Mikrofon pertama yang digunakan oleh Paus Pius XI
Mikrofon pertama yang digunakan oleh Paus Pius XI

Paus Pius XI meresmikan Radio Vatikan, 12 Februari 1931, dengan misi untuk membawa suara Paus dan pengharapan Injil ke seluruh penjuru dunia. Radio ini dirancang dan didirikan oleh Guglielmo Marconi, yang menemukan sistem transmisi radio pertama yang sukses secara komersial, dan dipercayakan kepada Serikat Yesus hingga 2017. Sekarang, 90 tahun kemudian, Radio Vatikan memperluas operasinya dengan memasukkan transmisi radio dalam 41 bahasa. Untuk merayakan tonggak penting ini, diluncurkan juga situs web yang dikerjakan ulang dan radio web yang akan menyiarkan program 24 jam sehari.

Dalam pernyataan yang dirilis 9 Februari, direktur Radio Vatikan memuji upaya lama radio itu, yang stafnya berasal dari 69 negara. Dr Paolo Ruffini, Prefek Dikasteri untuk Komunikasi, organisasi induk Radio Vatikan mengatakan, Radio itu terus berkembang sambil tetap berakar pada orisinalitas dan identitasnya.

“Kami merayakan tonggak bersejarah ini dengan rasa terima kasih atas semua yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah datang sebelum kita,” kata Ruffini, “dan yang juga memandang ke masa depan.” Radio Vatikan, lanjutnya, mempertahankan dedikasi pada misi aslinya yaitu “melayani Gereja, Paus, dan pribadi manusia di mana pun mereka berada, tidak peduli apa agama atau budaya mereka.

Ruffini mengenang sejarah membanggakan Radio itu dalam menyalurkan suara Paus ke dunia, meski ada ancaman Perang Dunia II, fasisme, dan komunisme. Radio itu, katanya, merayakan “prospek masa depan misionaris yang didasarkan pada kekuatan lembut dari perkataan yang diucapkan dan didengar.”

Radio Vatikan menjadi bagian dari Dikasteri untuk Komunikasi tanggal 1 Januari 2017. Mengenang hal itu, Ruffini mengatakan, Radio itu membentuk “akar yang kuat tempat pohon yakni Vatican News sedang tumbuh, situs internet yang menceritakan kisah-kisah Gereja dan magisterium Kepausan.”

Dia kemudian mengumumkan peluncuran radio web, yang akan menghadirkan Radio Vatikan kepada siapa pun yang memiliki koneksi internet di bagian mana pun di dunia. Ruffini menyebutnya “langkah kecil lain dalam perjalanan Dikasteri untuk Komunikasi yang akan melihat beberapa entitasnya merayakan hari jadi penting (25 tahun situs web Vatican.va, Desember 2020 dan 160 tahun Osservatore Romano), saat kita berharap membangun masa depan bersama.”

Dalam pernyataan yang sama, Direktur Radio Vatikan Massimiliano Menichetti mengakui, hari jadi ke-90 dirayakan saat umat manusia menghadapi cobaan yang dijatuhkan oleh pandemi Covid-19. “Misi kami selalu adalah tidak meninggalkan siapa pun dan membawa harapan pewartaan Kristen, suara Paus, dan interpretasi masuk akal dari peristiwa-peristiwa dalam terang Injil,” katanya. “Jadi, momen ini lebih menantang kami.”

Menichetti mengatakan Radio Vatikan telah banyak berupaya selama setahun terakhir untuk “mengumpulkan dan menceritakan kisah-kisah tentang orang-orang yang membantu orang, tentang solidaritas, tentang spiritualitas, saat kami menunjukkan wajah Gereja dan setiap bagian masyarakat yang sedang membangun jembatan.”

Direktur Radio Vatikan itu juga mengingat banyak perubahan yang telah dirasakan stasiun itu dalam beberapa tahun terakhir. “Reformasi yang diinginkan oleh Paus,” kata Menichetti, “telah mengarahkan kita menuju dimensi baru di saat kami bukan lagi hanya radio, tetapi realitas terintegrasi yang masih berkembang.” Menurut Menichetti, personel Radio Vatikan yang berasal dari 69 negara “adalah alasan mengapa portal web Vatican News lahir, di mana bisa ditemukan artikel, video, foto, audio, dan media sosial.”

Perwakilan Hukum dari Radio Vatikan dan anggota Dewan Eksekutif European Broadcasting Union, Giacomo Ghisani, mencatat bahwa Radio Paus itu sering berinteraksi dengan penyiar lain. “Jaringan hubungan luas ini juga diungkapkan melalui kemitraan yang dimiliki Radio Vatikan dengan banyak stasiun radio lain, baik Katolik maupun non-Katolik, regional dan lokal, serta dengan situs web yang menyiarkan program bahasa dari Radio, sehingga memungkinkannya menjangkau tempat paling terpencil dengan efektivitas yang lebih besar,” katanya.

Radio Web dari Radio Vatikan akan memulai debutnya tanggal 12 Februari dalam bahasa Inggris, Italia, Prancis, Spanyol, Portugis, Jerman, dan Armenia, di situs web: https://www.vaticannews.va/en/epg.html Sepanjang tahun, sekitar 30 jadwal program langsung akan dibuat.

Radio Vatikan saat menyebar dalam 41 bahasa: Albania, Amharik, Arab, Armenia, Belarusia, Brasil, Bulgaria, Ceko, China, Kroasia, Inggris, Esperanto, Ewondo, Prancis, Jerman, Hindi, Hongaria, Italia, Kikongo, Kinyarwanda, Kirundi, Latin, Latvia, Lingala, Lituania, Malagasi, Malayalam, Polandia, Portugis, Rumania, Rusia, Slowakia, Slovenia, Somalia, Spanyol, Swahili, Tamil, Tigrinya, Tshiluba, Ukraina dan Vietnam.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Devin Watkins/Vatican News)

Santo Paus Yohanes Paulus II mengunjungi pusat transmisi di Santa Maria di Galleria
Santo Paus Yohanes Paulus II mengunjungi pusat transmisi di Santa Maria di Galleria
Kardinal Joseph Ratzinger yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI mengunjungi Radio Vatikan
Kardinal Joseph Ratzinger yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI mengunjungi Radio Vatikan
Suasana Radio Vatikan tahun 1940-an
Suasana Radio Vatikan tahun 1940-an
Santo Paus Paulus VI mengunjungi pusat transmisi di Santa Maria di Galleria
Santo Paus Paulus VI mengunjungi pusat transmisi di Santa Maria di Galleria

Tinggalkan Pesan