Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan
Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan

Iman itu bukan urusan pribadi, tetapi sesuatu yang kita jalani bersama-sama. Ketika ada kegiatan di paroki atau di lingkungan pasti kita melakukannya bersama anggota umat yang lainnya. Tidak mungkin dalam Misa hanya ada imam sendiri tanpa dibantu koster dan umat lain. Atau, dalam ibadat lingkungan tidak mungkin hanya ada ketua lingkungan dan umat lingkungan tidak datang. Meski kini serba online, peranserta umat dalam kebersamaan juga penting. Kebersamaan dalam iman juga meneguhkan iman umat lain dalam menjalani hidup rohani.

Kisah Injil hari ini, Jumat, 15 Januari 2021 (Markus 2:1-12), sungguh memberikan contoh yang tepat. Ketika seorang teman sakit dan tidak mampu berjalan, ternyata ada teman-teman yang mendukung dan membantu. Sama dengan hidup iman kita, ketika kita mulai ragu, lemas dan tidak bersemangat, ada sahabat dan teman-teman yang terus hadir dan mendukung. Maka, hidup berkomunitas dalam menggereja juga menjadi salah satu sarana penting dalam membangun iman. Sebagai umat beriman, kita tidak merasa sendiri, ada orang lain yang hadir dan menemani kita dalam perjalanan iman kita.

Sahabat, ingat sapu lidi ketika hanya satu batang saja. Lidi tidak kuat dan gampang patah. Tetapi, kalau lidi-lidi digabungkan dan menjadi sapu lidi, maka ada kekuatan. Dalam hidup menggereja, jangan pernah merasa sendiri. Tengoklah ke kiri dan kanan. Dalam hidup berkomunitas, teman-teman selingkungan adalah orang-orang yang membantu dan menjadi perpanjangan tangan Tuhan kepada kita. Kehadiran mereka pun menjadi penolong di saat susah dan pelengkap di saat bahagia. Syukurilah komunitas dan lingkungan yang kita miliki, karena mereka juga anggota keluarga besar kita dalam Gereja. (FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan