Basilika Yohanes Lateran
Basilika Yohanes Lateran

Suatu hari setan berkata kepada Tuhan, “Lihat, kini banyak gereja yang menjadi kosong dan ditutup karena pandemi Covid-19. Ke manakah semua umat-Mu yang katanya beriman itu?!”
Lalu, Tuhan berkata, “Gereja boleh menjadi kosong dan ditutup, tetapi kini mereka setia kepada-Ku telah menjadikan rumah mereka sebagai Gereja-Gereja kecil yang tersebar di mana-mana.”
“Bagaimana bisa?!” tanya si setan keheranan.
Tuhan tersenyum, lalu menjawab, “Lihatlah, kini banyak keluarga berdoa dan merayakan Misa secara online di rumah mereka. Sebab, di dalam hati merekalah Aku hadir dan rumah mereka pun menjadi Gereja-Ku yang baru.”

Sahabat terkasih, melalui ilustrasi singkat ini kita kembali diingatkan untuk senantiasa menjadikan rumah kita sebagai rumah doa. Terlebih, karena tubuh kita ini juga merupakan Bait Allah tempat Roh Allah bersemayam, sebagaimana yang ditegaskan Rasul Paulus dalam bacaan kedua (1 Kor 3: 9b-11, 16-17), “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”

Oleh sebab itu, syukur kepada Allah karena hari ini Gereja kembali memperingati Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran yang didirikan oleh Kaisar Konstantinopel di abad ke-4. Peringatan yang mulai diperkenalkan sejak abad ke-12 di Roma ini, berkembang ke seluruh Gereja Latin. Peringatan ini merupakan devosi dan tanda persatuan dengan Tahta Suci Santo Petrus sebagai sang kepala Gereja Universal.

Dengan kata lain, peringatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh umat beriman untuk semakin menghormati dan setia kepada Gereja. Dalam hal ini Gereja bukan hanya berupa bangunan fisik saja, tetapi bangunan iman Gereja. Itulah sebabnya, dalam bacaan Injil hari ini (Yohanes 2: 13-22) Tuhan Yesus bersabda, “Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan. Dan, rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Yang dimaksudkan dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Semoga, semua ini menginspirasi agar kita dapat semakin menghargai dan menjaga tubuh jasmani dan rohani kita dari segala sesuatu yang bukan berasal dari Allah. Sebab, ada ungkapan ‘di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.’ Maka, dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat, harapannya kita pun dapat senantiasa memuji dan memuliakan nama Allah di dalam setiap doa maupun perbuatan kita sehari-hari.

Frater Agustinus Hermawan OP

Tinggalkan Pesan