Vincent Tamba 4
Pastor Vincentius Tamba Pr, (Ist)

Tugas orang Katolik di mana pun berada adalah memperhatikan seminari. Pencapaian nilai-nilai kehidupan untuk mendengarkan panggilan Tuhan tidak terlepas dari peran orangtua. Mereka membawa arti kehidupan demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama dalam diri seminaris.

Perkataan itu pernah dikatakan Pastor Vincentius Tamba Pr, imam diosesan Keuskupan Pangkalpinang, kepada 40 orangtua seminaris dan pemerhati seminari yang diundang menyaksikan penyerahan seminaris dari orangtua kepada imam yang dikenal dengan panggilan Pastor Vincent, Rektor Seminari Menengah “Pastor Bonus” Keuskupan Agung Merauke.

Tiga tahun setelah kembali ke Pangkalpinang, imam itu menjadi Rektor Seminari Menengah Mario John Boen, Pangkalpinang. Namun, pembina, pendamping, dan guru para seminaris itu meninggal dunia, pada usia 56 tahun, tanggal 12 November 2020, pukul 18.35 WIB. Dia ditemukan tertidur di lantai kamarnya dengan posisi tengkurap.

Melihat situasi itu, menurut Pastor Martin da Silva Pr, Uskup Pangkalpinang Mgr Adrianus Sunarko OFM yang kebetulan datang ke seminari menelpon dokter, dan dokter memastikan Pastor Vincent sudah meninggal. Pintu kamar imam itu dibuka secara paksa 12 November menjelang sore karena sejak pagi 11 November Pastor Vincent mengatakan “Saya drop dan kurang sehat” dan tidak lagi keluar kamar untuk Misa, makan, mengajar Bahasa Latin, dan tidak menjawab ketukan pintu, panggilan dan pesan WA serta telepon.

Menurut informasi Komsos Keuskupan Pangkalipinang, sesudah Ibadat Arwah di Gereja Santa Bernadeth 13 November pukul 08.00 WIB dan Misa Requiem Gereja Santa Bernadeth 13 November pukul 18.00 WIB, jenazah Pastor Vincent akan dimakamkan Sabtu 14 November setelah Misa Requiem di gereja yang sama dimulai pukul 09.00 WIB.

Terkadang, kata Pastor Vincent dalam acara di Seminari “Pastor Bonus” Merauke, 22 Juli 2013 itu, “orangtua menangis saat mencari uang untuk anaknya termasuk seminaris. Mereka menangis, walaupun secara bijaksana sembunyi di hadapan anak-anak. Mereka berusaha mencari jalan terbaik agar anak-anak mereka bisa membanggakan.”

Pastor Vincent lahir di Sibabiat, Palipi, Sumatera Utara, 14 Maret 1964 dari pasangan Togiraja Tamba dan Bentiana br Sitohang. Awalnya imam itu adalah biarawan Kapusin yang ditahbiskan sebagai diakon OFMCap di Sinaksak, 22 Februari 1992, oleh Mgr Pius Datubara OFMCap dan tahbisan imam di Sinaksak, 19 September 1992, juga oleh Mgr Datubara. Nama lengkapnya saat jadi imam Kapusin adalah Pastor Urbans Tamba OFMCap.

Sesuai arsip Keuskupan Pangkalpinang, setelah mengikuti pendidikan di SMP dan SMA Seminari Pematang Siantar, dia masuk Novisiat OFMCap di Biara Urbanus (1983-1985) dan melanjutkan pendidikan di STFT Santo Yohanes Pematang Siantar (1985-1992).

Sebagai imam Kapusin, Pastor Vincent pernah berkarya di sebagai Pastor Rekan di Paroki Kabanjahe (1992-1993) dan staf Seminari Menengah Pematang Siantar (1993-1998). Setelah mengikuti kursus satu semester di Unika Widya Mandala, Madiun (1997-1998) dan meraih S2 di Universitas Santo Tomas Filipina (1998-2003), dia kembali ke Pematang Siantar menjadi Direktur Seminari Menengah (2003-2006).

Namun tahun 2007 Pastor Vincent keluar dari Ordo Kapusin dan melamar ke Keuskupan Pangkalpinang. Setelah mengikuti retret di biara Trapis Rawaseneng (Februari-Juli 2007), Pastor Vincent berinkarnasi ke Keuskupan Pangkalpinang (20 Agustus 2007).

Sebagai imam diosesan Pangkalpinang, Pastor Vincent pernah menjadi Staf Puri Sadhana Pangkalpinang (2007-2008), Direktur Puri Sadhana Kebun Sahang, Pangkalpinang (2008-2009) dan ditugaskan ke Keuskupan Agung Merauke sebagai Staf Seminari Menengah Merauke (2009-2014).

Kembali ke Pangkalpinang, Pastor Vincent menjadi  Pastor Paroki Bernadeth (2014-2016), Ekonom Seminari Menengah Mario John Boen (2016-2017) dan Direktur Seminari Menengah Mario John Boen (2017-2020).(PEN@ Katolik/paul c pati)

Vincent Tamba 3

Tinggalkan Pesan