Bantuan mobil ambulance diterima di Klinik Pratama Elisabeth Bengkayang
Bantuan mobil ambulance diterima di Klinik Pratama Elisabeth Bengkayang

Sebuah tanda kasih berupa mobil ambulance yang disalurkan oleh Yayasan BRI Kasih dan Yayasan Sinlui PanGa diterima oleh para suster Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) di Bengkayang untuk Klinik Pratama Santa Elisabeth Bengkayang yang dikelola mereka.

Lima suster pengelola klinik itu menerima sumbangan itu 8 Maret, yang diharapkan oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, “dapat digunakan untuk pertolongan kemanusiaan sebagaimana visi dan misi pelayanan kaum berjubah kepada masyarakat.”

Mgr Agus ikut menyaksikan serah terima  ambulance itu di Wisma KWI Jakarta, 1 Maret, dari Ketua Umum Yayasan BRIKasih Bardiyono Wiyatmojo dan Ketua Yayasan Sinlui PanGa Tikna Goenawan Lukita kepada Suster Bonifasia Sinurat KFS, perwakilan Yayasan Santa Elisabeth Hungaria.

Menurut Mgr Agus, Klinik Pratama Santa Elisabeth Bengkayang yang berada di dekat perbatasan dengan Sambas, Malaysia, dan dikelola oleh para suster KFS sejak 60 tahun lalu, perlu satu unit mobil ambulance untuk operasional.

“Adanya ambulance ini memang sangat dibutuhkan oleh Klinik Pratama Santa Elisabeth di medan-medan pelayanan yang masih terbilang sulit,” kata Mgr Agus yang pada hari itu memberkati ambulance itu sebelum diberangkatkan ke Bengkayang untuk diserahkan langsung kepada pengelola klinik itu.

Yayasan Sinlui PanGa sudah menjalankan Program Donasi Ambulance untuk klinik-klinik yang berada di pelosok Indonesia sejak 2017, sedangkan kerjasamanya dengan Yayasan BRIKasih, menurut Lukita, sudah berjalan dua tahun.

Dan, sejalan dengan Tahun Refleksi Keuskupan Agung Jakarta “Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Menjadi Berkat,” Lukita melihat donasi ambulance ini sebagai wujud bentuk “Tanda Kasih” dari Yayasan Sinlui PanGa dan Yayasan BRIKasih sebagai satu bentuk “Saluran Berkat bagi Sesama.”

Menurut Wiyatmojo, yayasan yang dipimpinnya didirikan tahun 2018 oleh pekerja dan pensiunan Kristiani Bank BRI. “Setiap bulan para pekerja mendonasikan sebagian pendapatan untuk disalurkan kepada  masyarakat yang membutuhkan untuk membangun infrastruktur sosial di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Yayasan BRIKasih berharap kerja sama dengan Yayasan Sinlui PanGa dapat terjalin lagi kemudian hari “sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan sosial terutama di bidang kesehatan dan membantu pemerintah menghadapi Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia,” lanjutnya.

Suster Sinurat melihat bantuan satu ambulance itu akan membantu “kelancaran dan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bengkayang, Kalimantan Barat, khususnya masyarakat kurang mampu.”(PEN@ Katolik/samuel)

Klinik Pratama Eliosabeth 1Klinik Pratama Eliosabeth 3Klinik Pratama Eliosabeth 2


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan