ART
Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna

Banyak orang memiliki Asisten Rumah Tangga (ART) yang membantu pekerjaan sehari-hari di rumah. Ada juga yang memiliki ART yang ‘setia’ bekerja untuk keluarga. Dan, kalau dipikir-pikir, sebenarnya ART adalah orang yang menolong serta meringankan pekerja di rumah, maka kita sungguh terbantu. Pasti ada juga yang mengalami, kalau tidak ada ART akan susah bahkan sulit mengerjakan pekerjaan di rumah. Maka sebenarnya kita diajak mensyukuri dan mengapresiasi keberadaan mereka di antara kita.

Bacaan Injil, 10 November, Peringatan Santo Leo Agung (Lukas 17:7-10) mengingatkan kita untuk mengapresiasi orang-orang yang bekerja bersama kita. Terkadang hubungan pekerja dan majikan sebatas hubungan kerja, karena majikan membutuhkan orang untuk bekerja, dan para pekerja bekerja hanya untuk mendapatkan upah. Hari ini kita diajak melihat lebih luas. Pekerja dan majikan bukan saja sebatas hubungan kerja tetapi ada relasi saling menghargai dan mensyukuri. Orang yang kita pekerjakan adalah sesama yang harus kita perlakukan dengan baik. Yesus mengingatkan agar kita juga mampu berterima kasih pada mereka yang bekerja untuk kita. Setiap dokumen Gereja tentang Ajaran Sosial Gereja selalu menekankan bahwa harus dibangun relasi yang baik antara pekerja dengan majikan. Majikan menghargai pekerja sebagai sesama manusia. Pekerja bukan robot yang tidak punya perasaan. Kita disadari bahwa manusia harus memperlakukan sesama dengan baik.

Sahabat terkasih, kita diajak untuk mensyukuri dan mengapresiasi siapa saja yang membantu kita dalam pekerjaan kita sehari-hari. Memiliki relasi yang baik berarti hubungan tidak sebatas pekerjaan, tetapi membangun hubungan kekeluargaan yang saling menghargai dan saling memperhatikan. (FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan