Home KEGEREJAAN Mgr Mandagi terima tugas Uskup Agung Merauke meski sudah berumur, kaki sedikit...

Mgr Mandagi terima tugas Uskup Agung Merauke meski sudah berumur, kaki sedikit pincang

0
Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC (foto Kawali)
Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC (foto Kawali)

Il Santo Padre ha nominato Arcivescovo Metropolita dell’Arcidiocesi di Merauke (Indonesia), S.E. Mons. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., finora Vescovo della Diocesi di Amboina (Bapa Suci telah mengangkat Uskup Agung Metropolitan Keuskupan Agung Merauke (Indonesia), Yang Mulia Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, saat ini Uskup Keuskupan Amboina).

Pengumuman dengan nomor 01360-IT.01 itu muncul di website Sala Stampa (Kantor Pers) Tahta Suci 11 November 2020, pukul 12.00 waktu Roma atau pukul 18.00 WIB, dan dibacakan juga oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke (KAMe) Pastor Hendrikus Kariwop MSC dalam Misa di Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke, pada hari yang sama yang dimulai pukul 19.00 (WIT).

Dua jam kemudian Mgr Mandagi menulis refleksi pengangkatannya untuk PEN@ Katolik lewat pesan WA, “Walaupun sudah berumur dan kaki sedikit pincang, dengan ikhlas saya menerima pengangkatan saya sebagai Uskup Agung Merauke,” karena “Saya yakin Tuhan akan menolong saya dalam menjalankan tugas yang tidak gampang ini.”

Untuk pengangkatan itu, Mgr Mandagi, yang terus membawa pegangannya “Fortiter in re sed suaviter in modo” (tegas dalam prinsip tetapi lembut dalam cara), mengatakan bahwa dia senantiasa berdoa “supaya saya menjadi Uskup yang rendah hati dan sederhana.”

Mgr Mandagi yang lahir di Kamangta, Sulawesi Utara, 27 April 1949, ditahbiskan imam 18 Desember 1975 dan dipilih menjadi uskup 10 Juni 1994 dan ditahbiskan sebagai Uskup Amboina 18 September 1994 dengan moto Nil Nisi Christum (Tidak ada apa pun selain Kristus, Gal 2:20).

Karena  Bapa Suci menerima pengunduran diri dari pelayanan pastoral KAMe Indonesia, yang disampaikan oleh Uskup Agung Nicolaus Adi Seputra MSC, dan kemudian secara resmi memberhentikan Mgr Adi Seputra MSC sebagai Uskup Agung Merauke, maka Tahta Uskup Agung Merauke mengalami kekosongan (Sede Vacante).

Dan, sesuai pengumuman Kantor Pers Tahta Suci, 28 Maret 2020, Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC yang selama itu bertindak juga sebagai Administrator Apostolik Sede Plena KAMe, sesuai Surat Vatikan nomor 1694/2020 tertanggal 28 Maret 2020, menjadi Administrator Apostolik Sede Vacante KAMe dengan kewenangan penuh untuk menggembalakan umat KAMe.

Sede Plena artinya uskup setempat masih berwewenang, tapi karena yang bersangkutan meninggalkan keuskupan untuk jangka waktu lama maka perlu ada Administrator Apostolik yang membantu keuskupan itu, sedangkan Sede Vacante berarti (Tahta Lowong).

KAMe dimulai dengan Vikariat Apostolik Merauke 24 Juni 1950 setelah memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Amboina. Vikariat itu menjadi Keuskupan Agung Merauke, 15 November 1966.

