Ambawang 2

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang, Desa Lingga, di Jalan Trans Kalimantan Barat, 29 September. Umat yang hadir terbatas dan mematuhi protokol kesehatan. Melihat situasi itu, Mgr Agus mengatakan, “terlihat tidak meriah, karena orang tidak banyak, tetapi bagi saya kemeriahan bukan tergantung pada banyaknya orang melainkan maknanya.” Sebelumnya, Mgr Agus berpesan agar tidak banyak orang terlibat. “Mohon maaf, penghentian penyebaran Covid-19 harus jadi prioritas utama, sehingga acara keagamaan pun dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan,” tegas uskup. Ketua panitia pembangunan Sunardy Asai menjelaskan, hal pertama yang dilakukan adalah menggalang dana dari umat. “Langkah pertama adalah mengumpulkan dana sesuai kemampuan umat di Stasi Fransiskus Assisi dan wilayah umum Paroki Sungai Ambawang,” kata Asai. Target pembangunan, jelasnya, kurang lebih satu tahun. Ia berharap dalam proses pembangunan ini, seluruh umat berpartisipasi baik dalam penggalangan dana, pikiran dan tenaga. Gereja itu dibangun di atas tanah seluas 21 X 32 meter persegi dan tanah gambut. Maka, prioritas pertama membangun fondasi kuat untuk menghindari keretakan dan perubahan struktur. Kepala Paroki Sungai Ambawang Pastor Lukas Ahon CP mengaku persiapan dilakukan sejak awal Agustus. “Setelah peletakan batu pertama, akan mulai pengecoran dasar. Menurut panitia, Paskah tahun depan bisa digunakan,” kata imam itu. Yakin gereja itu milik umat, bukan milik keuskupan atau paroki semata, Pastor Ahon berharap banyak keterlibatan umat. “Karena gereja ini milik umat, umat bertanggung jawab sebesar apapun,” tegasnya.(PEN@ Katolik/samuel)

Tinggalkan Pesan