Uskup Pembantu Keuskupan Owerri, di Nigeria, Mgr Moses Chikwe
Uskup Pembantu Keuskupan Owerri, di Nigeria, Mgr Moses Chikwe

Pada Minggu malam, orang-orang bersenjata menculik Uskup Pembantu Keuskupan Owerri, di Nigeria, Mgr Moses Chikwe, dan sopirnya, yang namanya belum dirilis. Uskup Agung Owerri Mgr Victor Obinna mengkonfirmasi penculikan itu dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada Vatican News atas namanya oleh Kanselir Keuskupan Agung itu Mgr Alphonsus Oha.

“Dengan perasaan pedih, Yang Mulia Uskup Agung Owerri Mgr Anthony J.V. Obinna memberitahukan kepada umat beriman Kristus dan umat Allah pada umumnya bahwa Yang Mulia Moses Chikwe, Uskup Pembantu Owerri diculik hari Minggu malam, 27 Desember 2020. Insiden itu terjadi di sekitar Site and Services, New Owerri, Negara Bagian Imo,” demikian Mgr Oha.

Dalam wawancara dengan Vatican News, 29 Desember, Uskup Agung Obinna mengatakan bahwa dia menerima pesan-pesan solidaritas dan kepastian doa dari dalam keuskupan agung itu dan dari luar negeri oleh orang-orang yang kuatir bahwa hal seperti itu bisa terjadi pada seorang uskup. Mgr Obinna mengatakan penculikan itu merupakan tanda bahwa Gereja tidak terpisahkan dari penderitaan umat biasa.

Mgr Chikwe, 53, yang diangkat sebagai Uskup Pembantu Owerri, Oktober 2019, “diculik dua hari lalu saat sedang pulang dari sebuah kunjungan ke kediamannya, satu atau dua mil jauhnya dari kota Owerri, tempat dia tinggal. Memang, penculikan kini terjadi di berbagai bagian Nigeria. Bahwa hal itu terjadi pada Uskup Pembantu saya menunjukkan bahwa situasi keamanan di Nigeria sangat buruk. Perlindungan dan keamanan yang seharusnya dimiliki rakyat tidak terlalu efektif. Kami secara berkala meningkatkan kewaspadaan tentang ketidakamanam yang kami alami … Gereja tak jauh dari umatnya. Kami tidak terpisahkan dari penderitaan rakyat. Kami menganggapnya sebagai bagian dari kesaksian yang harus kami berikan,” kata Mgr Obinna kepada Vatican News.

Menurut media Nigeria, mobil dan jubah Mgr Chikwe ditinggalkan oleh para penjahat dekat Katedral Assumpta di Owerri. Kantor Berita Katolik Agenzia Fides melaporkan, polisi telah mengaktifkan dua tim khusus, Tim Intervensi Cepat dan Unit Anti Penculikan, untuk menemukan Uskup Chikwe dan menangkap para penculiknya.

Penculikan Mgr Owerri terjadi hanya seminggu setelah penculikan terhadap seorang imam Katolik lainnya di negara bagian yang sama, Pastor Valentine Oluchukwu Ezeagu, yang diculik 15 Desember oleh orang-orang bersenjata saat berada dalam perjalanan ke pemakaman ayahnya. Imam itu kemudian dibebaskan 16 Desember.

Dalam beberapa tahun terakhir, para imam dan suster Nigeria menjadi sasaran penculikan. Para penjahat menculik para suster dan imam religius dengan asumsi bahwa kongregasi-kongregasi atau keuskupan-keuskupan akan membayar tebusan untuk pembebasan salah satu dari mereka. Penculikan personel Gereja di Nigeria mengirimkan pesan mengerikan tentang keselamatan pribadi.

Bukan hanya personel Gereja yang menjadi sasaran penculikan. Sementara para politisi Nigeria, pengusaha dan wanita kaya serta diplomat asing mengamankan diri dengan keamanan yang lebih bersenjata dan jendela mobil yang digelapkan, personel Gereja dan orang Nigeria biasa tidak punya pilihan ini.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Paul Samasumo/Vatican News/Kota Vatikan)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan