Ilustrasi tewas (SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi tewas (SHUTTERSTOCK)

Menanggapi tindak kekerasan yang menghilangkan nyawa di Lewonu, Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan perasaan duka cita mendalam terhadap korban yang meninggal dan keluarganya serta seluruh jemaat yang ikut terdampak.

Selain mendoakan semoga saudara-saudari yang meninggal berbahagia abadi bersama Allah Bapa di surga dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh penghiburan kasih dari Allah, Ungkapan Dukacita dan Pernyataan Sikap KWI menulis bahwa KWI dan umat Katolik mengecam keras aksi tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa dan pembakaran Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan serta rumah warga.

“Tindakan penyerangan dan kekerasan tersebut sungguh-sungguh tidak beradab dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan universal,” tulis pernyataan yang ditandatangani oleh ketua KWI Ignatius Kardinal Suharyo, 30 November.

KWI mengapresiasi langkah cepat pimpinan dan jemaat Gereja Bala Keselamatan, aparat kepolisian serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah, untuk menangani peristiwa tersebut dan memberi perlindungan bagi warga.

Pernyataan itu juga “meminta pemerintah dan kepolisian menangkap pelakunya dan mengusut serta membasmi tuntas jaringan teroris yang ada di wilayah timur maupun di seluruh tanah air Indonesia” serta “mengajak seluruh lembaga keagamaan dan masyarakat di lokasi kejadian dan seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pemerintah.”

Pernyataan itu menulis, KWI dan umat Katolik berharap “peristiwa ini tidak merusak atau melemahkan hubungan antarumat beragama dan kepercayaan yang selama ini terus menerus kita bangun, kita rawat, dan kita kembangkan.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Pemuda Katolik dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia mengutuk tragedi Sigi

UNGKAPAN-DUKACITA-DAN-PERNYATAAN-SIKAP-KWI_page-0001-724x1024

Tinggalkan Pesan