Paus Fransiskus meletakkan abu di atas kepala mantan Master Ordo Dominikan Pastor Bruno Cadoré OP di Basilika Santa Sabina di Bukit Aventine, Roma, 14 Februari 2018.
Paus Fransiskus meletakkan abu di atas kepala mantan Master Ordo Dominikan Pastor Bruno Cadoré OP di Basilika Santa Sabina di Bukit Aventine, Roma, 14 Februari 2018.

Kongregasi Ibadah Ilahi mengeluarkan catatan yang menguraikan prosedur yang harus diikuti para imam di seluruh dunia untuk pembagian abu pada awal Prapaskah. Situasi kesehatan akibat Covid-19 terus memaksa perubahan dalam kehidupan sehari-hari, yang juga tercermin dalam lingkup Gereja. Menjelang awal Prapaskah, Rabu, 17 Februari, Kongregasi Ibadah Ilahi dan Tata Tertib Sakramen menerbitkan sebuah catatan yang merinci cara para imam Katolik membagikan abu. Setelah memberkati abu dan memercikkannya dengan air suci dalam keheningan, imam berbicara kepada umat yang hadir, dan membacakan rumusan dalam Missale Romanum, “Bertobatlah dan percayalah pada Injil” atau “Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu.” Kemudian, lanjut catatan itu, imam “membersihkan tangannya, memakai masker, dan membagikan abu kepada mereka yang datang kepadanya atau, jika perlu, dia pergi kepada mereka yang berdiri di tempat mereka.” Imam kemudian memercikkan abu di kepala setiap orang “tanpa mengatakan apa-apa.”(PEN@ Katolik/pcp/Vatican News)

4 KOMENTAR

  1. Artinya, Rabu Abu nanti, kita hanya menerima abu yg dipercikkan di atas kepala ?
    Tidak seperti biasanya, dioleskan di dahi dengan dibuatkan tanda salib sambil didoakan oleh imam atau prodiakon…

Leave a Reply to Andre Batal