Yesus menyembuhkan tangannya

Pernahkah Anda baca kisah dari Nick Newell, sang petarung (petinju) asal Amerika yang bertangan satu? Karena menderita cacat bawaan, Nick Newell yang dilahirkan tahun 1986 harus kehilangan sebagian besar lengan kirinya (tangan kirinya itu hanya sebatas siku). Orang yang mengalami hal ini biasanya akan menjadi putus asa dan tidak dapat berbuat banyak hal, namun tidak bagi Newell.

Terlepas dari keterbatasan fisiknya, Newell berhasil memanfaatkan apa yang masih dia miliki untuk menjadi pegulat ulung. Meski harus menghadapi banyak latihan dan ujian yang tidak mudah, akhirnya ia berhasil menjadi petarung MMA (Mixed Martial Arts) yang tak terkalahkan dengan rekor 8-0.

Di luar arena pertandingan, Newell sering membagikan kisahnya yang luar biasa untuk menginspirasi banyak orang. Sebagai seorang motivator, ia acapkali berkata, “Anda tidak bisa hanya duduk-duduk dan mengharapkan dunia memberikan segalanya kepada Anda. Terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan Anda. Bisa saja Anda terlahir dengan satu tangan, atau keluarga Anda tidak memiliki banyak uang, atau Anda harus bekerja keras untuk membeli sesuatu yang Anda inginkan atau untuk membayar uang sekolah. Mungkin segalanya tidak selalu adil, tetapi orang-orang yang mempunyai tekad yang kuat, dan mau bekerja keras untuk mencapainya, merekalah yang akan bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan di dunia ini.”

Sahabat terkasih, jika saat ini kita sering berkata kepada diri sendiri, “Saya tidak bisa,” kiranya kisah Nick Newell ini dapat mendorong kita untuk berkata, “Saya pasti bisa.” Dan, syukur pada Allah, karena sebagai seorang yang beriman kita pun yakin bahwa kita tidak akan dibiarkan berjuang seorang diri. Ada Tuhan yang akan senantiasa memampukan kita.

Hal ini sebagaimana yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini 20 Januari (Markus 3: 1-6). Pada saat itu, ketika Yesus masuk lagi ke rumah ibadat, ada seorang yang mati sebelah tangannya. Lalu Ia berkata kepada orang itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

Melalui mujizat ini Tuhan Yesus ingin menunjukkan apapun bentuk maupun kondisi tubuh kita, Tuhan pasti punya rencana yang terbaik bagi kita. Apabila kita sungguh mau percaya dan berusaha, kita pasti dapat mengunakan tubuh jasmani ini demi kemuliaan nama-Nya.

Kini, semuanya kembali kepada diri kita, apakah kita mau memiliki iman seperti orang yang mati sebelah tangannya yang mengulurkan tangan-Nya kepada Yesus. Ataukah, kita seperti orang-orang Farisi yang ‘mati’ hatinya, sehingga tidak dapat lagi tahu membedakan mana perbuatan yang baik atau jahat. Ini terjadi, karena hati orang-orang Farisi tersebut telah dipenuhi dengan iri hati, dengki, kemunafikan dan nafsu jahat.

Semoga, semua ini dapat menginspirasi hati dan pikiran kita semua supaya kita pun dapat senantiasa berpikir positif dan menjauhi pikiran atau perbuatan jahat. Seperti Nick Newell yang menjadi pegulat tangguh bertangan satu dan juga seperti orang yang mati sebelah tangannya yang disembuhkan oleh Yesus, maka hal yang luar biasa pasti akan terjadi pada diri kita, asal kita memiliki tekad atau kemauan yang kuat. Sebab, di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan.

Frater Agustinus Hermawan OP

Tinggalkan Pesan