Kardinal Tagle, Prefek Kongregasi Penginjilan Bangsa-Bangsa
Kardinal Tagle, Prefek Kongregasi Penginjilan Bangsa-Bangsa

Kardinal Luis Antonio Tagle mengkritik kecenderungan pemerintah menyembunyikan orang miskin pada acara-acara besar internasional. Tanpa menjelaskan secara spesifik, kardinal itu menyayangkan “orang miskin biasanya dikubur” agar tidak terlihat oleh pengunjung asing. “Ketika ada tamu-tamu internasional, satu hal yang dilakukan pemerintah adalah menyembunyikan orang miskin karena mereka penyebab rasa malu,” kata Kardinal Tagle, Prefek Kongregasi Penginjilan Bangsa-Bangsa, dalam homili Misa memperingati Hari Orang Miskin Sedunia ke-4 di Pontificio Collegio Filippino, Roma, 15 November 2020. Menurut kardinal, umat Kristiani dipanggil untuk mewartakan Yesus tanpa rasa takut, dan tanpa rasa malu. Dan kardinal itu memperingatkan, tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap orang miskin ini hanyalah salah satu cara di antara “banyak cara kita menguburkan Yesus.” Kardinal Tagle menegaskan, “Kalau kita menguburkan Yesus, harta kita, dan menguburkan iman kita, kita hanya selangkah dari menguburkan orang miskin dalam kelupaan, kelalaian.” Hari Orang Miskin Sedunia tahunan dilembagakan oleh Paus Fransiskus tahun 2016, di akhir Tahun Belaskasih. Dalam Misa di Vatikan, paus mengatakan, melayani orang yang membutuhkan adalah inti dari Injil. Dalam homili di Basilika Santo Petrus, Paus menekankan, keberpihakan kepada orang miskin “adalah kriteria kunci keaslian Kristen.” Paus menegaskan, “Jangan lupa: orang miskin berada di pusat Injil; Injil tidak bisa dipahami tanpa orang miskin.” Juga dikatakan, “Orang miskin menjamin pendapatan kekal bagi kita dan bahkan sekarang mereka membantu kita menjadi kaya dalam cinta. Karena, jenis kemiskinan terburuk yang perlu diberantas adalah kemiskinan cinta kita.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan CBCP News)

Tinggalkan Pesan