Suster Andrea (1)

Siapa yang tidak bahagia kalau dicintai? Kita semua pasti senang kalau ada orang lain mencintai kita. Rasa mencintai dan dicintai membuat kita sadar bahwa hidup kita tidak sendirian. Kita hidup bersama orang lain, maka sangat wajar ada rasa cinta dan mencintai, rasa kasih yang kita terima dan berikan. Tapi yang sangat penting adalah, kita harus bisa dan mampu mencintai diri sendiri terlebih dahulu barulah sungguh menyadari dan memahami makna cinta itu. Dalam Bacaan Injil 21 Agustus 2020 (Mat. 22:34-40), Yesus mengajarkan dua hukum utama untuk mencintai Tuhan Allah dan mencintai sesama. Tapi kalau kita sadar, sebelum itu kita semua harus mampu mencintai dan menerima diri sendiri. Kalau sudah mencintai diri sendiri, kita bisa melihat dan mampu membalas cinta itu kepada Allah dan sesama. Jangan pernah merasa tidak ada orang mencintai kita, karena pertama-tama harus mencintai diri sendiri. Jangan pernah lupa, ketika merasa tidak ada orang yang mencintai kita, ada seseorang yang tidak pernah habis-habisnya mencintai kita. Tuhan Allah akan selalu dan tidak pernah habis-habisnya mencintai kita. Kalau sudah dicintai oleh Allah, kita pun harus mampu mencintai sesama. Rasa cinta yang kita tunjukkan adalah lambang kehadiran Allah di tengah-tengah kita. Karena Allah sendiri adalah kasih maka biarlah kasih itu dirasakan oleh orang-orang sekitar kita. Jangan takut mencintai karena cinta itu pasti indah, karena cinta pada akhirnya membawa pembebasan pada diri kita. (FRAY. EL. OP)

Tinggalkan Pesan