MTB

Dalam Gereja Katolik, selain Pastor, Frater, dan Suster, kita juga mengenal “pelayan” Gereja lain dengan gelar “Bruder.” Tapi tak boleh dikatakan bahwa para pastor menduduki kelas satu dan para bruder kelas dua dalam Gereja, karena “dalam Gereja mereka semua sama, hanya tugasnya berbeda,” kata Pimpinan Umum Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB) Indonesia Bruder Rafael Donatus MTB.

Menjadi bruder, jelasnya kepada PEN@ Katolik 8 Agustus 2020, “merupakan kesempatan untuk mengajarkan, mewartakan, melakukan lebih banyak karya, baik kemanusiaan, pendidikan, serta pelayanan untuk mewartakan karya Tuhan.”

Dan secara khusus, jelas bruder itu, para bruder MTB datang ke Indonesia 99 tahun lalu, atau tepatnya 1921 untuk “melayani Tuhan dengan cara kami, yaitu turun langsung dan menangani langsung karya-karya kemanusiaan dan mencerdaskan kaum muda.”

Pencanangan 100 Tahun Karya Bruder MTB di Indonesia dengan tema “Mendidik Tanpa Batas” sudah dilakukan 23 Februari 2020. Tanggal 10 Maret 1921, lima bruder MTB dari Huijbergen, Belanda, tiba di Singkawang, Kalbar. Kini mereka berkarya di Belanda, Brasil dan Indonesia.

Para Bruder MTB, jelas Bruder Rafael, datang mewartakan kasih dan ajaran Tuhan “tidak melalui kotbah, atau tidak hanya sekedar berbincang tentang iman saja, namun dengan tindakan moral dan hidup, untuk menampung mereka yang tersingkirkan atau dianggap sampah masyarakat, misalnya orang kusta, serta anak cacat yang tidak diterima di sekolah-sekolah lain.”

Menurut catatan Kongregasi MTB di Pontianak, ketika tiba di Singkawang, para bruder sudah memikirkan pendidikan kaum muda jauh ke depan dan mulai menyelenggarakan pendidikan dari tingkat paling bawah sampai tingkat SMA.

Selain pendidikan formal dari PAUD hingga SMA, di Indonesia, khususnya Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, Keuskupan Sintang, Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Agung Merauke, mereka juga melayani Pendidikan Luar Sekolah, seperti pelatihan pengembangan karakter anak atau remaja, dan menangani asrama. Mereka juga bergerak di bidang karya sosial dan pengembangan masyarakat misalnya JPIC, pertanian dan peternakan, serta rehabilitasi kusta.

Karena masih banyak sesama memerlukan pelayanan di bidang pendidikan dan sosial, Kongregasi Bruder MTB mencari pemuda berusia 17-30 tahun yang sudah dibaptis Katolik sekurang-kurangnya selama tiga tahun, yang sehat jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan seimbang, bersemangat mengabdi sesama, serta mampu hidup dan bekerja bersama orang lain dalam persaudaraan.

Kalau Anda berpendidikan minimal SLTA dan dan tidak terikat dengan perkawinan serta sesuai dengan ketentuan itu, serta mau berusaha untuk bertumbuh dan mengembangkan diri dan tidak terikat dengan kongregasi atau lembaga atau badan sosial lain, serta berkemauan bebas untuk mengembangkan karya intelektual untuk kemuliaan Tuhan secara religius, Anda diundang menghubungi Pimpinan Umum Kongregasi Bruder MTB di Jalan Sepakat II-A. Yani Blok P No 123, Pontianak, Handphone Bruder Rafael Donatus MTB (0812 5615 4610) dengan IG @maria_takbernoda

Bruder Rafael mengingatkan bahwa karya pelayanan para bruder MTB tidak hanya sekedar kata-kata indah saja, “melainkan tindakan nyata dan kekuatan komunitas yang saling mendoakan” yang mereka sebut sebagai “kesaksian iman yang nyata dan pelayanan yang tak pandang bulu, dalam mewartakan kasih Tuhan sebagaimana pendahulu kami sudah lakukan.”(PEN@ Katolik/samuel)

Artikel Tekait:

Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda canangkan 100 tahun berkarya di Indonesia

MTB 1MTB 2

Tinggalkan Pesan