Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menunjungi Katedral Jakarta (Foto Kemenag)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menunjungi Katedral Jakarta (Foto Kemenag)

“Kunjungan silaturahim ini sudah lama saya rencanakan. Namun, karena padatnya kegiatan dan acara di Kemenag, sehingga baru sekarang bisa terwujud. Saya senang sekali bisa masuk ke sini. Sebelumnya saya hanya bisa melihat dari luar.”

Itu yang disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ketika berjumpa dengan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo dan berkunjung ke Katedral Jakarta seperti diberitakan dalam web kementerian agama 22 Januari. Pada hari itu, untuk pertama kalinya, sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo, menteri agama itu melakukan silaturahim bersama Uskup Agung Jakarta.

Menurut berita itu, pertemuan dua tokoh ini membicarakan masalah penguatan moderasi beragama. “Visi kebangsaan dan moderasi beragama menjadi prioritas kami,” kata Menag seperti dikutip media itu seraya menambahkan, dukungan dari umat Katolik Indonesia sangat dibutuhkan dalam upaya mengemban tugas di Kementerian Agama. Apalagi, Menag Yaqut berkomitmen untuk menjadikan Kemenag sebagai milik semua umat, jelasnya.

“Kami tengah membangun cita-cita peradaban manusia ke arah lebih baik dari masing-masing agama dan kami mohon bimbingannya,” kata menteri seraya berharap agar “tatanan ke depan hubungan antarumat beragama semoga bisa semakin baik.”

Dalam kesempatan itu, lanjut media itu, Kardinal Suharyo mengatakan, “Kami gembira saat Njenengan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Sebagai umat, kami mendoakan semoga pelayanan yang Bapak Menteri Agama dan jajaran diberkati Tuhan sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.”

Kardinal pun mengajak Menag Yaqut meninjau dan menjelaskan apa saja yang ada di Katedral Jakarta itu termasuk tulisan di dekat altar “Tahun Refleksi Keuskupan Agung Jakarta 2021, Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Menjadi Berkat” dan Ketua KWI itu juga menjelaskan tentang jumlah keuskupan di Indonesia dan keberadaan uskup-uskup di Indonesia.

“Banyak teman saya di Eropa ingin mengenal Islam di Indonesia, khususnya NU dan Muhammadiyah. Menurut mereka, Islam di Indonesia itu berbeda dengan sebagian negara di Timur Tengah,” kara Kardinal Suharyo seperti dikutip media Kemenag itu.(PEN@ Katolik/pcp)

Semua foto ini dari Kemenag

Menag 5

Menag 3Menag 4

2 KOMENTAR

  1. Dgn terpilihnya Mentri Agama yg baru, semoga umat beragama di Indonesia semakin saling menghagai, menghormati antara sesama , Allah selalu menyertai dan melindungi segala tugas dan kegiatan Pak Mentri Sukses sll Amin

Tinggalkan Pesan