Vatican News
Vatican News

Semua orang pasti memiliki pantangan makanan untuk menjaga kesehatan. Orang sakit biasanya banyak pantangan makanan dan larangan dari dokter. Biasanya ada daftar makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan. Tapi saya ingat seorang pastor yang pernah berkata kolesterol, darah tinggi dan gula tidak ada di meja makan tetapi semuanya ada di laboratorium. Menurut imam itu, apa saja yang tersedia di meja makan boleh dimakan. Walaupun kelihatannya nakal, tetapi mungkin imam itu menjalankan apa yang Yesus katakan di dalam bacaan Injil (Markus 7:14-23) hari ini, di saat Peringatan Santa Skolastika, 10 Februari.

Yesus mau menunjukan kepada kita bahwa apa yang masuk ke dalam mulut kita tidak membuat kita najis, tetapi sebaliknya apa yang keluar dari mulut, inilah yang membuat kita najis. Tanpa kita sadari, ucapan dan kata-kata yang keluar dari mulut kita bisa berakibat fatal. Terkadang, ketika kita tidak sadar, ketika kita marah dan kesal kepada orang lain, mungkin ucapan kita tidak terkontrol maka menjadi hal kurang baik. Di sisi lain apa yang kita rasakan dalam hati membuat pikiran kita pun ikut bereaksi dan akhirnya kita tidak dapat menahan mulut kita untuk mengucapkannya. Ada baiknya kita diam dan tidak mengucapkan apa-apa sehingga kita sungguh siap dan sadar untuk mengucapkannya. Yesus sebenarnya mengajak kita agar hati-hati serta bijak dalam bertutur kata dan mengambil sikap.

Sahabat, apa yang dirasakan dan dipikirkan terkadang ingin segera kita katakan. Tetapi hari ini, kita diajak untuk belajar lebih bijaksana dalam bertutur dan bersikap. Ternyata tidak semua yang kita rasakan harus kita katakan langsung. Ada pepatah yang berbunyi, berpikir dahulu sebelum mengatakan. Itu tepat, jangan sampai apa yang kita katakan dan kita lakukan menjadi dosa bagi kita. Semoga kita mampu bertutur kata yang baik dan tepat walaupun kita mau menegur orang lain.(FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan