Pausn Lonceng

Paus Fransiskus memberkati lonceng besar yang diharapkan umat Katolik Polandia akan berbunyi untuk menjaga kehidupan yang belum lahir. “Semoga dentangan lonceng ini membangkitkan hati nurani para legislator dan semua orang berkehendak baik di Polandia dan seluruh dunia,” kata Paus Fransiskus saat pemberkatan itu, 23 September.

Lonceng Suara Orang yang Belum Lahir, yang dipesan oleh yayasan Yes to Life, adalah lonceng simbolis yang akan digunakan dalam March for Life (Pawai untuk Kehidupan) Polandia dan acara pro-kehidupan lainnya. Lonceng itu dihiasi gambar ultrasonik dari bayi yang belum lahir dan kutipan dari Beata Jerzy Popiełuszko: “Kehidupan seorang anak dimulai dalam hati ibunya.”

Selain itu, lonceng itu memiliki dua loh yang melambangkan Sepuluh Perintah Allah. Yang pertama adalah kata-kata Yesus, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat” (Matius 5:17), dan yang kedua adalah perintah, “Jangan membunuh” (Keluaran 20:13).

Paus Fransiskus adalah orang pertama yang membunyikan lonceng simbolis itu setelah memberkatinya di sebuah halaman di Kota Vatikan setelah audiensi umum. Menurut Paus, lonceng itu akan “menemani peristiwa-peristiwa yang bertujuan mengingat nilai kehidupan manusia dari pembuahan hingga kematian alamiah.”

Lonceng itu beratnya lebih dari 2.000 pon dan diameternya hampir empat kaki. Menurut media Polandia, lonceng itu dicetak dari perunggu tanggal 26 Agustus di tempat pembuatan lonceng Jan Felczyński di kota tenggara Przemyśl disaksikan para pemimpin sipil dan Katolik.

Setelah kembali dari Roma ke Polandia, lonceng itu akan dipasang di Paroki Segala Orang Kudus di Kolbuszowa, tetapi akan segera diangkut lagi untuk digunakan dalam March for Life Polandia, yang rencananya akan diadakan bulan Oktober di Warsawa.

“Lonceng ini dimaksudkan untuk menggerakkan hati nurani. Ide pencetakannya lahir awal tahun ini, ketika saya membaca informasi bahwa 42 juta anak di dunia terbunuh setiap tahun akibat aborsi,” kata Bogdan Romaniuk, wakil presiden Yes to Life Polandia kepada mingguan Katolik Polandia, Niedziela.

Di Polandia, undang-undang mengizinkan aborsi hanya dalam kasus pemerkosaan, inses, ancaman terhadap nyawa ibu, atau kelainan janin. Sekitar 700 hingga 1.800 aborsi legal terjadi setiap tahun.

Dr Bogdan Chazan, presiden yayasan itu mengatakan, dia berharap suara lonceng itu akan menjadi “panggilan berdoa” guna melindungi anak-anak yang belum lahir.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Courtney Mares/Catholic News Agency)

Tinggalkan Pesan