Dengan pengangkatan Bapa Suci 11 November 2020, Mgr Mandagi menjadi Uskup Agung keempat KAMe. Keuskupan agung itu pertama dipimpin Mgr Herman Tillemans MSC (15 November 1966-1972, mengundurkan diri), kemudian Mgr Jacobus Duivenvoorde MSC (26 Juni 1972-7 April 2004, pensiun), dan Mgr Nicolaus Adi Seputra MSC (7 April 2004-28 Maret 2020, mengundurkan diri).(PEN@ Katolik/paul c pati)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Personalisasi Berbasis AI Mulai Membentuk Pengalaman Interaktif dalam Gates of Olympus Pragmatic PlayMahjong Ways PG Soft Memadukan Identitas Budaya Asia dengan Sistem Visual ModernSweet Bonanza CandyLand Membawa Tema Permen ke Format Live Casino yang InteraktifData Permainan Sweet Bonanza Lebih Berguna untuk Memahami Variasi daripada Menebak HasilPopularitas Sugar Rush Memperkuat Posisi Pragmatic Play dalam Pertumbuhan Industri Game DigitalMahjong Ways 2 Menunjukkan Daya Tarik Tema Asia dalam Persaingan Game MobileLive Blackjack Menjadi Bagian Penting dari Perluasan Permainan Meja Digital PlaytechBook of Tut Mempertahankan Pesona Mesir Kuno melalui Nuansa Petualangan ArkeologiGanesha Fortune Membawa Mitologi India ke Tengah Pertumbuhan Pasar Game AsiaAztec Gems Mengandalkan Format Ringkas untuk Menyesuaikan Kebiasaan Pengguna PonselPower of Thor Megaways Tampil Brutal, Pertarungan Mitologi Nordik Jadi Kekuatan Visual UtamanyaFishing God dan Ocean King Bawa Arena Laut ke Format Arcade yang Ramai dan KompetitifJungle Treasure Ajak Pemain Masuk Hutan Digital dengan Tantangan yang Terus BerkembangGates of Olympus Terlihat Penuh Kejutan, tetapi Probabilitas Menjelaskan Mengapa Setiap Spin Tetap AcakMahjong Ways Bukan Soal Membaca Pola, RNG dan Batas Anggaran Justru Lebih Penting DipahamiSweet Bonanza Punya RTP dan Volatilitas Berbeda, Ini Alasan Pengalaman Setiap Sesi Bisa BerubahFortune Rabbit Punya Ritme yang Menarik Diamati, tetapi Pengelolaan Sesi Tetap Lebih Penting daripada InstingStarlight Princess Bisa Terasa Cepat, Mengatur Durasi Sesi Membantu Pemain Tetap Mengendalikan KeputusanSugar Rush Punya Ritme Spin yang Dinamis, Manajemen Sesi Jadi Bagian yang Sering TerlewatMahjong Ways 2 Terasa Berubah dari Sesi ke Sesi, tetapi Ritme Bukan Penentu Hasil BerikutnyaGates of Olympus Memiliki Tempo Cepat, Pola Taruhan Tetap Perlu Dibatasi agar Risiko Tidak MembesarFortune Dragon Punya Tempo Spin yang Cepat, Pembagian Anggaran Membantu Menjaga Durasi BermainSweet Bonanza Sering Terlihat Berpola, tetapi Ritme Visual Belum Tentu Mencerminkan ProbabilitasStarlight Princess Makin Ramai Dianalisis, Ritme Game dan Manajemen Modal Jadi Dua Hal yang Perlu DipisahkanPemain Mahjong Ways Mulai Mengatur Tempo Sesi, Bukan Lagi Sekadar Mengejar Pola PutaranFortune Tiger Terlihat Berbeda di Setiap Sesi, Ritme Harian Tidak Otomatis Membentuk Pola MenangWays of the Qilin Makin Dikenal Global saat Tren Mobile Gaming Asia Terus MenguatLive Baccarat dan Dragon Tiger Terlihat Sederhana, tetapi Literasi Risiko Tetap Penting sebelum BermainManual atau Turbo Spin di Gates of Olympus, Mana yang Sebenarnya Berubah dalam Pengalaman BermainPaytable Starlight Princess Sering Diabaikan, Padahal Informasinya Lebih Berguna daripada Mengejar PolaEvolution Memperluas Portofolio melalui Crazy Time dan Lightning Baccarat yang Berbeda KarakterBig Bass Bonanza Bertahan Berkat Tema Sederhana di Tengah Pergeseran Selera PemainBaccarat Control Squeeze Mengembangkan Pengalaman Buka Kartu dalam Format Live ModernMega Ball Membawa Konsep Bingo ke Pengalaman Live Casino yang Lebih InteraktifWild Bounty Showdown Menghidupkan Tema Barat melalui Visual Duel Koboi DinamisBlackjack Terlihat Sederhana, tetapi Matematika Peluang Membuat Setiap Keputusan Punya Risiko BerbedaLive RTP Gates of Olympus Ramai Diamati, tetapi Tempo Spin Tidak Menentukan Hasil BerikutnyaMahjong Ways 2 Makin Sering Dianalisis lewat Statistik Durasi Sesi dan Batas PengeluaranLightning Roulette Bawa Nuansa Futuristis yang Membuat Game Meja Digital Terasa BerbedaBig Bass Bonanza Mulai Dikaitkan dengan Tren Sesi Santai saat Kebiasaan Pemain Ikut BerubahRitme Mahjong Wins 2 Ramai Dibahas Komunitas, tetapi Data Harian Tetap Perlu Dibaca Hati HatiStarlight Princess dan Gates of Olympus Tetap Mencuri Perhatian saat Tema Mitologi Menguat pada 2026RTP Fortune Tiger Kembali Jadi Sorotan, Angka Real Time Belum Tentu Menceritakan Seluruh PermainanStarlight Princess Mulai Dikaji lewat Data Sesi, tetapi Strategi Tetap Tidak Bisa Mengendalikan RandomnessSweet Bonanza Ramai Lagi, Klaim Pola Gacor Kini Mulai Dibandingkan dengan Data RTP dan ProbabilitasManual atau Turbo di Sugar Rush, Monitoring RTP Tidak Mengubah Peluang Dasar Setiap PutaranQRIS Makin Populer di Platform Digital, Kecepatan Transaksi Tetap Perlu Diimbangi Verifikasi KeamananStudi Perilaku Game Online Mengungkap Mengapa Ritme Sesi Bisa Memengaruhi Cara Pemain Mengambil KeputusanAnggaran Terbatas Justru Membuat Batas Durasi dan Pengeluaran Semakin Penting untuk DijagaBermain Terstruktur Bukan Soal Menang, tetapi Cara Menjaga Durasi Risiko dan Keputusan Tetap TerkendaliQRIS Mengubah Cara Transaksi Digital Berjalan, Platform Hiburan Ikut Menyesuaikan Sistem PembayaranRTP Naik Turun Bisa Mengubah Persepsi Pemain, tetapi Data Harian Belum Tentu Menunjukkan TrenRitme Permainan Terlihat Meyakinkan, Data Sesi Menjelaskan Mengapa Pola Belum Tentu BerulangPemain Berpengalaman Mulai Menekankan Kontrol Diri daripada Terus Mengejar Momentum PermainanPendekatan Terstruktur Membantu Mengelola Risiko Sesi tanpa Mengubah Ketidakpastian Hasil PermainanQueen of Bounty Memanfaatkan Tema Kerajaan Fantasi untuk Membangun Identitas VisualFootball Studio Menggabungkan Format Kartu Sederhana dengan Nuansa Siaran OlahragaBig Bass Bonanza Menghadirkan Tema Memancing Santai dalam Lanskap Game DigitalBuffalo King Mengandalkan Lanskap Alam Liar untuk Memperkuat Identitas Visual PermainanGreat Rhino Megaways Memadukan Tema Safari dengan Susunan Reel yang Terus Berubah
Exit mobile version