Bantuan untuk KA Merauke
Foto bersama Perusahaan Tunas Sawa Erma dan Keuskupan Agung Merauke (PEN@ Katolik/gsk)

Sebuah perusahaan menyerahkan bantuan uang untuk pembangunan dan renovasi bangunan Seminari Pastor Bonus Merauke, Papua, dan Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC menanggapinya dengan mengatakan, “Tentu merupakan sukacita besar bagi kami Keuskupan Agung Merauke bahwa ada kerja sama dengan perusahaan. Saya paling suka ada kerja sama dalam hal melayani masyarakat.”

General Manager PT Tunas Sawa Erma, Jimmy Yonesendu, menyerahkan bantuan sebesar 800 juta rupiah, sebagai tahap pertama dari total bantuan senilai 2.400.000.000 rupiah, kepada Mgr Mandagi di Sekretariat Keuskupan Merauke, 5 Januari 2021. Bantuan itu akan diserahkan dalam tiga tahap.

Kerja sama ini, menurut Jimmy, sudah dibangun antara keuskupan dan pihak perusahaan itu, dan kali ini mengawali bantuan dalam bidang pendidikan untuk renovasi pembangunan seminari. “Kita serahkan tiap tahap 800 juta rupiah selama tiga tahun dan juga untuk dana operasional setiap hari. Per bulannya 20 juta rupiah,” kata Jimmy dalam sambutannya. Sebelumnya, dana operasional itu diserahkan setiap bulan dalam bentuk bahan makanan, dan kali ini diganti dalam bentuk uang agar pengaturan sesuai kebutuhan.

“Ini wujud tanggung jawab sosial perusahaan kami. Menjadi komitmen dari pimpinan kami untuk selalu kerja sama dengan semua pihak untuk pembangunan daerah,” lanjut Jimmy.

Penyerahan sumbangan itu diawali penandatanganan MoU sebagai kelanjutan dari kerja sama yang sudah dilakukan terdahulu. Perusahaan itu pernah menyerahkan bantuan ribuan masker ke Keuskupan Agung Merauke untuk dibagikan ke masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Mgr Mandagi, dalam konteks positif, Keuskupan Agung Merauke akan mendukung investasi perusahaan di wilayah Selatan Papua, tetapi tetap akan memberi kritik dan saran, terutama agar perusahaan mengedepankan dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Papua. “Boleh berkarya, boleh ambil, tetapi harus memperhatikan kelangsungan lingkungan yang ada di sini demi anak cucu kita nanti,” kata uskup berdarah Manado itu.

Mgr Mandagi berharap, perusahaan yang bergerak di bagian perkebunan kelapa sawit memanfaatkan lingkungan alam sekitar sesuai aturan yang ditetapkan oleh UU, karena perusahaan hadir di tengah masyarakat selain untuk mendapat keuntungan tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan berada.

“Nanti kita pertanggungjawabkan apa yang kita pakai,” kata Mgr Mandagi seraya berterima kasih atas bantuannya serta menegaskan bahwa Seminari Pastor Bonus Merauke adalah sekolah pembentukan calon imam dalam Gereja Katolik yang selanjutnya akan mengabdi masyarakat di Selatan Papua.

Keuskupan Agung Merauke, jelas prelatus itu, bukanlah keuskupan kaya sehingga sangat butuh bantuan donatur terutama perusahaan. Sebab, menurut Mgr Mandagi, “kemajuan satu wilayah membutuhkan investor, asalkan perusahaan tidak merusak lingkungan.”

PT Tunas Sawa Erma adalah perusahaan pertama yang memberikan bantuan. “Ini contoh bagi perusahaan lain yang ada di sini. Ini sukacita besar bagi kami Keuskupan Agung Merauke, bahwa ada kerja sama dengan perusahaan,” kata Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC.(PEN@ Katolik/Getrudis Saga Keo)

Pendandatanganan MoU antara PT Tunas Sawa Erma dan Keuskupan Agung Merauke.
Pendandatanganan MoU antara PT Tunas Sawa Erma dan Keuskupan Agung Merauke. (PEN@ Katolik/gsk)
Penyerahan bantuan uang pembanguan dan renovasi Seminari Pastor Bonus oleh Manager PT Tunas Sawa Erma, Jimmy Yonesendu, kepada Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC
Penyerahan bantuan uang pembanguan dan renovasi Seminari Pastor Bonus oleh Manager PT Tunas Sawa Erma, Jimmy Yonesendu, kepada Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC (PEN@ Katolik/gsk)

Tinggalkan Pesan