Upacara Pembukaan Hari Orang Muda Sedunia, 24 Januari 2019. VATICAN MEDIA
Upacara Pembukaan Hari Orang Muda Sedunia, 24 Januari 2019. VATICAN MEDIA

Presentasi ensiklik ketiga Paus Fransiskus “Fratelli tutti” kepada para wartawan dan tamu lain yang dilakukan 4 Oktober, tak lama sebelum ensiklik itu dirilis, menyoroti keterlibatan Komite Tinggi Persaudaraan Manusia dan rencana-rencananya untuk mempromosikan dokumen itu.

Komite Tinggi Persaudaraan Manusia berasal dari Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab. Mereka mulai berkolaborasi dengan Vatikan setelah Paus Fransiskus menandatangani deklarasi bersama tentang persaudaraan manusia dengan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed el-Tayeb, Februari 2019. Fokus kelompok itu berasal dari deklarasi itu.

Yang berbicara dalam presentasi itu adalah Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Kardinal Miguel Ángel Ayuso Guixot. Pembicara lain adalah pendiri Komunitas Sant’Egidio Andrea Riccardi, guru pada Catholic Social Thought at Pratice di Universitas Durham, Inggris Raya, Anna Rowlands, dan sekretaris jenderal Komite Tinggi Persaudaraan Manusia Mohamed Mahmoud Abdel Salam.

“Fratelli tutti,” adalah sumber inspirasi yang hebat, kata Salam, seraya menambahkan bahwa dia dan rekan-rekannya di Komite Tinggi itu “berjanji bahwa kami akan terus dengan setia berupaya membuat [‘Fratelli tutti ’] menjadi kenyataan bagi semua. Kami akan melakukannya melalui inisiatif konkret dan ambisius dari komite.”

Salam mengumumkan bahwa di antara prakarsa yang diselenggarakan ada forum yang terdiri dari 100 orang muda dari seluruh dunia, yang akan berpartisipasi dalam hari-hari studi di Vatikan, di Abu Dhabi, dan di Mesir, di universitas yang terkait dengan el-Tayeb.

Salam, seorang Muslim, dan mantan penasihat imam agung itu, mengatakan dia “dengan banyak cinta dan antusiasme – setuju dengan paus, dan saya membagikan setiap kata yang telah dia tulis dalam ensiklik itu.”

Salam mencatat, Komite Tinggi juga sedang bekerja bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sant’Egidio, dan tanggal 21 Oktober akan mengumumkan “sebuah proyek besar bersama paus … yang bertujuan untuk mempromosikan prinsip-prinsip kami.”

Peserta lain dalam presentasi itu menekankan kualitas universal dari “Fratelli tutti”. Ayuso menyebut ensiklik itu “hadiah berharga yang diberikan Bapa Suci tidak hanya kepada kita umat Katolik, tetapi juga untuk seluruh umat manusia.”

“’Fratelli tutti’ membuat kita semua terlibat,” kata Kardinal Michael Czerny, kepala bidang Migran dan Pengungsi Vatikan, kepada CNA setelah presentasi itu.

Ditanya tentang visi ensiklik itu untuk dunia global, dan bagaimana orang bisa pertahankan identitas dan keyakinan individu mereka, Kardinal Czerny mengatakan “itulah pertanyaan-pertanyaan yang ensiklik itu ingin setiap orang, setiap paroki, setiap keluarga, setiap komunitas, setiap sekolah, setiap bisnis tanyakan.”

“Tidak ada satu jawaban, itu intinya,” lanjut kardinal itu. “Judulnya adalah program. Jadi, apa artinya, apa jarak antara di mana dan bagaimana saya saat ini dan ‘Fratelli tutti’? Itulah programnya.”

Kardinal Ayuso berbicara tentang perlunya “identitas fleksibel” yang bisa menghadapi “beberapa perubahan dalam masyarakat, politik, dan di tingkat dunia untuk melampaui bias dan intoleransi.”

Rowlands mencatat, ensiklik itu bukan hanya dokumen yang ditulis di sebuah ruangan di Vatikan untuk kemudian “mencoba diterapkan di dunia”.

Orang-orang yang mendekati “Fratelli tutti” harus mulai dengan “refleksi” dan “meditasi yang dalam,” katanya, serta menunjukkan bahwa dalam ensiklik itu Paus Fransiskus memperingatkan orang-orang terhadap bentuk-bentuk tertutup populisme.

“Pesan yang Paus Fransiskus ingin kita dengar saat ini adalah bahwa kita dijadikan manusia sepenuhnya dengan apa yang membuat kita melampaui diri sendiri,” kata wanita itu. “Yang membuat ini mungkin adalah cinta ilahi, terbuka untuk semua, yakni kelahiran, ikatan, jembatan dan pembaruan tanpa akhir.”

“Cinta ini tidak bisa dihapus atau dibuang, dan itulah dasar panggilan Paus Fransiskus kepada kita dengan kata-kata perhatian penuh kasih dari Santo Fransiskus: ‘Fratelli tutti’ …” kata Rowlands.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Hannah Brockhaus/Catholic News Agency)

 

 

Tinggalkan Pesan