Petresmian Politeknik Christo Re (PEN@ Katolik/jf)
Peresmian Politeknik Christo Re (PEN@ Katolik/jf)

Politeknik Cristo Re (PCR) Maumere yang digagas Uskup Emeritus Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD tahun 2011 setelah berdiskusi dengan Pastor Bambang Triatmoko SJ dari Politeknik ATMI Surakarta akhirnya diresmikan 16 Oktober dengan Misa dipimpin Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu Pr, didampingi Ketua Yayasan Christo Re Pastor Felix Dari Pr, Pengurus Yayasan Pastor Fidel Dua Pr, dan Direktur Politeknik Pastor Richardus Muga Pr. Mgr Edwal berpesan agar semua Civitas Akademika PCR semangat berkarya membangun dan mengembangkan PCR seturut kehendak Yesus. “Mudah-mudahan ketiga prodi PCR mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Flores, Kabupaten Sikka, dan Gereja Keuskupan Maumere,” harap Mgr Edwal. Pastor Muga menjelaskan, kuliah perdana 2020/2021 dengan 32 mahasiswa telah dimulai 7 September dengan prodi, Teknologi Mesin, Teknik Pemeliharaan Otomotif, dan Ekowisata. Hadir pada peresmian antara lain Mgr Kherubim dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Motivasi dasar Mgr Kherubim membentuk PCR adalah “menghasilkan insan-insan muda berkualitas dari Gereja lokal Flores yang mampu memaksimalkan sumber daya alam Flores.” Dengan bantuan Politeknik ATMI, pendidikan tinggi kejuruan dimulai di Keuskupan Maumere tahun 2014 dengan skema PDD (Pendidikan Diluar Domisili) ATMI Surakarta. Perkuliahan mengacu pada Regulasi Politeknik ATMI Surakarta sampai 2020, ketika Yayasan Cristo Re, payung hukum institusi ini, mendapat Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Pendirian Cristo Re dengan nomor 590/M/2020. Seiring terbitnya SK Mendikbud Juli 2020 berakhir pula program PDD dari Politeknik ATMI di Kampus Cristo Re.(PEN@ Katolik/Yuven Fernandez)

Misa Peresmian Politeknik Christo Re Maumere (PEN@ Katolik/jf)
Misa Peresmian Politeknik Christo Re Maumere (PEN@ Katolik/jf)

Tinggalkan Pesan