Mgr Sunarko 5

Dalam situasi khusus ini, saat protokol kesehatan wajib ditepati, yang masih rutin bertemu adalah keluarga, maka Uskup Pangkalpinang mengajak memberdayakan keluarga agar keluarga-keluarga umat Allah keuskupannya semakin berpusat pada Kristus, semakin meningkatkan mutu komunio [persekutuan] dalam keluarga masing-masing dan dalam relasi dengan keluarga-keluarga [tetangga] terdekat, dan “melaksanakan misi mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah melalui aksi nyata, misalnya dengan saling peduli dan saling membantu, baik kepada sesama keluarga seiman maupun yang berkeyakinan dan beragama lain.”

Mgr Adrianus Sunarko OFM menulis hal itu bagi para imam, biarawan-biarawati dan umat Keuskupan Pangkalpinang yang tahun ini memberi perhatian khusus pada keluarga, dalam Surat Gembala Prapaskah 2021 bertanggal 14 Februari.

Konkretnya, tulis Mgr Sunarko, “keluarga masing-masing didorong untuk mengadakan pertemuan membaca Kitab Suci dalam keluarga, merenungkannya, memetik ayat yang mengesan, merencanakan dan mewujudkan aksi nyata.”

Uskup meminta agar bapak atau ibu, atau salah satu anggota keluarga “tidak perlu ragu memimpin pertemuan-pertemuan tersebut.” Yang kesulitan melaksanakan dalam keluarga sendiri, misalnya karena sedikit anggota keluarga seiman, “dapat melaksanakannya dengan tetangga terdekat, sejauh memungkinkan dan tidak dalam jumlah yang besar. Tentu saja itu semua dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.”

Meningkatkan mutu hidup keluarga, tegas Mgr Sunarko, “dapat menjadi bentuk pertobatan yang khusus dalam masa Prapaskah tahun ini.”

Menurut Mgr Sunarko, perhatian pada keluarga sejalan dengan seruan dan ajakan Paus Fransiskus yang menetapkan 2021 sebagai Tahun Santo Yosef. “Kita diajak belajar dari Santo Yosef, menemukan keutamaan-keutamaannya dan menerapkannya bagi keluarga masing-masing. Di samping itu Paus mengingatkan, tahun ini adalah ulang tahun ke-5 seruan apostolik tentang keluarga (Amoris Laetitia). Kita diharapkan mempelajari ajaran beliau dalam seruan apostolik tersebut dan mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari.”

Tidak kurang penting, lanjut uskup, Paus menetapkan hari minggu keempat bulan Juli sebagai hari untuk ‘kakek dan nenek, serta lansia’. “Meningkatkan mutu hidup keluarga berarti pula bahwa kita tidak melupakan kakek nenek dan mereka yang sudah berusia lanjut,” jelas Mgr Sunarko.

Selain keluarga, dalam surat gembala itu Mgr Sunarko minta umatnya sebagai anggota Gereja dan sekaligus warga negara, “bersama-sama bekerja keras untuk turut mengupayakan agar penularan dan penyebaran virus ini dapat dibatasi dan dicegah.”

Di masa krisis seperti ini, Mgr Sunarko terkesan melihat dan mengalami betapa banyak orang melakukan tindakan-tindakan konkret untuk saling membantu, mengumpulkan dana, menolong yang sakit dan menderita.

“Saya secara pribadi bersyukur dan berterimakasih kepada umat sekalian di Keuskupan Pangkalpinang, karena selama masa sulit ini telah menunjukkan sikap solider satu sama lain, saling menolong secara konkret. Dengan berbagai cara, paroki-paroki, kbg-kbg, berbagai kelompok kategorial, keluarga-keluarga, para relawan telah berusaha memberi perhatian khusus bagi mereka yang menderita. Melalui surat gembala ini saya ingin mengajak kita semua untuk terus bertekun dalam semangat solidaritas dan gotong royong, saling membantu satu sama lain. Ini juga dapat merupakan bentuk konkret dari upaya melakukan pertobatan di masa Prapaskah ini.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Tinggalkan Pesan