Santo Agustinus dirayakan Jumat 28 Agustus ini oleh Gereja Katolik. (© Renáta Sedmáková - stock.adobe.com)
Santo Agustinus dirayakan Jumat 28 Agustus ini oleh Gereja Katolik. (© Renáta Sedmáková – stock.adobe.com)

Tidak ada kata terlambat kalau kita mau bertobat. Tidak ada kata ‘ya sudalah’ kalau kita mau berusaha. Kemarin kita merayakan peringatan Santa Monika, ibu yang tidak pernah putus asa dan terus berdoa demi keluarganya. Tanggal 28 Agustus, kita merayakan pesta Santo Agustinus, hasil doa dan usaha dari Santa Monika. Awalnya Agustinus dikenal sebagai seorang yang sangat jauh dari Tuhan, bahkan ia mempertanyakan kebaikan Tuhan. Akhirnya, ketika Tuhan menyentuh hati dan hidupnya, semua berubah sangat drastis. Perubahan ini membawa pertobatan serta kedekatan sangat intim antara Tuhan dan dirinya. Agustinus menjadi contoh bagi kita, yang kadang merasa jauh dari Tuhan dan berdosa, yang merasa Tuhan mungkin lupa pada diri kita. Tetapi, kisah hidup Agustinus menunjukkan bahwa rencana kasih Tuhan sungguh indah dan tidak ada habis-habisnya. Ketika ia bertobat dan berbalik kepada Tuhan tidak cukup hanya menjadi orang biasa, Tuhan menyiapkan dirinya menjadi imam, bahkan uskup, bahkan pujangga Gereja. Karya-karya Agustinus sangat dikenal hingga saat ini. Ketika mau membuka diri akan rahmat Allah, semua akan berjalan sesuai yang Tuhan Allah sendiri kehendaki. Para Dominikan, yang hidup berdasarkan aturan Santo Agustinus, melihat yang ia tulis dan terapkan dalam hidup biarawan adalah aturan yang sangat manusia. Ia tahu, sebagai manusia, yang menjadi kesulitan harus dihadapi. Aturan Santo Agustinus juga membantu kami untuk semakin sadar bahwa rahmat dan kasih Allah selalu hadir dan dapat dicapai bersama-sama anggota komunitas. Doa, belajar dan kebersamaan dalam komunitas adalah jalan-jalan untuk menjadi semakin dekat dengan Allah melalui sesama. Semoga semangat Santo Agustinus menjiwai kita sehingga kita mampu menjadi dekat dengan Allah dan tidak pernah merasa putus asa. (FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan