ibu-Nya. “O Yesus! Semoga tidak ada ikatan manusiawi, betapapun disayangi, jauhkan saya dari mengikuti jalan Salib.” © Domain Publik
Stasi 5: Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene. “Simon enggan membantu Engkau; semoga aku dengan sabar menderita semuanya untuk-Mu.” © Domain Publik
Stasi 6: Wajah Yesus diusap oleh Veronica. “O Yesus! Engkau mencetak wajah suci-Mu pada kerudung Veronica; cap juga wajah-Mu di hatiku selamanya." © Zvonimir Atletic | Shutterstock
Stasi 6: Wajah Yesus diusap oleh Veronica. “O Yesus! Engkau mencetak wajah suci-Mu pada kerudung Veronica; cap juga wajah-Mu di hatiku selamanya.”
© Zvonimir Atletic | Shutterstock
Stasi 7: Yesus jatuh untuk kedua kalinya. “Pada kejatuhan-Mu yang kedua, ya Tuhan, jagalah aku supaya tidak jatuh lagi dalam dosa.” © Domain Publik
Stasi 7: Yesus jatuh untuk kedua kalinya. “Pada kejatuhan-Mu yang kedua, ya Tuhan, jagalah aku supaya tidak jatuh lagi dalam dosa.”
© Domain Publik
Stasi 8: Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya. “Penghiburan terbesar bagi saya adalah mendengar Engkau berkata: Banyak dosa diampuni, karena cintamu begitu besar.” © Tango7174 | CC BY-SA 3.0
Stasi 8: Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya. “Penghiburan terbesar bagi saya adalah mendengar Engkau berkata: Banyak dosa diampuni, karena cintamu begitu besar.”
© Tango7174 | CC BY-SA 3.0
Stasi 9: Yesus jatuh untuk ketiga kalinya. “O Yesus! Saat aku lelah dengan perjalanan hidup yang panjang, jadilah Engkau kekuatanku dan ketekunanku.” © Domain Publik
Stasi 9: Yesus jatuh untuk ketiga kalinya. “O Yesus! Saat aku lelah dengan perjalanan hidup yang panjang, jadilah Engkau kekuatanku dan ketekunanku.”
© Domain Publik
Stasi 10: Pakaian Yesus ditanggalkan. “Jiwaku telah dirampok dari jubah kepolosannya; kenakan aku, Yesus terkasih, dengan pakaian penebusan dosa dan penyesalan.” © Domain Publik
Stasi 10: Pakaian Yesus ditanggalkan. “Jiwaku telah dirampok dari jubah kepolosannya; kenakan aku, Yesus terkasih, dengan pakaian penebusan dosa dan penyesalan.”
© Domain Publik
Stasi 11: Yesus disalibkan. “Engkau memang memaafkan musuh-musuh-Mu; Ya Allah, ajari aku untuk memaafkan luka-luka dan melupakan mereka.” © Domain Publik
Stasi 11: Yesus disalibkan. “Engkau memang memaafkan musuh-musuh-Mu; Ya Allah, ajari aku untuk memaafkan luka-luka dan melupakan mereka.”
© Domain Publik
Stasi 12: Yesus wafat di Kayu Salib. “Engkau sekarat, Yesusku, tetapi Hati Kudus-Mu masih berdenyut dengan cinta demi anak-anak-Mu yang berdosa." © Domain Publik
Stasi 12: Yesus wafat di Kayu Salib. “Engkau sekarat, Yesusku, tetapi Hati Kudus-Mu masih berdenyut dengan cinta demi anak-anak-Mu yang berdosa.”
© Domain Publik
Stasi 13: Yesus diturunkan dari Salib. “Terimalah aku ke dalam pelukanmu, O Bunda yang Berduka; dan dapatkan penyesalan sempurna untukku atas dosa-dosaku.” © Domain Publik
Stasi 13: Yesus diturunkan dari Salib. “Terimalah aku ke dalam pelukanmu, O Bunda yang Berduka; dan dapatkan penyesalan sempurna untukku atas dosa-dosaku.”
© Domain Publik
Stasi 14: Yesus dimakamkan. “Ketika aku menerima-Mu ke dalam hatiku dalam Komuni Kudus, ya Yesus, jadikanlah itu tempat tinggal yang cocok untuk Tubuh-Mu yang patut dipuja. Amin.” © Domain Publik
Stasi 14: Yesus dimakamkan. “Ketika aku menerima-Mu ke dalam hatiku dalam Komuni Kudus, ya Yesus, jadikanlah itu tempat tinggal yang cocok untuk Tubuh-Mu yang patut dipuja. Amin.”
© Domain Publik

 

Tinggalkan Pesan