lucas

Dalam hidup ini kita sering dan suka mengomentari hal-hal yang menurut kita kurang tepat di mata kita. Tidak jarang kita dengan cepat melihat kesalahan dan kekurangan orang lain. Ketika melihat itu, biasanya kita buru-buru ingin membetulkan atau merapikan hal tersebut karena kita merasa tahu dan mengerti apa yang benar dan tepat. Rasa-rasanya tindakan itu tidak salah dan sudah tepat menurut kita. Kita merasa dengan apa yang kita lakukan maka hal yang kurang tepat akan menjadi lebih baik. Di satu sisi kita pun diajak melihat diri sendiri sebelum melakukan hal-hal itu. Ada baiknya kita mengintrospeksi diri sendiri sehingga sungguh tahu apa yang kita lakukan. Jangan-jangan kita juga melakukan hal yang salah.

Hari ini, Jumat, 11 September 2020, Yesus dalam Luk. 6:39-42, mau menunjukan agar kita juga melihat diri sendiri, menelaah diri sebelum mengoreksi orang lain. Ya, tidak salah melakukan koreksi. Tetapi, menjadi kurang tepat kalau ternyata kita juga melakukan kesalahan yang sama atau lebih saat mengoreksi orang lain. Yesus memperlihatkan, kalau memang kita sungguh benar-benar tulus, pertama yang harus kita lakukan adalah melihat pada diri sendiri, melakukan introspeksi diri, merenung dan melihat kekurangan dan kelemahan diri sendiri sehingga tidak terburu-buru menegur atau mengoreksi orang lain. Tuhan mau kita melihat lebih jelas diri sendiri. Maka benar apa yang diajarkan oleh Santo Ignatius dari Loyola tentang examen, untuk mensyukuri rahmat Tuhan dan mohon ampun atas kekurangan kita selama satu hari ini.

Sahabat mari belajar tenang, melihat ke dalam diri masing-masing sebelum memberikan komentar, jangan sampai apa yang kita komentari malah berbalik kepada diri sendiri. Nang-Ning-Nung, tenang, hening dan merenungkan hari-hari dan perbuatan kita agar sungguh berkenan di hadapan Allah dan sesama. Semoga semakin hari kita sungguh semakin sadar akan apa yang kita ucapkan dan lalukan sungguh selaras dengan kehendak Tuhan.

FRAY. EL. OP

Tinggalkan Pesan